Hai Reader.....
Ini Fan Fiction ku yang lain selain Nothing On You ....
Baby Don't cry ini terinspirasi dari lagu EXO yang Baby Don't Cry . Tapi maaf sementara Castnya EXO belum ada di FF ini :) - Ada juga jadi Cameo - .
Title : Baby Don't Cry
Author : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )
Main Cast : Choi Sooyoung, Choi Siwon , dan Cho Kyuhyun
Other Cast :
- Hwang Tifanny --> Tifanny
- U Know Yunho DBSK -- > Yunho
- Super Generation
Type : Chapter
Genre : Romance, Friendship, Family
Rating : PG-17 ( All reader who Open mind )
Chapter -1-
Sooyoung melihat jam tangannya
untuk yang kesekian kali . Ini sudah lewat tiga jam dari waktu yang mereka
sepakati . Siwon bukan orang yang
melanggar janji . Pasti ada hal penting yang terjadi hingga dia seterlambat ini
.
Pandangan
Sooyoung menyapu jalanan yang ramai akan muda mudi yang hilir mudik . Mereka
terlihat bahagia . Sejam yang lalu , salju mulai turun . Udara semakin dingin
tapi Sooyoung tak mau beranjak dari
tempatnya . Harapan yang ada di hatinya menghangatkan tubuhnya . Dia bahkan tak
mengenakan jaket tebal , tapi baginya hanya dengan membayangkan kedatangan
Siwon semuanya menjadi terasa baik baik saja .
“
Dia pasti datang . “, batinnya meyakinkan diri sendiri.
*******
“ Aku
mencintaimu , Siwon-shi . Jangan pergi.” , isak Tifanny . Dia tak ingin
kehilangan Siwon , dia tak ingin Siwon pergi darinya . “ Aku mencintaimu ...” ,
Air mata Fanny menggenang di pelupuk matanya . Dia hampir gila karena putus asa
.
Siwon mematung
ditempatnya . Hanya kurang tiga langkah dia menjangkau pintu , tapi perkataan
Tifany membuatnya terhenti . Dia masih tak berani melihat Fanny , walau tahu
gadis itu sekarang pasti sedang mengis . Dia takut jika dia memalingkan dirinya
dia tak akan pernah bisa mundur lagi . Dia tahu ini tidak benar . Sebentar lagi
Fanny akan menikahi sahabatnya . Dia tak boleh goyah , dia juga sudah berjanji
pada Sooyoung .
“ Ku mohon
jangan pergi ....”, pinta Fanny memelas . Siwon mulai bimbang mendengar suara
Fanny yang gemetar . Dia mengengam tanganya dengan erat , seperti dia berusaha
mengontrol kewarasannya . Siwon tak tahu harus berbuat apa dia ingin sekali
menyambut Fanny dan memeluknya dengan erat , tapi sisi jiwanya yang masih waras
menyuruhnya untuk menjauh .
“ Yunho meninggalkanku
.....aku hanya memilikimu saat ini Oppa , aku mohon tetaplah di sisiku.”, sontak
perkataan Fanny menghancurkan semua kendali diri yang dimiliki Siwon . Dia
berpaling pada Fanny , melangkah perlahan ke arah Fanny . Dihapunya air mata
yang mengalir di pipi Fanny,
“ Berhentilah
menngis , aku tak akan pernah meninggalkanmu . “ , ujar Siwon seraya merengkuh
Fanny dalam pelukannya . Dia tak akan pernah rau lagi saat ini , walau dia akan
menyakiti banyak hati , tapi cukup dirinya mengorbankan cintanya untuk
kebahagiaan orang lain . “ Mihane ,
Sooyoung”, ujarnya dalam hati.
*********
Senyum
Sooyoung mulai hilang dari bibirnya . Keputusasaan mulai merayapi hatinya .
Dia sudah berdiri menunggu 7 jam , namun Siwon tak juga datang . Sooyoung
mencoba untuk kesekian kalinya menghubungi ponsel Siwon , “ Maaf telefon yang
handa hubungi untuk sementara tidak dapat dihubungi , silahkan tinggalkan pesan
setelah bunyi Bip. “ . Sooyoung menutup
panggilannya . Air mata sudah mulai menggenang di pelupuk matanya .*
Siwon tak juga
beranjak dari tempatnya . Matahari sudah menyingsing dari persembunyianya .
Semalaman dia menemani Tifanny hingga dia tertidur . Fanny tak ingin ditinggal
sendiri . Dia tertidur dengan menggengam tangan Siwon .
Siwon melirik jam dinding , sudah
pukul 6 pagi . Perlahan Siwon melepaskan genggaman Fanny . Dilihatnya sekali
lagi wajah Fanny yang tertidur . Dia sungguh bahagia , akhirnya cintanya pada
Fanny terbalas . “ Aku harus pulang , nanti kita bertemu lagi . “, bisaiknya di
telinga Fanny yang membuat Fanny mengerjapkan matanya . Pandangan mereka
bertemu , keduanya tersenyum senang . “ Hati hati di jalan Oppa , maaf
membuatmu terjaga semalaman.”, ujar Fanny yang masih mengantuk .
