Rabu, 04 Juli 2012

[ FF ] Baby Don't Cry -Chapter 4-

Hai Readers ...

Karena gak ada yang Comment tapi jumlah Viewer Baby Don't Cry semakin meningkat maka Adaya dengan baik hati mau ngepost chapter selanjutnya .

Adaya positif thinking aja :) mungkin reader gak tahu ya caranya kasih comment ,,, hohoho ,,,,,,,

Oh Happy Reading ......



Title              : Baby Don't Cry 
Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )
Main Cast     : Choi Sooyoung, Choi Siwon , dan Cho Kyuhyun
Other Cast    : Hwang Tifanny --> Tifanny ,Seohyun SNSD , Super Generation
Type              : Chapter
Genre           : Romance, Friendship, Family
Rating          : PG-17 ( All reader who Open mind )
Disclaimer : This story pure my imagined and my fantasy. All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

Chapter -4-



Author POV -



Rintik hujan membasahi kawasan SAS . Banyak mahasiswa SAS memilih untuk tetap tinggal di dalam kelas atau auditorium hingga hujan reda . Beberapa diantara mereka memilih untuk menerjang hujan dengan mengambil resiko menjadi basah kuyup .

Sooyoung yang saat itu masih bekerja di sebuah toko peralatan olah raga merasa dikejar waktu . Dipikulnya Cello-nya yang berat menembus hujan yang semakin deras itu . " Ottoke,,,, aishhh ... kenapa hariku selalu berakhir berantakan . Sooyoung terus berlari menuju arah mobilnya diparkirkan .

" Sedikit lagi , sedikit lagi . ", Sooyoung melompati kubangan air yang ada di hadapanya . Tapi dia terpeleset oleh rumput basah . Dia berguling ke kanan . Cellonya menimbulkan suara berdebam kencang . " Cello-ah ......" , Sooyoung mencoba berdiri . Tetapi kakinya terkilir . "Ya Tuhan , kenapa kakiku sakit sekali. "

Sooyoung menyapukan pandangan kesekelilingnya . Mencoba mencari bantuan ditengah hujan deras. " Bagaimana ini , tak ada orang sama sekali . Tolonggggg Tolonggggg .... ", Sooyoung menjerit sejadi-jadinya , tapi suaranya diredam oleh derasnya suara hujan . " Eomma ..Appa ...Unnie ..... apa aku akan mati kedinginan di sini . Tolong aku . ", Sooyoung merasa putus asa setelah menjerit hingga pita suaranya hampir putus . Jarak tempat parkir dan gedung utama memang dipisahkan oleh hutan tiruan yang lumayan luas . Sehingga kecil kemungkinan mahasiswa SAS yang masih berlindung di dalam kelas mendengar jeritan Sooyoung .

" Unnie ...Appa ...Eomma ..... ", Sooyoung merebahkan dirinya yang sudah hampir membeku . Dua jam dia terpaku di bawah hujan . Kakinya mulai terasa mati rasa . Dia tak bergerak sesentipun dari posisi jatuhnya . Sooyoung melirik ke arah Cellonya yang masih tergeletak tergenang air . " Cello-ah , aku tak mungkin mati konyol di sini bukan?" , Sooyoung merasa bodoh karena mengharapkan jawaban menghibur dari benda mati .
" Ottoke , perutku sakit sekali . ", bibir Sooyoung sudah sepucat mayat . Perutnya juga sudah mengejag kaku karena kedinginan . " Tuhan ..kirimkan aku seseorang .... ", baitin Sooyoung dalam hati .

" Apa yang kau lakukan di sini?", suara bariton dari namja asing  itu membuat Sooyoung bergidik ngeri .


Sooyoung POV -

Perutku sudah mengejang kaku . Keputusasaan menggerogoti kesadaranku yang masih tersisa . Aku mencoba meminta tolong untuk yang terakhir kalinya , tapi tenggorokanku tercekat tak bersuara . Tuhan jika ini akhir hidupku aku mohon akhiri dengan mudah .

" Apa yang kau lakukan di sini ?",

" Ottoke , Tuhan kenapa kau mengirim malaikat maut secepat itu . ", kesadaranku yang tak banyak tersisa menyebabkan aku berdelusi . Lelaki itu berjongkok di hadapanku . Mataku yang buram terkena air hujan menangkap sosok yang sempurna di hadapanku . Tak mungkin ada manusia hidup yang bisa setampan itu . Dia pasti malaikat maut yang akan mengambil nyawaku .

