Minggu, 01 Juli 2012

[ FF ] Baby Don't Cry - Chapter 1-


Hai Reader.....

Ini Fan Fiction ku yang lain selain Nothing On You ....
Baby Don't cry ini terinspirasi dari lagu EXO yang Baby Don't Cry . Tapi maaf sementara Castnya EXO belum ada di FF ini :) - Ada juga jadi Cameo - .





Title              : Baby Don't Cry 
Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )
Main Cast     : Choi Sooyoung, Choi Siwon , dan Cho Kyuhyun
Other Cast    :
  • Hwang Tifanny --> Tifanny 
  • U Know Yunho DBSK -- > Yunho 
  • Super Generation 
Type            : Chapter
Genre          : Romance, Friendship, Family
Rating          : PG-17 ( All reader who Open mind )

Chapter -1-
 
Sooyoung melihat jam tangannya untuk yang kesekian kali . Ini sudah lewat tiga jam dari waktu yang mereka sepakati .  Siwon bukan orang yang melanggar janji . Pasti ada hal penting yang terjadi hingga dia seterlambat ini .
Pandangan Sooyoung menyapu jalanan yang ramai akan muda mudi yang hilir mudik . Mereka terlihat bahagia . Sejam yang lalu , salju mulai turun . Udara semakin dingin tapi  Sooyoung tak mau beranjak dari tempatnya . Harapan yang ada di hatinya menghangatkan tubuhnya . Dia bahkan tak mengenakan jaket tebal , tapi baginya hanya dengan membayangkan kedatangan Siwon semuanya menjadi terasa baik baik saja .
                “ Dia pasti datang . “, batinnya meyakinkan diri sendiri. 


*******

“ Aku mencintaimu , Siwon-shi . Jangan pergi.” , isak Tifanny . Dia tak ingin kehilangan Siwon , dia tak ingin Siwon pergi darinya . “ Aku mencintaimu ...” , Air mata Fanny menggenang di pelupuk matanya . Dia hampir gila karena putus asa .
Siwon mematung ditempatnya . Hanya kurang tiga langkah dia menjangkau pintu , tapi perkataan Tifany membuatnya terhenti . Dia masih tak berani melihat Fanny , walau tahu gadis itu sekarang pasti sedang mengis . Dia takut jika dia memalingkan dirinya dia tak akan pernah bisa mundur lagi . Dia tahu ini tidak benar . Sebentar lagi Fanny akan menikahi sahabatnya . Dia tak boleh goyah , dia juga sudah berjanji pada Sooyoung .
“ Ku mohon jangan pergi ....”, pinta Fanny memelas . Siwon mulai bimbang mendengar suara Fanny yang gemetar . Dia mengengam tanganya dengan erat , seperti dia berusaha mengontrol kewarasannya . Siwon tak tahu harus berbuat apa dia ingin sekali menyambut Fanny dan memeluknya dengan erat , tapi sisi jiwanya yang masih waras menyuruhnya untuk menjauh .
“ Yunho meninggalkanku .....aku hanya memilikimu saat ini Oppa , aku mohon tetaplah di sisiku.”, sontak perkataan Fanny menghancurkan semua kendali diri yang dimiliki Siwon . Dia berpaling pada Fanny , melangkah perlahan ke arah Fanny . Dihapunya air mata yang mengalir di pipi Fanny,
“ Berhentilah menngis , aku tak akan pernah meninggalkanmu . “ , ujar Siwon seraya merengkuh Fanny dalam pelukannya . Dia tak akan pernah rau lagi saat ini , walau dia akan menyakiti banyak hati , tapi cukup dirinya mengorbankan cintanya untuk kebahagiaan orang lain . “ Mihane , Sooyoung”, ujarnya dalam hati.

*********
Senyum Sooyoung mulai hilang dari bibirnya . Keputusasaan mulai merayapi hatinya . Dia sudah berdiri menunggu 7 jam , namun Siwon tak juga datang . Sooyoung mencoba untuk kesekian kalinya menghubungi ponsel Siwon , “ Maaf telefon yang handa hubungi untuk sementara tidak dapat dihubungi , silahkan tinggalkan pesan setelah bunyi Bip. “ .  Sooyoung menutup panggilannya . Air mata sudah mulai menggenang di pelupuk matanya .*
Siwon tak juga beranjak dari tempatnya . Matahari sudah menyingsing dari persembunyianya . Semalaman dia menemani Tifanny hingga dia tertidur . Fanny tak ingin ditinggal sendiri . Dia tertidur dengan menggengam tangan Siwon .
Siwon melirik jam dinding , sudah pukul 6 pagi . Perlahan Siwon melepaskan genggaman Fanny . Dilihatnya sekali lagi wajah Fanny yang tertidur . Dia sungguh bahagia , akhirnya cintanya pada Fanny terbalas . “ Aku harus pulang , nanti kita bertemu lagi . “, bisaiknya di telinga Fanny yang membuat Fanny mengerjapkan matanya . Pandangan mereka bertemu , keduanya tersenyum senang . “ Hati hati di jalan Oppa , maaf membuatmu terjaga semalaman.”, ujar Fanny yang masih mengantuk .
Siwon tersenyum lembut , kemudian dilayangkan kecupan manis di dahi Fanny . “ Tidurlah , ini masih sangat pagi . “, Fanny mengagguk lemas , kemuduan jatuh kembali dalam lelap . Perlahan Siwon mengemasi barang – barangnya . Dia meihat ponselnya yang semalaman tak disentuhnya sama sekali . Dia membuka beberapa pesan yang masuk . Siwon terhenyak melihat nama Sooyoung di dafar inboxnya .Siwon melirik ke arah Fanny yang terlelap , kemudian beranjak keluar meninggalkan kodominium Fanny . “ Apa Sooyoung menunggunya semalaman . Dia mengirim pesan pukul 1 malam . Mereka janji bertemu pukul 7 . Tuhan , semoga aku salah kali ini , dia tak mungkin menunggu selam itu . “, batin Siwon seraya membanting setir menuju rumahnya . 

