Annyeong haseyo Chinggu :) ....
Adaya seneng banget deh hari ini , jadi semangat ngelanjutin FF karena ternyata ada yang peduli dan mau Comment , walau gak disini ^.^ . Chapter ini saya persembahkan khusus untuk Auralia Zalzabila II yang menjadi pengomentar pertama FF Baby Don't Cry ... Saya harap kamu menikmatinya Aur ..... Happy reading buat reader yang lain ......
Title : Baby Don't Cry
Author : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )
Main Cast : Choi Sooyoung, Choi Siwon , dan Cho Kyuhyun
Other Cast : Hwang Tifanny --> Tifanny ,Seohyun SNSD , Super Generation, DBSK
Type : Chapter
Genre : Romance, Friendship, Family
Rating : PG-17 ( All reader who Open mind )
Chapter -5-
Siwon POV -
Aku mengantar Fanny hingga depan pintu kodominiumnya . Sebenarnya aku ingin sekali segera meninggalkan Fanny dan menemui Sooyoung untuk menjelaskan segala kekacauan ini . Tujuanku sejak awal mengunjungi SAS adalah menemui Sooyoung dan meminta maaf atas kejadian malam sebelumnya .
" Terimakasih, hari ini aku
sangat bahagia.” ujar Tifanny dengan senyuman ceria terlukis di wajah cantiknya . "Kapan kita bisa bertemu lagi?”, lanjutnya dengan nada manja .
Mungkin hanya Fanny satu-satunya orang yang berbahagia dalam kekacauan ini . Sejujurnya aku sudah tak sanggup untuk berpura-pura senang dengan tindakanya yang kekanakan . Fanny membuatku merasa seperti laki-laki lemah yang tak bisa menyelesaikan urusannya sendiri dengan menemui Sooyoung seperti itu . "Tidak tahu, mungkin aku tidak ada waktu , juga tidak punya tenaga lagi untuk bermain denganmu.”, sejujurnya ini adalah kata-kata terkasar yang pernah aku ucapkan pada Fanny .
Fanny mengerutkan wajahnya , dia melakukan itu saat dia kesal akan sesuatu . " Oh ! Aku hampir lupa . Bantu aku memakai ini, Oppa. ", Fanny menyerahkan kotak perhiasan yang didalamnya berisi kalung yang sama persis dengan kalung keberuntunganku . Dia bersikeras ingin memiliki kalung yang sama persis dengan kalung yang saat ini sudah menjadi milik Sooyoung itu.
Aku menerima kotak itu dan mengambil kalung yang ada di dalamnya . Aku membuka pengaitnya sebelum mengalungkanya ke leher Fanny . Entah kenapa aku ingin sekali segera berlari menemui Sooyoung saat ini . Tapi pengait itu tak juga terkancing , aku ingin sekali mengumpat sebelum sadar kalau Fanny ada di hadapanku .
" Pelan-pelan , Oppa ! Semakin buru-buru semakin lama terkancing .", ujar Fanny sarat akan makna . " Apa kau terburu-buru karena ingin segera menemuinya ?", aku tahu Fanny akan menanyakan hal itu .
Aku tak menjawab pertanyaanya . Aku tak mau berbohong padanya . Tapi aku juga tak ingin menyakitinya dengan berkata jujur .
"Kau milikku Oppa . Terserah apa yang dipikirkan orang lain tentangku . Aku tak akan menyerahkanmu pada gadis lain . Bagaimana orang lain memakiku , mengataiku menyebalkan , aku akan mempertahankanmu di sisiku. " ,
“Sudah terpasang”, sahutku . Fanny memandang antusias ke arah kalung yang melingkari lehernya. "Masuklah udara di luar sangat dingin !" , tukasku halus mencoba mengakhiri pertemuan kami.
“Sudah terpasang”, sahutku . Fanny memandang antusias ke arah kalung yang melingkari lehernya. "Masuklah udara di luar sangat dingin !" , tukasku halus mencoba mengakhiri pertemuan kami.
Fanny mengagguk perlahan . Dia memberiku sebuah kecupan ringan di bibir sebelum melangkahkan kakinya memasuki kodominiumnya . " Good Night .", untuk terakhir kalinya kami saling bertatapan aku hanya membalasnya dengan senyuman kecil .