" Apa kau malaikat yang diperintahkan Tuhan untuk mengambil nyawaku ?",

Namja di hadapanku terbelalak kaget sesaat sebelum dia terbahak . " Apa yang kau bicarakan . Apa kau baik-baik saja ?",

" Tidak . Kau tidak mungkin manusia . Manusia tak setampan dirimu . "

Namja itu sekali lagi mengagap lucu perkataanku . " Terimakasih atas pujianya . Tapi sepertinya aku harus membawamu .... "

" Jangan-jangan bawa aku ke akhirat . Aku masih ingin hidup .... ",

Kali ini dia benar-benar tertawa terbahak . Hingga keluar air mata . Aku baru sadar kalau hujan sudah reda . Tapi kenapa kakiku masih merasakan rintikan hujan ? . Aku menengadah sedikit sebelum tahu namja itu membawa payung dan meletakkanya di atas kepalaku .

" Tunggu ....jadi kau benar-benar manusia ?", harapan mulai muncul di dalam diriku .

Namja itu mengaguk mantab . " Kau pasti sudah terlalu lama duduk di bawah hujan . Apa kau terkilir ?",

Secara spontan aku memeluk namja asing itu . Aku menais meraung . " Tuhan terimakasih ..kau mendengar doaku . Huwaaaa . ", 

Namja itu membiarkan aku melepas pelukanku , dia memandangku dengan tatapan yang lembut . " Maaf aku membuatmu basah . Aku hanya terlalu bahagia akhirnya ada yang menolongku . ", 

" Gwencana . Sekarang biarkan aku menolongmu . Bolehkah aku menggendongmu ? ", namja itu meminta izinku  . Aku mengagguk terlalu cepat , sehingga membuat namja itu melayangkan senyum lembutnya lagi . " Apa kau membawa mobil ?", Tanyanya saat kami menuju ke arah parkiran . 

" Ya  . Baris kedua di deretan D . Maaf , tapi Cello-ku masih tertinggal . ", 

Namja itu mengagguk . " Biar aku membawamu ke mobil terlebih dahulu . Setelah itu aku akan mengambil Cellomu . " , 

Menit berikutnya Sooyoung sudah sampai di mobilnya . Namja itu menempatkan Sooyoung di kursi belakang . " Tunggu sebentar . Aku segera kembali . ", 

Aku hanya bisa mengagguk . Beginikah rasanya punya lelaki di sampingmu ?. Kau bahkan tak perluh bersikap sok madiri , karena dia akan melayanimu dan memperlakukanmu dengan lembut .  Beruntung sekali wanita yang memiliki namja itu . 

" Maaf , apa kau menuggu lama ? ", namja itu kembali membawakan Celloku yang basah kuyup . Aku menggeleng lembut . 

" Gumawo . ", aku melihat baju bermerk namja itu basah dan dikotori lumpur . " Mian , aku merepotkanmu . Aku akan menggantinya . ", ujarku merujuk pada kemejanya yang rusak . 

Namja itu menepis permintaanku dengan senyumnya yang lembut . " Sekarang izinkan aku mengantarkanmu pulang . ", 

Aku baru sadar aku belum tahu namja itu . Dia mengemudikan mobilku dengan tenang . Tatapanya terkosentrasi di depan . Aku merasa sedikit canggung untuk memulai pembicaraan . 

" Boleh aku tahu namamu ?", 

Senyum lebar terkembang di wajahku . Kenapa aku merasa dia bisa membaca pikiranku ." Sooyoung . Namaku Sooyoung . Choi Sooyoung . ", 

Lelaki itu menoleh ke arahku untuk seperkian detik . " Aku rasa ini takdir Sooyoung . Namaku Choi Siwon . Kita memiliki marga yang sama . "

Aku merasa ini memang takdir . Aku sedikit berharap Siwon tak memiliki kekasih . Tapi itu hal yang tak mungkin . Namja sesempurna dirinya manamungkin tidak memiliki kekasih . Hal itu terjadi hanya jika dia homo . Tapi dari penampilan dan tingkahnya dia terlihat begitu gentelman dan jauh dari kesan homo. 

" Tuhan kenapa barang bagus di dunia ini selalu Sold Out lebih cepat . Aigoo ...", ujarku tampa sadar . Aku menoleh pada Siwon yang sedang menatapku dengan pandangan lucu . 

