Selasa, 03 Juli 2012

[ FF ] Baby Don't Cry -Chapter 2-




  

Title              : Baby Don't Cry 
Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )
Main Cast     : Choi Sooyoung, Choi Siwon , dan Cho Kyuhyun
Other Cast    : Hwang Tifanny --> Tifanny ,Super Generation , DBSK
Type              : Chapter
Genre           : Romance, Friendship, Family
Rating          : PG-17 ( All reader who Open mind )

Chapter -2-

SMTown art School tampak lenggang sore ini  . Hanya beberapa kelas teater dan auditorium yang terdengaran berpenghuni. Suara alunan piano dari ruang musik beradu dengan suara hentakan tongkat dan kibasan pedang dari ruang laga , menjanjikan musik tersendiri bagi pengamat yang jeli .
Seorang Namja berpakaian rapi sedang duduk di atas kursi piano . Tanganya dengan penuh penghargaan mencoba menekan tuts-tuts piano di hadapanya . Senyum sedang terkembang di wajah tampanya .
“ Kyuhyun-ah ?”, Sapa seseorang dari balik punggungnya .
Kyuhyun menoleh ke arah lelaki yang memanggilnya , sontak wajahnya dihiasi dengan kebahagiaan bercampur kerinduan . “ Hyung . “
Sungmin membalas senyum dongsaenya , dia mendekatkan langkahnya ke arah Kyuhyun . “ Kapan kau kembali ? Kenapa kau tak memberitahuku .”  tanya Sungmin antusias .
“ Hari ini . Aku langsung berlari ke sini secepat kilat karena aku merindukanmu . “ , goda Kyuhyun .
Sungmin memutar bola matanya dengan jengah mendengar gurauan Kyuhyun yang tak pernah berubah ,“ Aiogoo ,,,, . “ , Sungmin melihat jemari Kyuhyun yang ada di atas tuts piano . “ Kau masih suka bermain piano ?” ,
Kyuhyun mengaguk mengiyakan . “ Aku benar –benar merindukan piano ini .”, ujar Kyuhyun singkat namun penuh makna .
Tatapan Sungmin meletak melembut . Ditepuknya pundak dongsaeng kesayanganya itu dengan sayang . “ Tak ada luka yang tak tersembuhkan oleh waktu . Ini sudah empat tahun Kyu . “
Kyuhyun menjauhkan jemarinya dari piano . Dia berdiri membelakangi Sungmin, tak ingin Hyungnya tahu kesedihan yang masih tertanam di hatinya . “ Aku sudah mencobanya , Hyung . Selama di Amerika aku mencoba untuk melupakannya . Tapi sepertinya Tuhan masih ingin dia ada di hatiku . “
“ Apa kau sudah mengunjunginya ?”,
Kyuhyun berbalik menatap Sungmin dengan senyum tulus , tatapan jahilnya kembali lagi di matanya yang sedetik lalu terlihat sedih . “ Sudah ku bilang SMTown art school adalah tempat pertama yang kudatangi setelah aku menginjakkan kakiku di Korea . “
“ Berhentilah bercanda . Ayo aku ajak kau berkeliling , tempat ini sudah banyak berubah . Kau pasti ingin melihatnya . Kajja ... “,
Kyuhyun mengikuti Sungmin menuju lorong penghubung gedung para traineer berada . Kyuhyun menyapukan pandanganya pada setiap sudut ruangan yang ada , SMTown art school memang sudah banyak berubah belakangan ini . “ Hyung apa itu ?”, tanya Kyuhyun saat dia melihat gedung bergaya Renaissance   menjulang diantara gedung gedung yang lain .
“ Itu perpustakaan . Baru dibangun dua tahun yang lalu . Kau ingin ke sana?”,
Kyuhyun menggeleng perlahan . “ Mungkin lain kali . Aku masih ingin menikmati pemandangan kaki jenjang hobae –hobae kita . “, canda Kyuhyun .
Sungmin senang dongsaengnya tidak berubah sama sekali . Dia khawatir sejak kejadian itu Kyuhyun akan menjadi pemurung . Tapi sepertinya kekhawatian Sungmin tak beralasan . “ Kajja , ku tunjukkan padamu yang paling cantik . “ 


