Title : Baby Don't Cry
Author : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )
Main Cast : Choi Sooyoung, Choi Siwon , dan Cho Kyuhyun
Other Cast : Hwang Tifanny --> Tifanny ,Seohyun SNSD , Super Generation, DBSK
Type : Chapter
Genre : Romance, Friendship, Family
Rating : PG-17 ( All reader who Open mind )
Chapter -3-
Author POV -
Yeoja itu berdiri membelakangi Kyuhyun . Tubuh semampainya dibalut gaun pitch cerah yang senada dengan kulit mulusnya . Rambutnya yang menjuntai melewati bahu terkibar dengan apik mengikuti buaian angin .
Seohyun sedang menyambut mentari pertama yang muncul setelah musim dingin berakhir .Kyuhyun hanya bisa memandangnya dengan kebahagiaan tersendiri . Seohyun terlihat seperti dewi musim semi dengan penampilan seperti itu . " Apa kau begitu bahagia ? ", ujar Kyuhyun seraya melangkahkan kakinya keluar dari lindungan pohon .
" Oppa ?", Seohyun menghentikan ritualnya untuk menyambut Kyuhyun . " Kemarilah , aku akan menunjukkanmu sesuatu . ", ajak Seohyun seraya meraih tangan kanan Kyuhyun . " Ikuti aku . " , perintahnya kemudian merentangkan tanganya lebar - lebar untuk merasakan hembusan angin . " Kajja . ", Kyuhyun hanya tersenyum lembut ke arahnya sebelum mengikuti intruksi Seohyun . " Sekarang , pejamkan matamu dan tengadahkan wajahmu ke sinar mentari . " ,
Kyuhyun kembali tersenyum . Ditatapnya wajah Seohyun dari samping . " Kau terlihat lebih kurus ? ",
Seohyun membuka matanya . Wajahnya sedikit kesal karena Kyuhyun merusak ritualnya . " Oppa , kenapa kau tak memejamkan wajahmu . ",
" Apa kau menjalani diet ?, "
Seohyun tak berani menatap wajah Kyuhyun . " Anio .", Kyuhyun merasa ada yang aneh dengan Seohyun belakangan ini .
" Apa ada sesuatu yang sala , Seo ? Kenapa kau tak menceritakan padaku ?",
" Gwencana , Oppa . Aku hanya sedikit lelah dengan persiapan konser tunggalku di Madison Garden . "
Kyuhyun tahu Seohyun berbohong . Tapi dia hanya tersenyum maklum . " Jaga kesehatanmu . Aku tak ingin kau terlalu memaksakan diri . " , ujar Kyuhyun seraya membelai rambut Seohyun .
Seohyun menatap Kyuhyun dengan tatapan yang tak bisa diartikan . Kyuhyun merasa Seohyun sedang menyembunyikan sesuatu . Tapi dia tak ingin memaksakan Seohyun untuk menceritakan apa yang ingin disimpanya .
" Kau sudah makan ?",
Seohyun menggeleng lembut . " Kalo begitu kita makan ?", ajak Kyuhyun seraya mengandenga tangan Seohyun .
" Oppa tunggu . ", ujar Seohyun menghentikan langkah mereka . " Ada yang ingin ku bicarakan padamu . " , mata jernih Seohyun terlihat begitu tertekan ,perlahan dia menepis genggaman Kyuhyun . " Aku akan keluar dari SAS setelah konserku berakhir . "
Kyuhyun tak tahu harus berkata apa . " Apa kau berencana melanjutkan kuliah di bidang lain?",
Seohyun menggeleng pelan . " Kau akan bergabung dengan sukarelawan di Somalia ?", Kyuhyun bertanya , karena tahu Seohyun selalu bercita-cita ingin menjadi sukarelawan di Negara berkembang .