*****************************

Kenangan pertemuan pertamaku dengan Siwon menghambur keluar saat yeoja bernama Fanny ini berdiri di hadapanku.

Aku tak tahu apa tujuannya memprovokasiku di daerah kekuasaanku . Dia bertampang lembut dan polos . Tapi dia bisa melakukan hal keji yang tak terduga . 

" Apa sebenarnya tujuanmu kemari ?", ujarku menahan amarah . Saat Siwon tak datang malam itu aku sudah tahu kemungkinan ini akan terjadi . Tapi aku benar-benar tak menyangka jika Siwon Oppa benar-benar memiliki wanita lain . Tunggu ? Wanita lain ? Aku atau Fanny sebenarnya yang wanita lain?. 

" Aku memintamu untuk mejauhi Siwon Oppa , dia milikku .", 

" Ya ! Dasar wanita murahan . Beraninya kau berbicara seperti itu . Sooyoung adalah kekasih Siwon Oppa . Apa hakmu menyuruhnya menjauhi kekasihnya .", omel Yuri . Aku menahanya untuk tak mengikuti emosinya . 

" Apa sebenarnya yang dikatakan wanita ini . Mulutmu sungguh kasar . Aku tak tahu lelaki seperti apa yang akan bersamaya kelak , tapi aku turut prihatin untuknya . ", ujar Fanny dengan nada mencela . Suaranya yang lembut dan wajahnya yang polos membuat ucapanya semakin terdengar jahat . 

" Berani sekali ...", 

"Yuri !", aku menahan Yuri untuk tidak menampar Tifanny . 

" Aku rasa kau terlalu memboroskan tenagamu jika tujuanmu kemari hanya untuk itu . " aku mencoba menahan semua omelan yang ingin aku muntahkan pada yeoja itu . Tapi aku merasa tak ada untungnya aku melakukan hal rendahan seperti itu . Tangisanku untuk Siwon sudah cukup , aku tak ingin menghancurkan martabatku hancur dengan meladeni provokasi Fanny . " Ayo Yuri kita pergi . ", ajakku pada Yuri . Kami menuruni tangga kelas dan keluar dari kerumunan orang yang ingin tahu . Tapi Fanny yang mengejarku menahan tanganku dengan kasar .

" Apa kau tak punya malu ? Aku menyuruhmu untuk mejauhi Siwon . Dia tak menginginkamu . ", cerca Fanny . Matanya dipenuhi oleh amarah,  sesuatu yang tak pernah aku duga dia miliki.

" Fanny , aku mohon jangan permalukan dirimu sendiri dengan berbuat sesuatu yang tidak penting . Jika Siwon Oppa tak menginginkanku lagi dia bisa berbicara langsung padaku . Tapi , aku berterimakasih kau sudah mau repot-repot menyampaikan hal itu padaku . ",

Fanny memandangku dengan kebencian berlebih . Dia sepertinya tak suka dengan jawabanku . Tapi bukankah itu salahnya sendiri . " Kau wanita mejijikkan !", hujatnya . Tatapanya di wajahku beralih ke leherku . Ke arah kalung kristal pemberian Siwon Oppa . Matanya sedikit terbelalak tak percaya ." Dari mana kau mendapatkan kalung itu ?",

Aku melindungi kalung itu dengan spontan . Aku merasa Fanny akan merebut kalung itu dari leherku .

" Kau mencurinya dariku . Kau mencuri kalung itu dariku .. itu milikku . Berikan padaku . ", teriak Fanny sebelum dia menyerangku dengan membabi buta .

Aku berusaha menghindar dari cakaranya tapi tak bisa , pipiku sudah tergores oleh kuku-kuku panjangnya . Aku tak ingin membalas Fanny karena dia terlihat begitu lemah . Pukulanku pasti akan meremukkan tulangnya . " Apa yang kau lakukan , ini milikku .... ",

" Berikan itu ...itu milikku ... ", Fanny masih meneriakiku , kami bergulat di lantai , dia menindih tubuhku dengan tubuhnya . Yuri yang kebingungan mencoba mengangkat Fanny tapi tak bisa , Fanny menghentakkan Yuri hingga terjatuh . Aku memandang Yuri yang terlihat kesakitan karena sikunya terjatuh menahan tubuhnya . Yuri seorang Cellist tanganya adalah hal yang sangat berharga . Aku tak tahu tapi aku berusaha membuat Fanny menjauh dari tubuhku dengan kekuatan sekecil mungkin. Aku mendorongnya menjauh dari tubuhku .

