Rabu, 04 Juli 2012

[ FF ] Baby Don't Cry - Chapter 3 -







Title              : Baby Don't Cry 
Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )
Main Cast     : Choi Sooyoung, Choi Siwon , dan Cho Kyuhyun
Other Cast    : Hwang Tifanny --> Tifanny ,Seohyun SNSD , Super Generation,  DBSK
Type              : Chapter
Genre           : Romance, Friendship, Family
Rating          : PG-17 ( All reader who Open mind )
Disclaimer : This story pure my imagined and my fantasy. All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!
Chapter -3-




Author POV -


Yeoja itu berdiri membelakangi Kyuhyun . Tubuh semampainya dibalut gaun pitch cerah yang senada dengan kulit mulusnya . Rambutnya yang menjuntai melewati bahu terkibar dengan apik mengikuti buaian angin . 

Seohyun sedang menyambut mentari pertama yang muncul setelah musim dingin berakhir .Kyuhyun hanya bisa memandangnya dengan kebahagiaan tersendiri . Seohyun terlihat seperti dewi musim semi dengan penampilan seperti itu . " Apa kau begitu bahagia ? ", ujar Kyuhyun seraya melangkahkan kakinya keluar dari lindungan pohon . 

" Oppa ?", Seohyun menghentikan ritualnya untuk menyambut Kyuhyun . " Kemarilah , aku akan menunjukkanmu sesuatu . ", ajak Seohyun seraya meraih tangan kanan Kyuhyun . " Ikuti aku . " , perintahnya kemudian merentangkan tanganya lebar - lebar untuk merasakan hembusan angin . " Kajja . ", Kyuhyun hanya tersenyum lembut ke arahnya sebelum mengikuti intruksi Seohyun . " Sekarang , pejamkan matamu dan tengadahkan wajahmu ke sinar mentari . " ,

Kyuhyun kembali tersenyum . Ditatapnya wajah Seohyun dari samping . " Kau terlihat lebih kurus ? ", 

Seohyun membuka matanya . Wajahnya sedikit kesal karena Kyuhyun merusak ritualnya . " Oppa , kenapa kau tak memejamkan wajahmu . ", 

" Apa kau menjalani diet ?, "

Seohyun tak berani menatap wajah Kyuhyun . " Anio .", Kyuhyun merasa ada yang aneh dengan Seohyun belakangan ini . 

" Apa ada sesuatu yang sala , Seo ? Kenapa kau tak menceritakan padaku ?", 

" Gwencana , Oppa . Aku hanya sedikit lelah dengan persiapan konser tunggalku di Madison Garden . " 

Kyuhyun tahu Seohyun berbohong . Tapi dia hanya tersenyum maklum . " Jaga kesehatanmu . Aku tak ingin kau terlalu memaksakan diri . " , ujar Kyuhyun seraya membelai rambut Seohyun . 

Seohyun menatap Kyuhyun dengan tatapan yang tak bisa diartikan . Kyuhyun merasa Seohyun sedang menyembunyikan sesuatu . Tapi dia tak ingin memaksakan Seohyun untuk menceritakan apa yang ingin disimpanya . 

" Kau sudah makan ?",

Seohyun menggeleng lembut . " Kalo begitu kita makan ?", ajak Kyuhyun seraya mengandenga tangan Seohyun . 

" Oppa tunggu . ", ujar Seohyun menghentikan langkah mereka . " Ada yang ingin ku bicarakan padamu . " , mata jernih Seohyun terlihat begitu tertekan ,perlahan dia menepis genggaman Kyuhyun . " Aku akan keluar dari SAS setelah konserku berakhir . "

Kyuhyun tak tahu harus berkata apa . " Apa kau berencana melanjutkan kuliah di bidang lain?", 

Seohyun menggeleng pelan . " Kau akan bergabung dengan sukarelawan di Somalia ?", Kyuhyun bertanya , karena tahu Seohyun selalu bercita-cita ingin menjadi sukarelawan di Negara berkembang . 