Seohyun terdiam sesaat sebelum berkata . "Aku sakit , Oppa . "
Kyuhyun merasa kebingungan sesaat . " Apa kau ingin aku mengantarmu pulang ?",
Mata Seohyun sudah mulai berkaca-kaca . " Aku sakit , Oppa . Aku sakit . "
Kyuhyun mencoba membaca pikiran Seohyun . " Apa maksudmu Seo ? ". Kyuhyun tahu jawaban dari pertanyaanya akan membuatnya hancur .
" Aku mengidap Leukimia , Oppa ."
" Katakan kau hanya bercanda Seo ? Kau tak mungkin ... kau adalah gadis yang sehat .. kau kau masih begitu mudah . ", Kyuhyun merasa marah bercampur sedih dia benci tak dengan segala yang diluar jangkauan .
" Aku sudah menyerah dengan terapi setahun lalu Oppa . Aku tak ingin hidup seperti orang sakit . Dokter memintaku untuk hidup secara normal .".
" Kenapa kau baru mengatakanya sekarang Seo . Kenapa kau tak menceritakan ini dari dulu ?",
" Aku tak bisa , Oppa . Aku tak bisa mnceritakan kepada orang lain .",
" Termasuk aku ?", bentak Kyuhyun , merasa marah Seohyun mengangapnya hanya sebagai orang lain .
" Terutama padamu , Oppa . " Seohyun mulai menangis . " Aku sudah menyerah pada Tuhan . Aku tak punya alasan untuk marah pada Tuhan akan penyakitku sampai aku bertemu denganmu . Aku merasa marah kenapa Tuhan begitu tak adil padaku , kenapa dia mengirimu setelah aku bisa menerima penyakit ini . Aku mencintaimu Oppa . Tapi sepertinya kita tak akan bisa bersama . ",
Kyuhyun mematung sendiri . Seohyun sudah pergi meninggalkanya . Perkataan Seohyun mengendap perlahan di fikiranya . Kyuhyun tak sadar air mata sudah menggenangi pipinya . Dia tak pernah menangis untuk apapun . Seohyun telah membuatnya merasakan banyak hal yang tak pernah dia rasakan dalam hidupnya , termasuk kesedihan ini .
" Katakan kau hanya bercanda Seo ? Kau tak mungkin ... kau adalah gadis yang sehat .. kau kau masih begitu mudah . ", Kyuhyun merasa marah bercampur sedih dia benci tak dengan segala yang diluar jangkauan .
" Aku sudah menyerah dengan terapi setahun lalu Oppa . Aku tak ingin hidup seperti orang sakit . Dokter memintaku untuk hidup secara normal .".
" Kenapa kau baru mengatakanya sekarang Seo . Kenapa kau tak menceritakan ini dari dulu ?",
" Aku tak bisa , Oppa . Aku tak bisa mnceritakan kepada orang lain .",
" Termasuk aku ?", bentak Kyuhyun , merasa marah Seohyun mengangapnya hanya sebagai orang lain .
" Terutama padamu , Oppa . " Seohyun mulai menangis . " Aku sudah menyerah pada Tuhan . Aku tak punya alasan untuk marah pada Tuhan akan penyakitku sampai aku bertemu denganmu . Aku merasa marah kenapa Tuhan begitu tak adil padaku , kenapa dia mengirimu setelah aku bisa menerima penyakit ini . Aku mencintaimu Oppa . Tapi sepertinya kita tak akan bisa bersama . ",
Kyuhyun mematung sendiri . Seohyun sudah pergi meninggalkanya . Perkataan Seohyun mengendap perlahan di fikiranya . Kyuhyun tak sadar air mata sudah menggenangi pipinya . Dia tak pernah menangis untuk apapun . Seohyun telah membuatnya merasakan banyak hal yang tak pernah dia rasakan dalam hidupnya , termasuk kesedihan ini .
*************
Siwon meandangya dengan prihatin . " Apa kau sudah berkeliling ?", tanya Siwon mengalihkan pembicaraan .