"AWAS.........", Suara itu membuatku terkejut . Aku melihat Fanny terjatuh dari tangga yang cukup tinggi .

Aku terkejut mendapati Fanny terpekur di dasar tangga . Dia merintih kesakitan . Semua orang yang bergelombong menyaksikan pertengkaran kami sontak terdiam . " Fanny ? Gwencana ...", aku menuruni tangga mencoba menolongnya , tapi langkahku didahului oleh seseorang yang bergerak dengan kecepatan kilat .

" Fanny ? Kau kenapa ? Apa kau terluka ?", aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri . Mulanya aku tak ingin mempercayai pengelihatanku , tapi inilah kenyataan. Siwon dan Fanny . Aku tak pernah melihat wajah Siwon seperti itu selama kami bersama .

" Fanny ...maafkan aku , aku tak sengaja . ", jelasku terbata . Siwon Oppa memandangku dengan tatapan yang dingin . Aku merasa jantungku berhenti berdetak . Tatapan itu benar-benar menusuk jiwaku .

" Oppa ...wanita itu mendrongku . Dia wanita yang jahat .... ", rengek Tiffany di pelukan Siwon .

" Ya ! Kau dulu yang menyerang Sooyoung . ", teriak Yuri sebal dengan prilaku Fanny . Aku menahanya untuk tak berkata-kata hal yang tak penting lagi .

" Oppa bawa aku pergi dari sini ." , Siwon mengguk perlahan sebelum menggendong Fanny melewatiku . Dia bahkan tak memandangku . Aku tahu ini adalah akhir dari hubungan kami . Hatiku benar-benar sakit , lebih sakit daripada malam itu . Aku ingin sekali menangis tapi harga diriku yang tersisa menahanku untuk meraung di keramaian .

Kerumunan orang yang tadi melihat pertengkaranku dengan Fanny mulai menjauh pergi . Hanya tinggal aku dan Yuri . " Bukankah kau ada janji dengan Minho ?",

" Younggie ..... ", Yuri hendak memprotes . Aku memberinya tanda bahwa aku ingin sediri . Dengan berat hati Yuri meninggalkanku sendiri di tangga . Lututku seketika melemas . Aku tak bisa lagi menyangga tubuhku , hatiku benar - benar hancur berantakan . Setetes air mata mulai keluar membasahi pipiku . Aku berusaha untuk meredam kesedihanku dengan memukul-mukul dadaku yang sesak . " Babo ... babo.... BABO . ", makiku pada diri sendiri .

Hujan mulai mengucur dengan deras . Awan mendung menutupi sinar mentari yang bersinarcerah . Pertemuan kami dimulai dengan hujan dan perpisahan kami diakhiri dengan hujan . Semoga derasnya hujan turut menghapus rasa sakit hatiku . Selamat tinggal Siwon-shi .

" Kau membutuhkan ini ?", tapi sepertinya ini barulah awal dari segalanya . Namja itu kembali dengan senyumnya . 

*****************

Kyuhyun POV- 

Kerumunan orang mulai pergi meninggalkan kekacauan yang detik tadi terjadi di sini . Aku memperhatikan Siwon Hyung yang membopong gadis cantik itu keluar dari gedung .  Seperinya aku sudah menyaksikan sesuatu yang seharusnya tak kulihat . Aku tak tahu sahabatku begitu hebat hingga menjadi perebutan yeoja-yeoja cantik di SAS . 

Aku melihat gadis Cello itu berdiri di tangga . Masih tak mau membalikkan wajahnya . Kawanya sepertinya membujuknya tapi dia menolaknya dan meminta waktu untuk sendiri . Aku masih tak beranjak dari tempatku ingin tahu apa yang akan dilakukan gadis Cello itu . 

Setelah kepergian kawannya ,gadis Cello itu tertunduk lemas di tangga . Aku melihat pundaknya yang berguncang . Dia mulai menangis . Aku tak benar-benar bisa melihatnya dari posisiku saat ini , tapi aku tahu dia sedang menangis . " Babo..babo ..Babo ...", dia memukul-mukul dadanya dengan terus mengucapkan kata bodoh . 