**********

Sooyoung menangis seharian . Matanya sudah sebesar bola pimpong . Dia benar benar terlihat jelek dan berantakan . Perutnya hampir tak dikenali lagi karena menghabiskan kue berdiameter 30 cm sendirian . Badanya terasa tak karuan karena terlalu lama berdiri di bawah salju . Terlebih lagi hatinya sudah hancur berkeping –keping . Eommanya terus terusan menguliahinya tentang jam malam , hal itu membuat Sooyoung semakin hancur .
Dia tak beranjak dari sofa kamar semalaman . Dia tak mengganti bajunya yang basah terkena salju yang mencair . Pantyhousnya sebau kotoran anjing . Dia menunggu Siwon semalaman , menunggunya menelefonya meminta maaf , atau setidaknya sebaris pesan penyesalan karena membiarkannya menunggu dengan harapan kosong . Hingga pukul 7 pagi tak ada tanda-tanda Siwon akan mengirim pesan , hal itu semakin menghancurkan hati Sooyoung . Mulanya dia khawatir sesuatu terjadi pada Siwon , tapi kekahwatiran itu terhapus oleh kemarahan yang berlanjut kesedihan .
“ Younggiiiiiiiiiiiiiiiiiii.............. ”, Sooyoung menutup telinganya dengan kedua telapak tanganya . Demi Tuhan ini masih terlalu pagi untuk Eommanya memeriakinya sekuat itu . Ommanya melihat berkeliling , amarahnya kembali tersulut melihat keadaan kamar Sooyoung yang berantakan . “ Ya ! Kenapa kau tak pernah mendengar nasehatku, kamarmu ....ya Tuhan kau itu seorang gadis ....”
“ Omma!” , potong Sooyoung , air matanya mengalir semakin deras . “ Aku mohon tinggalkan aku sendiri , nanti ...nati kau bisa memarahiku sepuas hati . Huwaaaaaa”,  Sooyoung menangis meraung membuat Eommanya kalang kabut .
“ Ya ,,,,ya ,,,diam ini masih pagi , kecilkan suaramu . “, bujuk Emmanya .
Sooyoung menangis semakin kencang . Dia tak peduli semua orang mendengarnya menangis , Dia tak peduli semua tetangganya mengiranya gila.
“ Anak bodoh ...aku bilang diam .”, gertak Eommanya seraya memukul kepala Sooyoung . “ Kenapa anak ini ...”, gerutu Eomma Sooyoung yang melihat Sooyoung semakin menjadi .
“ Tinggalkan aku sendiri Eomma . Aku menginginkan privasi . Sesuatu yang tak pernah kumiliki selama 23 tahun ini . “,
“ Anak Bodoh ,,,, aku bilang kecilkan suaramu . “ teriak Nyonya Choi . “ Lagi pula hal apa yang membuatmu menangis seperti orang gila ....bau apa ini ?”, Nyonya Choi mengendus sekitarnya mencoba mendeteksi sumber bau hangus yang menggangu indra penciumanya . “ Oh Tuhan .... aku lupa masakanku !”, teriaknya secara berlebihan kemudian terbirit menuju lantai bawah meninggalkan Sooyoung sendiri dalam tangisan .
“ Tuhan kenapa kau menempatkan aku diantara orang – orang konyol seperti keluargaku . Huwaaaaaaa . “
***************

TBC -

Mihane ya kalau jelek :) dan banyak typo bertebaran. Maaf baru pertama bikin FF .... 
Mohon kritik dan sarannya ya ... Don't be silent reader ....

Salam Olah Raga :p ( Author Galau Jodoh dan Gila Bola )
 

3 komentar:

  1. Siwon Oppa koq begitu sih sama Sooyoung eonni? :)
    keren Author

    BalasHapus
  2. jangan blg jadjnya sifanny bukan soowon -_-

    BalasHapus