Sooyoung POV -
Kelas sudah dimulai sejam yang lalu . Tapi Kang Sungsaemin belum juga memanggil namaku . Saat ini Yuri sedang memainkan quarter dari Mozart dengan sangat cemerlang . Dia memang anak kesayangan di kelas Cello . Aku mencoba mengamati partitur nada di hadapanku . Saat undian tadi aku mendapat gubahan ciptaan August Rush . Aku merasa khawatir karena jenis musik August Rush yang didominasi oleh jenis teknik Staccato yang mengandalkan permainan cepat dan akurat .
" Choi Sooyoung .", aku terperanjat kaget saat suara Pak Kang memanggil namaku . Demi apapun di dunia ini . Semoga aku lulus di ujian kali ini . Aku bahkan tak sanggup membayangkan bagaimana nasibku jika kali ini aku juga tak lulus .
" Cello-ah , kau harus membantuku . Mari bekerja bersama . ", ujarku dalam hati . Aku duduk di kursi yang selalu disebut oleh kawan-kawanku sebagai kursi panas . Aku mencoba menghela nafas sebelum aku menggesekkan bow-ku ke strings . Dan ..... semua terdiam .
Jejreettt ,,,jret ,jrettttttttt ...# suara apa ya ini hahaha , anggap suara Cello .
Aku memandang Pak Kang dengan sebelah mata . Aku mebuat kesalahan besar di awal permainan . Keringatku sudah mengucur deras , aku tahu saat ini Pak Kang sedang memperhatikanku di balik kacamata bulan separonya .
Aku kembali mengulang nada C , kali ini lebih lembut . Karena kekuatanku adalah di teknik Legato ,aku mulai rileks di bagian ini . Walau ada miss di bagian perempat permainan tapi segalanya terkendali hingga akhir .
Aku baru sadar aku menahan nafas dari tadi . Semua yang ada di kelas bertepuk tangan . Aku mengusap peluh di dahiku dengan lega . Kali ini tinggal penilaian . Aku menunggu dan menunggu Pak Kang mencela permainanku yang berantakan . Tapi dia menatapku dengan tatapan LEMBUT ?
Ya Tuhan apa artinya kali ini aku akan Lulus . Pak kang mendekat ke arahku , dan menyunggingkan senyum di wajahnya . " Selamat Nak , akhirnya kau lulus . ", Aku spontan langsung menjerit bahagia dan memeluk Pak Kang yang ada di hadapanku . Aku menebarkan senyuman terbahagia seumur hidupku , seakan kemarin aku tak dipecat dari pekerjaanku , seakan Siwon tak mencampakankua, segalanya seperti indah di mataku sampai Pak Kang melanjutkan . " Setelah kau mengambil kelas ini lagi tahun depan . ",
" Maaf?", Semua kebahagiaan itu seakan terpaus dan diputar ke belakang . "Tunggu , apa maksud perkataan bapak ?" .
" Bagaimana kau bisa menyebut dirimu Cellis kalo kau bahkan takmampu memberikan jiwamu pada permainanmu . Teknik dan caramu memainkan gubahan itu memang sudah cukup bagus , tapi kau memainkanya tanpa perasaan sedikitpun . Apa sebenarnya tujuanmu memilih menjadi Cellis Nona Choi ? . Seseorang tak dikatakan musisi hanya dengan teknik permainanya yang bagus . Kau patut tidak lulus sampai kau mampu menyatukan permainanmu dengan jiwamu . "
Aku ternganga di depan kelas . Aku hampir menangis mendengar ucapan dari Pak Kang . Aku merasa malu sekaligus sadar , bahwa aku memang bersalah . Aku tak benar-benar ingin menjadi Cellis . Aku bermain dengan setengah hati .
" Musik yang mengalun dari Cello mahalmu itu seperti tubuh kosong yang tak memiliki jiwa . Kau harus belajar lebih banyak lagi . ",
Aku mengagguk perlahan . Harga diriku yang tersisa memberiku kekuatan untuk kembali ke bangkuku dan melanjutkan kelas hingga satu jam ke depan .