Seohyun terdiam sesaat sebelum berkata . "Aku sakit , Oppa . "

Kyuhyun merasa kebingungan sesaat . " Apa kau ingin aku mengantarmu pulang ?", 

Mata Seohyun sudah mulai berkaca-kaca . " Aku sakit , Oppa . Aku sakit . " 

Kyuhyun mencoba membaca pikiran Seohyun . " Apa maksudmu Seo ? ". Kyuhyun tahu jawaban dari pertanyaanya akan membuatnya hancur . 

" Aku mengidap Leukimia , Oppa ."

 " Katakan kau hanya bercanda Seo ? Kau tak mungkin ... kau adalah gadis yang sehat .. kau kau masih begitu mudah . ", Kyuhyun merasa marah bercampur sedih dia benci tak dengan segala yang diluar jangkauan .


" Aku sudah menyerah dengan terapi setahun lalu Oppa . Aku tak ingin hidup seperti orang sakit . Dokter memintaku untuk hidup secara normal .".


" Kenapa kau baru mengatakanya sekarang Seo . Kenapa kau tak menceritakan ini dari dulu ?",


" Aku tak bisa , Oppa . Aku tak bisa mnceritakan kepada orang lain .",


" Termasuk aku ?", bentak Kyuhyun , merasa marah Seohyun mengangapnya hanya sebagai orang lain .


" Terutama padamu , Oppa . " Seohyun mulai menangis . " Aku sudah menyerah pada Tuhan . Aku tak punya alasan untuk marah pada Tuhan akan penyakitku  sampai aku bertemu denganmu . Aku merasa marah kenapa Tuhan begitu tak adil padaku , kenapa dia mengirimu setelah aku bisa menerima penyakit ini . Aku mencintaimu Oppa . Tapi sepertinya kita tak akan bisa bersama . ",


Kyuhyun mematung sendiri . Seohyun sudah pergi meninggalkanya . Perkataan Seohyun mengendap perlahan di fikiranya . Kyuhyun tak sadar air mata sudah menggenangi pipinya . Dia tak pernah menangis untuk apapun . Seohyun telah membuatnya merasakan banyak hal yang tak pernah dia rasakan dalam hidupnya , termasuk kesedihan ini .


*************

Kyuhyun berdiri di tempat yang sama seperti 4 tahun lalu . Musim yang sama , mentari yang sama , dan kepedihan yang sama . Kenangan itu kembali berkelebat di ingatan Kyuhyun . Dia tak suka orang lain bisa membaca ke dalam hatinya . Kyuhyun merasa sedikit terkejut Sooyoung yang baru pertama ditemuinya bisa tahu kesedihan yang disimpan Kyuhyun di dasar hatinya . 

" Kyuhyun ?", Suara seorang namja membuyarkan lamunan Kyuhyun . Dia menoleh pada lelaki yang memanggilnya . 

" Siwon , Hyung . ", Kyuhyun gembira sekali , baru sehari kembali di Korea dia sudah diberi kesempatan bertemu dengan sahabat-sahabat terdekatnya . Setelah Sungmin kini Siwon . 

" Bagaimana kabarmu ?", tanya Siwon seraya memeluk dongsaengnya itu dengan rasa sayang . 

" Baik . Apa yang kau lakukan di sini , Hyung ? Bukankah kau sudah bekerja menjadi President Direktur Shidaee Art ?",

Siwon mengaguk mengiyakan . " Ada orang yang ingin ku temui . Bagaimana denganmu apa yang mebawamu kemari ?", 

Kyuhyun menghela nafas , " Aku merindukan tempat ini . ", jawab Kyu seraya menyapukan pandangan kesekelilingnya . 

Siwon meandangya dengan prihatin . " Apa kau sudah berkeliling ?", tanya Siwon mengalihkan pembicaraan . 