Aku melangkahkan kakiku perlahan mendekati Sooyoung . Aku tak tahu kenapa seharian ini aku selalu melihatnya menangis . Aku menempatkan diriku tepat di sampingnya . " Kau membutuhkan ini ?", aku menawarkannya sapu tangan . Dia hanya memandangku dengan muka lucu penuh ingus . " Wajahmu  sungguh berantakan . ", 

Sooyoung menyambar saputanganku untuk menutupi wajahnya . Aku duduk di sampingnya . Mendengarkan dia menangis . Sepertinya dia benar-benar terluka karena dia terus mencengkram liontin kalungnya dengan erat . Sekali lihat saja Kyuhyun tahu itu adalah kalung keberuntungan yang selalu dikenakan Siwon saat traineer dulu . 

" Seseorang pernah berkata padaku , Don't be ashamed to weep this right to grieve. Tears are only water, and flowers, trees, and fruit cannot grow without water. But there must be sunlight also. A wounded heart will heal in time, and when it does, the memory and love of our lost ones is sealed inside to comfort us.” # ini Quote dari Brian Jacques readers.

Kyuhyun menunggu reaksi Sooyoung . Punggung Sooyoung mulai berguncang lagi . Tapi ada yang berbeda kali ini , tangisanya terhenti . Aku sempat khawatir apa ini adalah tanda datangnya tangisan yang lebih haru. Tapi Sooyoung tidak menangis , dia sepertinya sedang menahan ....TAWA? . Benar saja detik berikutnya Sooyoung tertawa terbahak . " Ya! Kenapa kau tertawa ? ", 


" Kau berkata dalam bahasa planet , bagaimana aku tak tertawa . Aku mendengarnya seperti rentetan makian dan umpatan .", jelas Sooyoung yang masih terkekeh . Dia menghapus air matanya dengan saputangan pemberianku . " Gumawo, kau telah mengucapkan mantera ajaibnya.",

Aku masih tercengang dengan perubahan suasana ini . " Bagaimana kau bisa tertawa seperti itu setelah kau menangis seperti bayi ?",

Sooyoung mengernyitkan hidungnya untuk menahan ingusnya . Matanya yang masih sembab oleh air mata diwarnai dengan keceriaan yang membingungkanku . Kenapa wanita di hadapanya ini begitu dinamis . Dia seperti ombak yang tak bisa dibaca pergerakanya . Seohyun, perasaan apa ini ?.

" Aku bisa , buktinya aku bisa . ", Dia memandangku tepat di mata . " Sepertinya kita berjodoh , takdir selalu membawamu padaku untuk mengehentikan tangisanku .Sepertinya kita harus beteman ?", Sooyoung mengulurkan tanganya padaku . Aku tersenyum ke arahnya sebelum menyambut uluran tanganya .

" Aku nobatkan kau sebagai teman seumur hidupku . ", ujarnya dengan meniru nada seorang ratu , tanganya yang memegang liontin menepuk punggungku perlahan . " Selasai . ", Dia tiba-tiba berdiri . " Hah .... perutku lapar sekali setelah menangis . Hey Chinggu bagaimana kalo kita merayakan persahabatan kita dengan kau meneraktirku makan . " ,ujar Sooyoung dengan mata berbinar .

Aku memandangnya dengan tatapan tak percaya . Aku tahu dia wanita yang menarik , tapi aku tak tahu dia semenarik ini . Seohyun , kau harus berhati-hati karena yeoja di hadapanku saat ini mulai menarik perhatianku .


**************************


 -TBC- 

Hayooo Reader .... bagaimana ? Apa sudah lebih baik dari sebelumnya ? Atau tambah jelek ? Tolong tinggalkan jejak ya .....

Mian kalo banyak taypo bertebaran .....

Gumawo *Bow 

Clue Next Chapter : Kyuhyun mulai membuka hatinya pada yeoja itu. Siwon tak tahu harus berbuat apa , dia ingin menjelaskan segalanya pada Sooyoung tapi Fanny sangat membutuhkannya untuk berdiri di sampingnya . Bagaimana akhir cerita segi empat ? segi lima? atau segi enam ini ? terus saja ya tongkongin blog adaya . 

Bye Bye 

Chu :*


1 komentar:

  1. ahh annyeong riza imnida...
    Ceritanya bwagus deh >.<
    saya juga suka cara cerita chingu, walaupun typo emang bertebaran nihh *plaak haha
    penasaran bener deh ini nnti sma siapa soo unnienya :)

    BalasHapus