Author POV-
Yuri menghampiri Sooyoung di bangkunya . Dia merasa prihatin akan keadaan Sahabatnya yang masih schok dengan komentar pedas Pak Kang . " Gwencana ? ", sapa Yuri menepuk pundak Sooyoung dengan lembut . " Tahun depan kau pasti lulus .", hibur Yuri yang membuat Sooyoung semakin menderita .
" Aku memang bersalah Yul . Aku tak memainkanya dengan sepenuh hati . Aku hanya terkejut Pak Kang mengatakanya di depanku . ",
" Kau sudah cukup baik tadi . Kau hanya perluh belajar tentang menyatukan teknikmu dengan jiwamu . Aku akan membantumu , "
Sooyoung menatap sahabatnya itu dengan penuh rasa trimakasih . " Apa kau tak lapar ?",
Yuri yang tadi merasa iba pada Sooyoung langsung mengubah wajahnya masam . " Ya ! Jangan bilang kau ingin aku meneraktirmu lagi . "
Sooyoung hanya mengagguk -angguk dengan polos . " JANGAN HARAP!", tegas Yuri kesal . " Kau makan seperti monster . Kau bahkan menghabiskan jatah uang sakuku selama sebulan . Cukup sekali aku tertipu olehmu . " , omel Yuri . Sooyoung merasa tersinggung dengan perkataan Yuri .
" Apa kau kira aku tak bisa membayar makananku sendiri ? Aku juga bisa menteraktirmu . ",
" Ck, ck,ck,ck Choi Sooyoung . Apa kau lupa kau selalu berkata seperti itu di awal . Kemudian pada akhirnya apa? Aku yang membayar semua makananmu . Sudahlan aku mau makan bersama tapi jika kau berjanji akan membayar sendiri makananmu .",
Sooyoung masih kesal dengan penghinaan sahabatnya , tapi memang benar selama ini Yuri sudah sangat baik padanya .
" Baiklah , Kajja. "
" Apa kau yang bernama Choi Sooyoung ?", ujar seorang Yeoja yang mengenakan pakaian mewah . Yuri dan Sooyoung menoleh bersama ke arah yeoja cantik itu. Sekali lirikan saja mereka sudah tahu dia bukan mahasiswa SAS . Dia terlalu berkelas untuk ukuran mahasiswa traineer .
Sooyoung mengamati wajah yeoja asing itu . Sepertinya dia pernah bertemu dengan yeoja ini , tapi Sooyoung lupa kapan dan dimana tepatnya .
" Maaf , apa aku mengenalmu ?",
Yeoja itu tersenyum tipis , jenis senyum yang dipaksakan , " Aku Tifanny . Hwang Stefanny , kekasih Choi Siwon .",
Yuri membelalak kaget ke arah yeoja itu kemudian menatap Sooyoung yang memperlihatkan ekspresi tak terbaca. " Younggi , apa yang sebenarnya terjadi ?".
" Permainan baru di mulai Yuri . Bersiaplah ."
Bagaimana Chingg ? Sudah bagusan belum . Semoga sudah yaa.... Sudah bisa kan dapat gambaran ceritanya ?:) Ayo dong di comment jangan jadi silent reader aja ,,,,,
Kyuhyun berdiri di tempat yang sama seperti 4 tahun lalu . Musim yang sama , mentari yang sama , dan kepedihan yang sama . Kenangan itu kembali berkelebat di ingatan Kyuhyun . Dia tak suka orang lain bisa membaca ke dalam hatinya . Kyuhyun merasa sedikit terkejut Sooyoung yang baru pertama ditemuinya bisa tahu kesedihan yang disimpan Kyuhyun di dasar hatinya .
" Kyuhyun ?", Suara seorang namja membuyarkan lamunan Kyuhyun . Dia menoleh pada lelaki yang memanggilnya .
" Siwon , Hyung . ", Kyuhyun gembira sekali , baru sehari kembali di Korea dia sudah diberi kesempatan bertemu dengan sahabat-sahabat terdekatnya . Setelah Sungmin kini Siwon .