Siwon
tersenyum lembut , kemudian dilayangkan kecupan manis di dahi Fanny . “
Tidurlah , ini masih sangat pagi . “, Fanny mengagguk lemas , kemuduan jatuh
kembali dalam lelap . Perlahan Siwon mengemasi barang – barangnya . Dia meihat
ponselnya yang semalaman tak disentuhnya sama sekali . Dia membuka beberapa
pesan yang masuk . Siwon terhenyak melihat nama Sooyoung di dafar inboxnya .Siwon
melirik ke arah Fanny yang terlelap , kemudian beranjak keluar meninggalkan
kodominium Fanny . “ Apa Sooyoung
menunggunya semalaman . Dia mengirim pesan pukul 1 malam . Mereka janji bertemu pukul 7 . Tuhan , semoga
aku salah kali ini , dia tak mungkin menunggu selam itu . “, batin Siwon
seraya membanting setir menuju rumahnya .
**********
Sooyoung
menangis seharian . Matanya sudah sebesar bola pimpong . Dia benar benar
terlihat jelek dan berantakan . Perutnya hampir tak dikenali lagi karena
menghabiskan kue berdiameter 30 cm sendirian . Badanya terasa tak karuan karena
terlalu lama berdiri di bawah salju . Terlebih lagi hatinya sudah hancur
berkeping –keping . Eommanya terus terusan menguliahinya tentang jam malam ,
hal itu membuat Sooyoung semakin hancur .
Dia tak
beranjak dari sofa kamar semalaman . Dia tak mengganti bajunya yang basah
terkena salju yang mencair . Pantyhousnya
sebau kotoran anjing . Dia menunggu Siwon semalaman , menunggunya menelefonya
meminta maaf , atau setidaknya sebaris pesan penyesalan karena membiarkannya
menunggu dengan harapan kosong . Hingga pukul 7 pagi tak ada tanda-tanda Siwon
akan mengirim pesan , hal itu semakin menghancurkan hati Sooyoung . Mulanya dia
khawatir sesuatu terjadi pada Siwon , tapi kekahwatiran itu terhapus oleh
kemarahan yang berlanjut kesedihan .
“
Younggiiiiiiiiiiiiiiiiiii.............. ”, Sooyoung menutup telinganya dengan
kedua telapak tanganya . Demi Tuhan ini masih terlalu pagi untuk Eommanya
memeriakinya sekuat itu . Ommanya melihat berkeliling , amarahnya kembali
tersulut melihat keadaan kamar Sooyoung yang berantakan . “ Ya ! Kenapa kau tak
pernah mendengar nasehatku, kamarmu ....ya Tuhan kau itu seorang gadis ....”
“ Omma!” ,
potong Sooyoung , air matanya mengalir semakin deras . “ Aku mohon tinggalkan
aku sendiri , nanti ...nati kau bisa memarahiku sepuas hati . Huwaaaaaa”, Sooyoung menangis meraung membuat Eommanya
kalang kabut .
“ Ya ,,,,ya
,,,diam ini masih pagi , kecilkan suaramu . “, bujuk Emmanya .
Sooyoung
menangis semakin kencang . Dia tak peduli semua orang mendengarnya menangis ,
Dia tak peduli semua tetangganya mengiranya gila.
“ Anak bodoh
...aku bilang diam .”, gertak Eommanya seraya memukul kepala Sooyoung . “
Kenapa anak ini ...”, gerutu Eomma Sooyoung yang melihat Sooyoung semakin
menjadi .
“ Tinggalkan
aku sendiri Eomma . Aku menginginkan privasi . Sesuatu yang tak pernah kumiliki
selama 23 tahun ini . “,
“ Anak Bodoh
,,,, aku bilang kecilkan suaramu . “ teriak Nyonya Choi . “ Lagi pula hal apa
yang membuatmu menangis seperti orang gila ....bau apa ini ?”, Nyonya Choi
mengendus sekitarnya mencoba mendeteksi sumber bau hangus yang menggangu indra
penciumanya . “ Oh Tuhan .... aku lupa masakanku !”, teriaknya secara
berlebihan kemudian terbirit menuju lantai bawah meninggalkan Sooyoung sendiri
dalam tangisan .
“ Tuhan kenapa
kau menempatkan aku diantara orang – orang konyol seperti keluargaku .
Huwaaaaaaa . “
***************
TBC -
Mihane ya kalau jelek :) dan banyak typo bertebaran. Maaf baru pertama bikin FF ....
Mohon kritik dan sarannya ya ... Don't be silent reader ....
Salam Olah Raga :p ( Author Galau Jodoh dan Gila Bola )
Mihane ya kalau jelek :) dan banyak typo bertebaran. Maaf baru pertama bikin FF ....
Mohon kritik dan sarannya ya ... Don't be silent reader ....
Salam Olah Raga :p ( Author Galau Jodoh dan Gila Bola )

Siwon Oppa koq begitu sih sama Sooyoung eonni? :)
BalasHapuskeren Author
gumawo hyejoongsunee :)
Hapusjangan blg jadjnya sifanny bukan soowon -_-
BalasHapus