Aku tak tahu perasaan apa ini , tapi sepertinya ada beban yang terangkat dari pundakku saat melihat Fanny menutup pintunya . Aku terpaku sejenak di depan pintu Fanny sebelum melangkahkan kakiku memasuki lift . Ini sudah terlalu larut untuk menemui Sooyoung . Aku berharap besok Sooyoung masih mau menemuiku . Aku bahagia Fanny akhirnya menerima cintaku. Tapi segalanya menjadi salah karena saat ini aku masih terikat dengan Sooyoung . Aku tak tahu apa Sooyoung masih mengagap aku kekasihnya setelah kejadian siang tadi . Tapi tak ada salahnya mencoba.
*****************
Author POV -
Sooyoung sedang berdiri di balkon kamarnya . Dia mencoba mencerna segala kejadian yang menimpanya hari ini. Kesialan bertubi-tubi meghampirinya , tapi entah kenapa dia merasa sangat bersyukur pada Tuhan . Setidaknya setelah ini dia akan menjadi pribadi yang lebih kuat dari sebelumnya .
Walau hari ini Siwon menorehkan luka di hatinya , tapi Siwon juga pernah membuatnya bahagia . Sooyoung baru ingat dia pernah melihat Fanny di suatu tempat sebelumnya, " Dimana aku pernah melihatnya ? , " Sooyoung berusaha memutar memorinya ke belakang , dia ingat tak hanya sekali melihat wajah Fanny ." Lukisan itu ?", Sooyoung mengingat Siwon memasang lukisan seorang wanita di ruang kerjanya di SA , Soyoung tak pernah mengira wanita yang ada dalam lukisa itu adalah sesorang yang dikenal Siwon di kehidupan nyata. "Kau benar-benar bodoh Sooyoung. Kenapa kau tak menyadarinya selama ini . ",
Suara hembusan angin membawa musik yang menenangkan hati Sooyoung . Samar-samar Sooyoung mendengar sebuah alunan lagu yang datang dari kamar Unnienya . Dia menajamkan pendengaran untuk memastikan alunan merdu itu . " Un día llegaré con un disfraz, Te desalmaré ni cuenta te darás,Para entregarte el corazón, Despacio te iré amando más...... " , secara tak sadar Sooyoung ikut melantunkan lagu dari Andalusia itu .
Walau hari ini Siwon menorehkan luka di hatinya , tapi Siwon juga pernah membuatnya bahagia . Sooyoung baru ingat dia pernah melihat Fanny di suatu tempat sebelumnya, " Dimana aku pernah melihatnya ? , " Sooyoung berusaha memutar memorinya ke belakang , dia ingat tak hanya sekali melihat wajah Fanny ." Lukisan itu ?", Sooyoung mengingat Siwon memasang lukisan seorang wanita di ruang kerjanya di SA , Soyoung tak pernah mengira wanita yang ada dalam lukisa itu adalah sesorang yang dikenal Siwon di kehidupan nyata. "Kau benar-benar bodoh Sooyoung. Kenapa kau tak menyadarinya selama ini . ",
Suara hembusan angin membawa musik yang menenangkan hati Sooyoung . Samar-samar Sooyoung mendengar sebuah alunan lagu yang datang dari kamar Unnienya . Dia menajamkan pendengaran untuk memastikan alunan merdu itu . " Un día llegaré con un disfraz, Te desalmaré ni cuenta te darás,Para entregarte el corazón, Despacio te iré amando más...... " , secara tak sadar Sooyoung ikut melantunkan lagu dari Andalusia itu .
Terjemahan : Suatu hari aku kan datang , untuk melucuti hatimu tanpa kau sadari . Aku akan memberikan hatiku padamu ,perlahan aku akan semakin mencintaimu . Aku akan menjaga dirimu selalu dalam suka duka di siang dan malam ....... ( ini lagu enak banget loo reader , ini Adaya promosi , judulnya La Usurpadora :))
Sooyoung merasa lagu itu tepat menggambarkan rasa cintanya pada Siwon saat ini . Ketenanganya dirusak oleh dering Ponsel yang ada di sakunya . Sooyoung melihat nama yang tertera di desktop ponselnya , matanya terbelalak untuk sesaat . Sooyoung menghela nafas sebelum menerima panggilan itu .
" Yaboseyo",suara namja itu membuat jantung Sooyoung berhenti berdetak.