" Bagaimana kabarmu ?", tanya Siwon seraya memeluk dongsaengnya itu dengan rasa sayang .
" Baik . Apa yang kau lakukan di sini , Hyung ? Bukankah kau sudah bekerja menjadi President Direktur Shidaee Art ?",
Siwon mengaguk mengiyakan . " Ada orang yang ingin ku temui . Bagaimana denganmu apa yang mebawamu kemari ?",
Kyuhyun menghela nafas , " Aku merindukan tempat ini . ", jawab Kyu seraya menyapukan pandangan kesekelilingnya .
Siwon meandangya dengan prihatin . " Apa kau sudah berkeliling ?", tanya Siwon mengalihkan pembicaraan .
" Ne . Tapi aku belum makan . Maukah kau menteraktirku ? ", goda Kyuhyun yang disambut dengan gembira oleh Siwon .
*****************
Sooyoung POV -
Kelas sudah dimulai sejam yang lalu . Tapi Kang Sungsaemin belum juga memanggil namaku . Saat ini Yuri sedang memainkan quarter dari Mozart dengan sangat cemerlang . Dia memang anak kesayangan di kelas Cello . Aku mencoba mengamati partitur nada di hadapanku . Saat undian tadi aku mendapat gubahan ciptaan August Rush . Aku merasa khawatir karena jenis musik August Rush yang didominasi oleh jenis teknik Staccato yang mengandalkan permainan cepat dan akurat .
" Choi Sooyoung .", aku terperanjat kaget saat suara Pak Kang memanggil namaku . Demi apapun di dunia ini . Semoga aku lulus di ujian kali ini . Aku bahkan tak sanggup membayangkan bagaimana nasibku jika kali ini aku juga tak lulus .
" Cello-ah , kau harus membantuku . Mari bekerja bersama . ", ujarku dalam hati . Aku duduk di kursi yang selalu disebut oleh kawan-kawanku sebagai kursi panas . Aku mencoba menghela nafas sebelum aku menggesekkan bow-ku ke strings . Dan ..... semua terdiam .
Jejreettt ,,,jret ,jrettttttttt ...# suara apa ya ini hahaha , anggap suara Cello .
Aku memandang Pak Kang dengan sebelah mata . Aku mebuat kesalahan besar di awal permainan . Keringatku sudah mengucur deras , aku tahu saat ini Pak Kang sedang memperhatikanku di balik kacamata bulan separonya .
Aku kembali mengulang nada C , kali ini lebih lembut . Karena kekuatanku adalah di teknik Legato ,aku mulai rileks di bagian ini . Walau ada miss di bagian perempat permainan tapi segalanya terkendali hingga akhir .
Aku baru sadar aku menahan nafas dari tadi . Semua yang ada di kelas bertepuk tangan . Aku mengusap peluh di dahiku dengan lega . Kali ini tinggal penilaian . Aku menunggu dan menunggu Pak Kang mencela permainanku yang berantakan . Tapi dia menatapku dengan tatapan LEMBUT ?
Ya Tuhan apa artinya kali ini aku akan Lulus . Pak kang mendekat ke arahku , dan menyunggingkan senyum di wajahnya . " Selamat Nak , akhirnya kau lulus . ", Aku spontan langsung menjerit bahagia dan memeluk Pak Kang yang ada di hadapanku . Aku menebarkan senyuman terbahagia seumur hidupku , seakan kemarin aku tak dipecat dari pekerjaanku , seakan Siwon tak mencampakankua, segalanya seperti indah di mataku sampai Pak Kang melanjutkan . " Setelah kau mengambil kelas ini lagi tahun depan . ",
" Maaf?", Semua kebahagiaan itu seakan terpaus dan diputar ke belakang . "Tunggu , apa maksud perkataan bapak ?" .
" Bagaimana kau bisa menyebut dirimu Cellis kalo kau bahkan takmampu memberikan jiwamu pada permainanmu . Teknik dan caramu memainkan gubahan itu memang sudah cukup bagus , tapi kau memainkanya tanpa perasaan sedikitpun . Apa sebenarnya tujuanmu memilih menjadi Cellis Nona Choi ? . Seseorang tak dikatakan musisi hanya dengan teknik permainanya yang bagus . Kau patut tidak lulus sampai kau mampu menyatukan permainanmu dengan jiwamu . "
Aku ternganga di depan kelas . Aku hampir menangis mendengar ucapan dari Pak Kang . Aku merasa malu sekaligus sadar , bahwa aku memang bersalah . Aku tak benar-benar ingin menjadi Cellis . Aku bermain dengan setengah hati .
" Musik yang mengalun dari Cello mahalmu itu seperti tubuh kosong yang tak memiliki jiwa . Kau harus belajar lebih banyak lagi . ",
Aku mengagguk perlahan . Harga diriku yang tersisa memberiku kekuatan untuk kembali ke bangkuku dan melanjutkan kelas hingga satu jam ke depan .
*** **********
Author POV-
Yuri menghampiri Sooyoung di bangkunya . Dia merasa prihatin akan keadaan Sahabatnya yang masih schok dengan komentar pedas Pak Kang . " Gwencana ? ", sapa Yuri menepuk pundak Sooyoung dengan lembut . " Tahun depan kau pasti lulus .", hibur Yuri yang membuat Sooyoung semakin menderita .
" Aku memang bersalah Yul . Aku tak memainkanya dengan sepenuh hati . Aku hanya terkejut Pak Kang mengatakanya di depanku . ",
" Kau sudah cukup baik tadi . Kau hanya perluh belajar tentang menyatukan teknikmu dengan jiwamu . Aku akan membantumu , "
Sooyoung menatap sahabatnya itu dengan penuh rasa trimakasih . " Apa kau tak lapar ?",
Yuri yang tadi merasa iba pada Sooyoung langsung mengubah wajahnya masam . " Ya ! Jangan bilang kau ingin aku meneraktirmu lagi . "
Sooyoung hanya mengagguk -angguk dengan polos . " JANGAN HARAP!", tegas Yuri kesal . " Kau makan seperti monster . Kau bahkan menghabiskan jatah uang sakuku selama sebulan . Cukup sekali aku tertipu olehmu . " , omel Yuri . Sooyoung merasa tersinggung dengan perkataan Yuri .
" Apa kau kira aku tak bisa membayar makananku sendiri ? Aku juga bisa menteraktirmu . ",
" Ck, ck,ck,ck Choi Sooyoung . Apa kau lupa kau selalu berkata seperti itu di awal . Kemudian pada akhirnya apa? Aku yang membayar semua makananmu . Sudahlan aku mau makan bersama tapi jika kau berjanji akan membayar sendiri makananmu .",
Sooyoung masih kesal dengan penghinaan sahabatnya , tapi memang benar selama ini Yuri sudah sangat baik padanya .
" Baiklah , Kajja. "
" Apa kau yang bernama Choi Sooyoung ?", ujar seorang Yeoja yang mengenakan pakaian mewah . Yuri dan Sooyoung menoleh bersama ke arah yeoja cantik itu. Sekali lirikan saja mereka sudah tahu dia bukan mahasiswa SAS . Dia terlalu berkelas untuk ukuran mahasiswa traineer .
Sooyoung mengamati wajah yeoja asing itu . Sepertinya dia pernah bertemu dengan yeoja ini , tapi Sooyoung lupa kapan dan dimana tepatnya .
" Maaf , apa aku mengenalmu ?",
Yeoja itu tersenyum tipis , jenis senyum yang dipaksakan , " Aku Tifanny . Hwang Stefanny , kekasih Choi Siwon .",
Yuri membelalak kaget ke arah yeoja itu kemudian menatap Sooyoung yang memperlihatkan ekspresi tak terbaca. " Younggi , apa yang sebenarnya terjadi ?".
" Permainan baru di mulai Yuri . Bersiaplah ."
****************

Tidak ada komentar:
Posting Komentar