************

Sooyoung sedang malas pergi ke sekolah hari ini . Manager tempatnya bekerja paruh waktu baru saja menelefon kalau Sooyoung tak perlu datang lagi ke tempat kerja . Sudah puluhan kali Sooyoung dipecat dari tempat kerjanya . Bukan karena Sooyoung pemalas , tapi karena Sooyoung sangat tak tahan dengan pelecehan. Dia cantik dengan tubuh ideal yang disukai laki-laki . Tak banyak orang tahu dia masih berumur 23 tahun saat dia mengenakan pakaian seragam pelayan . Bos di cafe –nya bekerja tak jarang melecehkanya dengan alasan ketidak sengajaan . Kemarin Sooyoung yang sedang tidak ingin diganggu karena masalah Siwon , membuat kegemparan di dapur cafetaria dengan memukulkan teflon yang masih panas ke muka pemilik cafe .
Mulanya Sooyoung merasa lega karena dia tak harus lagi menahan amarah dan kejengkelanya pada sang Bos . Dia sudah pasti di pecat hingga detik berikutnya dia teringat pada omelan Eommanya. Hal itu membuatnya mual untuk sesaat . “ Tuhan ... kenapa kau tidak adil padaku .... “, jerit Sooyoung seraya mengacak-acak rambutnya .
Dia lupa saat ini dia sedang berada di tempat umum. “Omo .”, Sooyoung memasang senyum malunya ke arah orang –orang yang menatapnya dengan pandangan mengejek .
“ Aish , kenapa hidupku seperti ini . Dicampakan lelaki , dipecat dari pekerjaan , dilecehkan oleh orang , dan........ Kyaaaaaaa!!! Aku lupa hari ini ada ujian ....”, Sooyoung dengan heboh menerobos kerumunan ramai jalanan Seoul dengan memikul Cello nya yang berat di pundaknya .

*************
 Kyuhyun POV -

Sungmin Hyung meninggalkan aku sendiri di depan gedung musik yang terletak bersebelahan dengan gedung perpustakaan . Aku memandag berkeliling , walau semua telah berubah ada satu hal yang tak pernah berubah dari tempat ini . Suasana alunan angin dan derit pepohonan yang ikut menyanyi bersama para siswa SAS , membuatku mengenang masa itu.  
Mungkin Tuhan menghukumku atas tindakanku yang kurang terpuji di masa lalu , hingga aku tak pernah bisa melupakan dia . Senyuman yang selalu ada di anganku saat aku memejamkan mata . Suaranya yang lembut yang selalu terdengar bersama hembusan angin. Dan alunan piano yang selalu membuatku meneteskan air mata mengingat kebersamaan kami . 
" Seohyun aku kembali ..... ", 
Suara berisik dari celah gedung perpustakaan dan gedung musik menggangu telingaku . Ada sebuah Cello yang seperti sedang dianiaya oleh seseorang . Aku melangkahkan kakiku mendekati celah gelap itu . Ada seorang yeonja yang berpakaian serba hitam sedang mengesek senar Cello dengan kasar . 
"Aaaaaaaaaaaaaaaaa,,,,,,,,,,,,,,,ottoke , Ya ! Cello-ah kenapa kau tak membantuku sama sekali . Kau senang kan Kang Sungsaemin memberiku nilai D lagi untuk tes kenaikan tingkat kali ini . Cello-ah ..kau mendengarku ....jawab aku ..kenapa kau diam saja ." , yeonja itu menbuatku sedikit bergidik ngeri sekaligus ingin tertawa terbahak . Dia berbicara dengan Cello-nya seolah -olah Cello itu akan menjawabnya . Sebenarnya aku tidak suka dengan tindakanya yang kasar pada alat musik . 
Dang dang ....... Yeonja itu memukul bagian belakang Cello-nya dengan kasar . Aku ingin melangkah mendekat untuk menegurnya sampai aku melihat matanya merah dan air mata mengalir deras di pipinya . " Aku bodoh sekali, aku bodoh sekali ...kenapa aku percaya aku bisa berhasil ."
" Apa kau akan menyerah semudah itu ?", 