Sooyooung POV -
Sooyooung POV -
" Yaboseyo . ", Ya Tuhan , ini benar-benar dia . Apa dia menelefonku untuk menyelesaikan masalah kami secara jelas? Apa dia menelefonku untuk mengakhiri hubungan kami ? Aku tahu tindakan Siwon Oppa sudah menjurus ke hal itu , tapi aku masih tak siap dengan segalanya .
" Yaboseyo....", aku menjawabnya dengan suara lirih . Aku tak tahu kenapa secara tiba-tiba pita suaraku melemah .
" Soo ... apa aku menggangumu ?", sepertinya bukan hanya aku yang merasa canggung dalam situasi ini.
" Anio . Kau tak menggaguku . ", aku menjawabnya sedikit ketus . Sedikit berlebihan memang, tapi hatiku sudah cukup kesal dan lelah ? .
" Ah !", hanya Ah ? Aku menunggunya melanjutkan ucapanya , tapi Siwon Oppa masih saja terdiam hingga 3 menit berlalu . Aku melirik ke arah jam dinding yang ada di kamarku , sudah pukul 11 .20 malam .
" Miane Shiwon-shi , tapi apa sebenarnya yang ingin kau bicarakan ?", aku kembali melayangkan serangan ketus .Aku bisa mendengarkan dia tercekat saat aku memanggilnya Shiwon-shi . Andai saja Siwon Oppa tahu aku melakukan ini hanya untuk mempertahankan harga diriku . Andai saja dia tahu saat ini aku sedang mengepalkan tanganku untuk meredakan getaran sedih yang mulai merayapi hatiku . Andai dia tahu aku masih sangat mencintainya .
" Miane , Soo ..apa kau ada waktu besok ? ", tanyanya . Aku tahu dia tak akan memutuskanku melalui telefon , bagaimanapun Siwon adalah laki-laki yang punya etika . Tapi dengan menundanya hingga esok artinya aku tak akan bisa tidur lagi malam ini karena memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi esok .
" Entahlah , aku belum memastikan jadwalku. " , aku berbohong sedikit kali ini . Aku tak ingin dengan mudah mengiyakan permintaanya . Aku ingin melihatnya sedikit berusaha .
" Ehmmm ..maukah kau memberitahuku jika kau ada waktu ?", Kena kau Siwon . Sebenarnya aku ingin tertawa , karena suara Siwon yang terdengar sedikit JENGKEL ? . Aku tak akan menyerah semudah itu , jika akhirnya aku yang akan menangis kehilanganya kenapa aku tak mempermainkan prinsipnya lebih lama lagi ?,
" Baik . Lihat saja besok . Apa hanya itu ? ", Ya Tuhan kenapa aku menikmati hal ini .
" Ne . Maaf menggangu, Soo . Selamat malam ?.", Siwon Oppa menungguku menjawab selamat malam seperti biasanya , tapi entah kenapa aku sedang ingin membuatnya kesal . Aku menutup telefonya tanpa membalas ucapan Selamat malamnya . Aku tersenyum memandang Ponselku .
" Aku sangat keren . Kena kau Choi Siwon !. ", Aku mulai merebahkan diriku di atas tempat tidur, senyum kebanggan masih terkembang di wajahku . " Beginikah rasanya balas dendam ? Pantas saja drama dengan tema balas dendam selalu mendapat rating tinggi . Ternyata rasanya senikmat ini .", Aku terdiam sejenak , mencoba mereka ulang percakapan kami lalu aku menyadari sesuatu yang FATAL? . " OMO ! Apa benar dia menelefonku untuk mengakhiri hubungan? ", aku kembali terduduk di tempat tidur . " Atau .........." aku takut mengucapkannya , " Dia ingin meminta maaf padaku ?", semakin lama aku memikirnya semakin aku merasa bodoh . Sepertinya aku telah merusak satu-satunya kesempatan yang ada untuk kembali padanya.
" Andwaeeeeeeeeeeee ..................!!!!!!!!!!!", jeritku membelah malam .
*******************
Jika ada orang yang mengatakan padamu kalau sahabatmu akan menangis bersama penderitaanmu maka TAMPAR orang itu ? Kenapa ? Tentu saja saat ini aku sedang menyaksikan bukti nyata kalau perkataan itu hanya bualan belaka .Yuri sedag tertawa terpingkal di hadapanku . Menit yang lalu aku menceritakan kejadian semalam , insiden bodoh yang terjadi akibat terlalu banyak menonton drama bertema balas dendam . Sungguh hal seperti itu tak patut dicontoh dalam kehidupan . Kenapa? Alasanya sederhana , karena life isn't movie .