" Ne . Tapi aku belum makan . Maukah kau menteraktirku ? ", goda Kyuhyun yang disambut dengan gembira oleh Siwon . 

*****************

Sooyoung POV -

Kelas sudah dimulai sejam yang lalu . Tapi Kang Sungsaemin belum juga memanggil namaku . Saat ini Yuri sedang memainkan quarter dari Mozart dengan sangat cemerlang . Dia memang anak kesayangan di kelas Cello . Aku mencoba mengamati partitur nada di hadapanku . Saat undian tadi aku mendapat gubahan ciptaan August Rush . Aku merasa khawatir karena jenis musik August Rush yang didominasi oleh jenis teknik Staccato yang mengandalkan permainan cepat dan akurat .

" Choi Sooyoung .", aku terperanjat kaget saat suara Pak Kang memanggil namaku . Demi apapun di dunia ini . Semoga aku lulus di ujian kali ini . Aku bahkan tak sanggup membayangkan bagaimana nasibku jika kali ini aku juga tak lulus .

" Cello-ah , kau harus membantuku . Mari  bekerja bersama . ", ujarku dalam hati . Aku duduk di kursi yang selalu disebut oleh kawan-kawanku sebagai kursi panas . Aku mencoba menghela nafas sebelum aku menggesekkan bow-ku ke strings . Dan ..... semua terdiam .

Jejreettt ,,,jret ,jrettttttttt ...# suara apa ya ini hahaha , anggap suara Cello .

Aku memandang Pak Kang dengan sebelah mata . Aku mebuat kesalahan besar di awal permainan . Keringatku sudah mengucur deras , aku tahu saat ini Pak Kang sedang memperhatikanku di balik kacamata bulan separonya .

Aku kembali mengulang nada C , kali ini lebih lembut . Karena kekuatanku adalah di teknik Legato ,aku mulai rileks di bagian ini . Walau ada miss di bagian perempat permainan tapi segalanya terkendali hingga akhir .

Aku baru sadar aku menahan nafas dari tadi . Semua yang ada di kelas bertepuk tangan . Aku mengusap peluh di dahiku dengan lega . Kali ini tinggal penilaian . Aku menunggu dan menunggu Pak Kang mencela permainanku yang berantakan . Tapi dia menatapku dengan tatapan LEMBUT ?

Ya Tuhan apa artinya kali ini aku akan Lulus . Pak kang mendekat ke arahku , dan menyunggingkan senyum di wajahnya . " Selamat Nak , akhirnya kau lulus . ", Aku spontan langsung menjerit bahagia dan memeluk Pak Kang yang ada di hadapanku . Aku menebarkan senyuman terbahagia seumur hidupku , seakan kemarin aku tak dipecat dari pekerjaanku , seakan Siwon tak mencampakankua, segalanya seperti indah di mataku sampai Pak Kang melanjutkan . " Setelah kau mengambil kelas ini lagi tahun depan . ",

" Maaf?", Semua kebahagiaan itu seakan terpaus dan diputar ke belakang . "Tunggu , apa maksud perkataan bapak ?" .

" Bagaimana kau bisa menyebut dirimu Cellis kalo kau bahkan takmampu memberikan jiwamu pada permainanmu . Teknik dan caramu memainkan gubahan itu memang sudah cukup bagus , tapi kau memainkanya tanpa perasaan sedikitpun . Apa sebenarnya tujuanmu memilih menjadi Cellis Nona Choi ? . Seseorang tak dikatakan musisi hanya dengan teknik permainanya yang bagus . Kau patut tidak lulus sampai kau mampu menyatukan permainanmu dengan jiwamu . "

Aku ternganga di depan kelas . Aku hampir menangis mendengar ucapan dari Pak Kang . Aku merasa malu sekaligus sadar , bahwa aku memang bersalah . Aku tak benar-benar ingin menjadi Cellis . Aku bermain dengan setengah hati .