Sooyoung POV- 

" Apa kau akan meyerah semudah itu . "
Suara asing itu membuatku terperanja kaget hingga aku menjatuhkan Cello yang aku pegang . 
Bang ..... Dentuman itu membuat namja di hadapanku memincingkan sebelah alisnya . " Aku harap kau tak melakukanya dengan sengaja ?", 
" Ya! ... ya! ...Siapa kau ?" , karena terbiasa diikuti pengunti aku merasa waspada pada semua orang asing yang berusaha mendekatiku .
Namja itu berjongkok di depan Cello-ku dia mengangkatnya dengan hati - hati ,membersihkan debu yang menempel di fingerboard Cello-ku. " Kau benar - benar musisi yang kasar . Seorang Celloist seharusnya memperlakukan Cello-nya sebagai kawan . " 
Aku hanya terdiam melihat namja itu memetik senar Celloku dengan jemarinya . Aku berusaha melihat ke wajahnya yang tak begitu terlihat di balik topi NY nya . " Kau tidak menyetelnya secara benar . Karena itulah suara yang dihasilkan sumbang ." , Namja itu memutar-mutar tuning pegs di Cello -ku . 
" Apa yang kau lakukan ?", aku mulai merasa dia bukan orang jahat . Dia memperlakukan Cello-ku seperti seorang lady. Lalu ...dia melepas topinya . Ya Tuhan aku sedang berhadapan dengan seorang setan . Dia berwajah tampan dan kulitnya sepucat vampir . Hidungnya yang mancung berpadu dengan bibirnya yang melengkung indah . Aku tak tahu ada orang setampan itu di dunia ini . Duniaku hanya berpusat pada Siwon sehingga aku tak melihat yang lain. 
"Apa rambutmu asli berwarna merah ?", aku tak tahu apa yang merasukiku hingga aku berkata seperti itu . " Omo maafkan aku . ", Namja itu hanya tersenyum kecil . Ya Tuhan dia bahkan lebih tampan ketika tersenyum . 
" Aku tidak mewarnainya . Aku campuran . ", jawabnya dengan senyum geli . Bodoh aku merasa sangat malu . 
" Ini cobalah . ", ujarnya seraya memberikan Cello-ku yang tadi dia perbaiki stelan string-nya . 
" Gumawo . ", Namja itu mendadak tersenyum lebar mendengarku berbicara banmal . " Wae?", 
" Tidak . Boleh aku tahu berapa umurmu ?", 
" Apa kau ingin menyindirku karena menggunakan banmal ?" , 
" Anio , aku tak masalah dengan hal itu . Ingat aku campuran ?", dia memberi senyum yang sangat sexy . OMG kenapa aku tak bertemu dia dari dulu. Tapi aku sudah lelah mempermalukan diriku sendiri dengan berbuat bodoh untuk cinta . 
" Apa menurutmu aku jelek ?" , 
" Apa ?", namja asing itu terlihat terkejut bercampur geli .Ya Tuhan demi apa aku bertanya hal memalukan seperti ini . Mulutku memang harus diamankan karena sering berucap mendahuli pikiran. 
" Mian ...lupakan saja , aku memang sering berucap tanpa berfikir . ", 
Namja itu alih-alih memandangku aneh dia malah terlihat TERTARIK ? Ya Tuhan tatapan itu tak mungkin salah lagi . 
" Kau sungguh menarik . Aku Kyuhyun , angkatan 2005 , kelas Vokal . " 
Aku melihat tanganya yang terulur padaku . Dan apa aku tak salah dengar dia menyebutku "MENARIK"?
" Aku ,,,Sooyoung , angkatan 2007 ,  Kelas Musik Klasik . " ujarku menyambut uluran tanganya . Dia tersenyum ke arahku , ada aura jail tercemin dari tatapanya dan sebuah rasa Sedih?
  " Siapa dia? Siapa yang mebuatmu sesedih itu ? ",kali ini Sooyoung harus menjahit mulutnya karena berkata sesuatu yang membuat Kyuhyun terbelalak kaget . 
 Mati kau Choi Sooyoung . 

********************



TBC -


Mihane ya kalau jelek :) dan banyak typo bertebaran.
InsyaAllah Chapter 3 saya Post nanti malam setelah saya rampung dengan review EXO Part -1- ... 
Gimana reader ? Ceritanya bagus tidak? Tolong tinggalakan kritik dan saran ya ,,,,, 

Nah di Chapter dua ini Kyuhyun mulai muncul ? Nah tadi ada Clue soal Seohyun kan? Siapa dia ? Kenapa Kyuhyun begitu sedih . Dan bagaimana kelanjutan hubungan Siwon-Sooyoung-Fanny yang ada di Chapter 1 ? Ok jawabanya ada di Chapter 3, Tapi kalo gak ada commentar gini jadi males deh nge-post lanjutanya ,,,:)) 

Yuk Yuk di comment .... 

Bye bye 

Adaya . 


2 komentar:

  1. Soo Eonni lucu sekali..gak bisa ngontrol omongannya :)

    BalasHapus