Aku memandang Yuri dengan tatapan ingin membunuh , tapi yeoja itu tak juga menghentikan tawanya. " Ya ! Kwon Yuri , kalau kau tak segera mengehentika tawamu , jangan salahkan aku jika aku membuatmu tak bisa tertawa lagi seumur hidup!", ancamku , karena mulai malu orang-orang yang ada di caffetaria SAS mulai memperhatikan kami .
" Mian ... tunggu tapi bagaimana kau bisa sebodoh itu Soo . hahahahahhaa ...", Yuri menyemburkan tawanya kembali . Aku hanya bisa menggaruk-garuk rambutku dengan sebal .
" Lalu ? Apa Siwon Oppa sudah menjelaskan bagaimana hubunganya dengan Fanny ?", tanya Yuri setelah bisa menguasai dirinya .
Aku menggeleng sebal . " Seperti yang ku bilang , kami tak bicara banyak . Mulanya aku berfikir mungkin aku tak akan ada harapan lagi dengannya , tapi setelah aku berfikir semalaman Siwon terdengar tulus waktu mengajak bertemu . Aku merasa sangat bodoh karena bersikap terlalu mendramatisir ."
" Aku rasa Siwon Oppa masih memiliki perasaan padamu . Lagi pula saat ini kau masih berstatus kekasihnya . Kau tak boleh menyerah Soo . Kau harus mempertahankannya , jika kau benar-benar menyukai Siwon Oppa pertahankan dia dengan segala cara . Jangan sampai kau memberi kesempatan pada wanita manja itu untuk berdekatan dengan Siwon . ", ujar Yuri dengan penuh kebencian pada Fanny . Aku melirik ke siku Yuri yang terbalut perban karena kekacauan kemarin .
Aku memikirkan Fanny , memikirkan bagaimana perasaanya , dan bagaimana jika aku berada di posisinya . " Apa kau tidak merasa Fanny sangat manis ? Aku iri dengannya . ",
Yuri hampir tersedak minumannya . " Soo ?? Apa kau gila ? Bagaimana kau bisa salut pada wanita bar-bar itu . "
" Walau sifatnya dikategorikan kelainan ,tapi bukankah itu juga sebuah keberanian ? . Aku tahu mungkin Siwon Oppa bisa direbut olehnya , tapi bukankah bagi Fanny aku yang merebut Siwon Oppa darinya ?", Yuri terdiam . " Aku melihat lukisan Fanny terpajang di ruangan kerja Siwon Oppa selama ini , mulanya aku mengira itu hanya wanita mana saja yang menjadi model lukisan . Aku tak tahu kalau Siwon Oppa begitu mencintai Fanny hingga memajang lukisanya di tempat dia paling sering menghabiskan waktu selain rumahnya ."
" Jadi maksudmu yang menjadi pihak ketiga antara mereka adalah KAU ? Choi Sooyoung , apa kau salah minum obat hari ini ?",
Aku tak menjawab prtanyaan Yuri . Seperti ada ilham yang menghampiriku , aku seperti bisa memaklumi sikap Fanny , bisa membaca kenapa dia bertindak seperti itu . "Fanny mencintai Siwon Oppa , itu bukan salahnya . Bukankah Siwon Oppa juga mencintainya dengan sepenuh hati . Apa itu salah ?",
Yuri tak tahu harus menyadarkanku dengan cara apa , akhirnya dia memutuskan untuk diam di tempatnya . Wajahnya tertekuk tak setuju . " Kenapa kau jadi seperti ini ? Apa yang merasukimu . Kau harus mempertahankan Siwon , itu intinya . "
"Apa aku harus begitu ?",
"Tentu saja . ",
" Tapi ..jika Siwon Oppa benar ingin pergi , walau aku menangis dan menahanya ,bukankah itu tak ada artinya bagi Oppa ? Lalu kenapa aku harus khawatir dan mempermalukan diri dihadapannya ?".
Yuri ingin menjawab pernyataanku tetapi sesuatu menahannya . Pandangan Yuri beralih lurus melewatiku . "Berani sekali wanita itu menampakkan batang hidungnya di sini lagi !", aku mengikuti pandangan Yuri dan benar saja Tifanny berdiri di sana dengan penampilan apiknya , senyum terkembang diwajahnya . Banyak namja mengerumuninya , semuanya menawarkan bantuan pada Fanny yang terlihat sedang mencari seseorang . Mencariku ?
Tanpa aku sadari Yuri sudah bergegas menuju Fanny . Aku dengan segera mengejar Yuri yang sepertinya sudah dikuasai amarah . " Siapa yang menyuruhmu ke sini ?",
" Yuri hentikan . ", bujukku .
Fanny ada di sana memandang kami dengan tatapannya yang menghina . " Aku ingin menemui Sooyoung ? Apa tidak boleh . ", aku terkejut ternyata dugaanku benar .
" Apa yang membawamu kesini ? Aku sedang tidak ada mood untuk bertengkar . ", jawabku akhirnya .
Fanny memberikan senyum licik padaku . Dia menoleh ke leherku , ke arah kalung kristal itu LAGI ?, " Aku hanya ingin bilang kalau aku tak akan khawatir lagi soal kedekatanmu dengan Siwon Oppa . Karena dia sudah berjanji akan segera menyingkirkanmu dari kehidupannya . ", ujarnya dengan nada yang lembut .Dia kemudian mengeluarkan sebuah kalung dari tas kecilnya , kalung kristal yang sama seperti yang diberikan Siwon Oppa padaku .
" Kau lihat ini buktinya . Tapi aku sudah tak membutuhkan kalung ini lagi . Kau bisa menyimpannya kalau mau . Sekarang aku lega karena ternyata kalung yang kau kenakan itu tak ada artinya bagi Siwon Oppa. ", ujar Fanny seraya menjatuhkan kalung kristal itu . Dia masih memasang senyum diwajahnya .
" Aku harap kejadian kemarin tak membuatmu besar kepala , aku ingin kau sadar satu hal Siwon Oppa tak pernah mencintaimu . ",
" Berani sekali wanita ini ....", aku terkejut ternyata Yuri sudah menyerang Fanny , mereka bergulat di tanah . Saling mencakar dan menjambak rambut satu sama lain . Ya Tuhan kenapa segalanya selalu berakhir seperti ini . Aku berusaha memisahkan Yuri dan Fanny ,tapi tenaga dua orang yang saling membenci ini membuatku kwalahan .
" Hentikan Yuri , hentikan ...aaaaaaaaaa.", mataku tak sengaja terkena siku lancip Tifanny saat berusaha memisahkan mereka . " Seseorang tolong aku ...", jeritku pada kerumunan yang hanya menyaksikan kekacauan ini .
" HENTIKAN !",suara bariton yang tak asing itu membelah kerumunan , membuat keramaian ini menjadi keheningan . Aku sedang menghalangi Yuri melayangkan tinjunya pada Fanny saat Siwon datang . Dia mengamati keadaan di hadapanya , ada kerut tak setuju tergaris di wajahnya . Tatapan kami sempat bertemu sesaat , sampai kami mendengar Fanny menangis di tanah .
Aku menoleh ke arah Fanny yang sama berantakannya dengan Yuri . Dia kembali memasang wajah lemahnya . Aku mengernyit tak percya , bagaimana bisa dia menangis semudah itu .Siwon Oppa menghampirinya , sama seperti kemarin Siwon Oppa menanyakan keadaan Fanny . Aku sudah tahu akhir ceritanya akan sama seperti yang lalu . Sejujurnya aku merasa sedih melihat ini lagi . Harapan kecil yang tertanam di lubuk hatiku seakan sirnah melihat pemandangan di depanku.
" Sakit sekali Oppa . Mereka mengganguku . Aku hanya ingin berkunjung ....", rengek Fanny seperti kemarin. Siwon Oppa membantunya untuk berdiri , dia menepis beberapa debu yang menempel di baju Fanny .
" Miane Fanny , Yuri tidak sengaja melakukannya . ", ujarku akhirnya .
Fanny memandangku dengan penuh kebencian dari balik matanya yang bersimbah air mata , " Jelas -jelas kau sengaja . Kau dan temanmu memang ingin menyakitiku . Kau membenciku . Kau berpura-pura lembut di depan Oppa . Aku membencimu ..aku membencimu orang sepertimu ... Kau wanita bus...",
PLAK ... Suara tamparan itu membuat Fanny terbungkam . Bukan , bukan hanya Fanny yang tercengang , semua mata yang memandang tidak pernah menyangka kejadian seperti itu akan terjadi . Aku menoleh pada Yuri yang menutup mulutnya dengan sebelah tangan karena tak menyangka Siwon akan melakukan tindakan seperti itu .
" Oppa ......", rintih Fanny tak sengaja , dia masih terkejut dengan tamparan Siwon .
" Sudah cukup . Hentikan Fanny ! Sekarang minta maaf kepada Yuri dan Sooyoung !", mulut Fanny bergetar , sepertinya air mata akan semakin berderai dari matanya .
Fanny memandangku . Bukan dengan tatapan keji seperti tadi , bukan juga tatapan benci . Tatapan ini membuatku merasa bersalah padanya , dia benar-benar telihat sedih . " Miane ....", ujarnya lirih dengan bibir bergetar .
Aku menganguk perlahan. Siwon menggandeng tangan Fanny menjauh dari keruman . Aku mencoba mencari petunjuk di matanya , tapi Siwon Oppa menghindari bertatap muka denganku . " Tunggu . ", aku sudah tak tahan dengan situasi yang mnggantung ini , sebaiknya aku yang memulai segalanya .
" Jaga kekasihmu dengan baik . Jangan sampai dia salah paham lagi soal hubungan kita . " , aku mencoba tersenyum. Aku tahu ini adalah senyuman paling kaku sepanjang hidupku . " Hubungan kita sudah berakhir . Bukankah begitu , Oppa ?",
Siwon memandangku dengan tatapan sedih . Sebelum dia menagguk lemas . Aku melihat tanganya menggengam Fanny lebih erat . " Selamat tinggal . ", ujarnya sebelum berlalu bersama Fanny . Aku menorehkan senyum sendu di wajahku memandangnya semakin jauh hingga tak terjangkau lagi oleh pengelihatanku .
***********************
-TBC-
Akhirnya rampung juga Chapter 5 yang melelahkan ini ...
Gmana Chinggu ? Baguskah ? Atau jelek? Semoga bagus ya ... Adaya lagi gak ada ide soalnya :)
Semoga readers penimakti FF ini ....
Maaf ya kalo ada Taypo bertebaran .......
Tinggalkan jejak ya nggu , biar Adaya semangat ngelanjutinya ....
Good Nite ...
Bye Bye ...... :*
Clue Next Chapter : Walai di chapter ini Kyuhyun gak muncul sama sekali bukan bearti dia cuman cameo di chapter sebelumnya . Dia akan muncul di Chapter berikutnya Nggu , karena Adaya putuskan untuk membagi 2 chapter ini , karena kalo jadi satu kepanjangan dan gak enak dibaca , jadi tetep tongkrongin blog ini yaaa ... Siapa yang akan menjadi kekasih Soyoung akhirnya ? Apa Siwon benar-benar memilih Fanny ? Jangan bosen yaaa .... :)

annyeoong~
BalasHapusSebelumnya maaf chingu, baru komen di part ini, soalnya ngebyr bacanya hehe
Jinjja suka banget sma ff.nya :) tapi kasian banget sama soo unnie.nyaa :'(
Lanjut ya chingu, daebak!
anyeoong Novie ..... #histeris
Hapusgwencana Chingu , gumawo sudah mau comment dan sempetin kunjungi blog Adaya :) ,Comment pertama yang muncul di blog ini :) # terharu sambil joget kucek mata alah TaeTiSeo :p
Ne, sebenernya gak tega juga nulisnya . Tapi ide yang menempel di kepala saya maunya begitu :( ,,,,, mian ya ....
Sekali lagi adaya ucapin makasih ya karena udah comment dan mampir *bow ....
Annyeong Onnie ,,
BalasHapusaKu nongol lagi di sni , haha
Onnie FF,x Daebak ,, aku nunggu* part ini smbil berdebar debar *lebay mode on* .. onnie part slanjutx jgan lama* ngepost,x yah ,,
Onnie hwaiting ,,
annyeong indrhy :)# ketemu lagi....:p
Hapusjinjja unnie seneng banget baca comment kamu :) seperti isi energy buat nulis lanjutanya ....
Gumawo dah baca karya unnie , ne secepatnya unnie akan selesaikan :)# masih bertapa di gua SMTown ini :p
gomawoooooo jangan bosen ya *bow
Wah Fanny jahat banget.. suka bohong lagi :)
BalasHapusnice ff :)
ehh ada hyejoongsunee lagi .... :) , gumawoo ya .... lol ya nih fanny :p
Hapus