" Musik yang mengalun dari Cello mahalmu itu seperti tubuh kosong yang tak memiliki jiwa . Kau harus belajar lebih banyak lagi . ",

Aku mengagguk perlahan . Harga diriku yang tersisa memberiku kekuatan untuk kembali ke bangkuku dan melanjutkan kelas hingga satu jam ke depan .

*** **********

Author POV-

Yuri menghampiri Sooyoung di bangkunya . Dia merasa prihatin akan keadaan Sahabatnya yang masih schok dengan komentar pedas  Pak Kang . " Gwencana ? ", sapa Yuri menepuk pundak Sooyoung dengan lembut . " Tahun depan kau pasti lulus .", hibur Yuri yang membuat Sooyoung semakin menderita .

" Aku memang bersalah Yul . Aku tak memainkanya dengan sepenuh hati . Aku hanya terkejut Pak Kang mengatakanya di depanku . ",

" Kau sudah cukup baik tadi . Kau hanya perluh belajar tentang menyatukan teknikmu dengan jiwamu . Aku akan membantumu , "

Sooyoung menatap sahabatnya itu dengan penuh rasa trimakasih . " Apa kau tak lapar ?",

Yuri yang tadi merasa iba pada Sooyoung langsung mengubah wajahnya masam . " Ya ! Jangan bilang kau ingin aku meneraktirmu lagi . "

Sooyoung hanya mengagguk -angguk dengan polos . " JANGAN HARAP!", tegas Yuri kesal . " Kau makan seperti monster . Kau bahkan menghabiskan jatah uang sakuku selama sebulan . Cukup sekali aku tertipu olehmu . " , omel Yuri . Sooyoung merasa tersinggung dengan perkataan Yuri .

" Apa kau kira aku tak bisa membayar makananku sendiri ? Aku juga bisa menteraktirmu . ",

" Ck, ck,ck,ck Choi Sooyoung . Apa kau lupa kau selalu berkata seperti itu di awal . Kemudian pada akhirnya apa? Aku yang membayar semua makananmu . Sudahlan aku mau makan bersama tapi jika kau berjanji akan membayar sendiri makananmu  .",

Sooyoung masih kesal dengan penghinaan sahabatnya , tapi memang benar selama ini Yuri sudah sangat baik padanya .

" Baiklah , Kajja. "

" Apa kau yang bernama Choi Sooyoung ?", ujar seorang Yeoja yang mengenakan pakaian mewah . Yuri dan Sooyoung menoleh bersama ke arah yeoja cantik itu. Sekali lirikan saja mereka sudah tahu dia bukan mahasiswa SAS . Dia terlalu berkelas untuk ukuran mahasiswa traineer .

Sooyoung mengamati wajah yeoja asing itu . Sepertinya dia pernah bertemu dengan yeoja ini , tapi Sooyoung lupa kapan dan dimana tepatnya .

" Maaf , apa aku mengenalmu ?",

Yeoja itu tersenyum tipis , jenis senyum yang dipaksakan , " Aku Tifanny . Hwang Stefanny , kekasih Choi Siwon .",

Yuri membelalak kaget ke arah yeoja itu kemudian menatap Sooyoung yang memperlihatkan ekspresi tak terbaca. " Younggi , apa yang sebenarnya terjadi ?".

" Permainan baru di mulai Yuri . Bersiaplah ." 

****************



-TBC- 

Bagaimana Chingg ? Sudah bagusan belum . Semoga sudah yaa.... Sudah bisa kan dapat gambaran ceritanya ?:) Ayo dong di comment jangan jadi silent reader aja ,,,,,

Chapter berikutnya bakalan seru nih Chingg karena ada pertengkaran besar antara Fanny dan Sooyoung .Mau tahu gmna? Tongkrongin blog ini ya ... Gumawo bagi yang udah menyempatkan waktunya untuk membaca. 


Bye bye ...* bow 

HAPPY READING ........

Adaya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar