Kamis, 18 Oktober 2012

[ FF ] Nothing On You – Chapter 4 C-

Annyeong ,,,, Adaya kembali dengan NOY yang masih Chap 4 ... ini adalah rangkaian terakhir dari Chap 4 the series . Adaya ingin buat pengumuman , mian sebelumnya , setelah chapter 4 Post NOY akan Adaya kasih Password :( ,,, bukan karena apa , tapi Adaya sedikit sedih saja jumlah click dan pengomentar di FF ini 1:21 , OMG jadi yang SR banyak banget yaaa di sini :( , Adaya akan kasih Passwordnya kepada pembaca yang sudah comment di Chpter ini atau minimal 4 chapter sebelum sebelumnya , Adaya berterimakasih karena banyak yang membaca hanya saja banyak yang kurang sadar diri :( #ditabok reader .......
Bagi yang tidak tahu cara berkomentar di WP silahkan message FB adaya di : katrok_kunti_comunity@yahoo.co.id biar Adaya nanti kasih passwornya untuk chapter chapter selanjutnya ....
Ok Gumawo Happy Reading .....
FYI : yang bercetak miring itu kalo gak flashback , ya diary , ya renungan dalam hati hehehehhe makasihhhh …
NB : Jika belom ada TBC bearti cerita ini masih di ketik yaaa ... Adaya newcomer di WP gak tahu caranya mengkonsep dulu , mian katrok yaaaa .... :)

Title              : Nothing On You
Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )
Main Cast     : Choi Sooyoung dan Choi Siwon ( Soowon Couple )
Other Cast    :
  • Cho Kyuhyun –> Cho Kyuhyun
  • Shim Chang Min –> Cho Changmin 
  • Hwang Tifanny –> Tifanny 
  • Victoria Song --> Victoria
Type            : Chapter
Genre          : Romance, Sad Ending , Family
Rating          : PG-18 ( All reader who Open mind )
Disclaimer : This story pure my imagined and my fantasy. All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

 Chapter -4 C-

Aku masih berhasrat hidup walau dengan beban dari kenangan menyakitkan ini . Walau kenangan ini begitu menyiksaku , walau kenangan ini membuat hatiku sakit . Terkadang aku hampir saja meminta pada Tuhan untuk menghapus kenangan ini . Tapi sejauh aku mencoba untuk bertahan dan tak kabur dari semua ini , melakukan apa yang aku kira terbaik . Akan ada hari dimana aku bisa mengatasi semua rasa sakit ini . Aku percaya aku bisa . Aku percaya aku mampu . Tidak ada kenangan yang mampu dilupakan . Kenangan akan selalu ada di hatiku , walaupun jenis yang menyakitkan sekalipun . – Natsuki Takaya .

*****************
Author POV -

“ Maafkan aku .... hanya pilihan itu yang ku miliki . Memaafkannya atau tidak ?  “ , Siwon behenti sejenak untuk berfikir . “ Mungkin kau akan melihatku sebagai lelaki yang lemah saat memutuskan untuk memaafkan Sooyoung. Tapi ini sudah terlalu jauh .... semuanya sudah mulai membosankan . Hatiku sudah tak tahan lagi menerima sakit lebih dari ini . Melihatnya tergeletak di lantai .... ada darah mengalir di kepalanya ...bibirnya sangat pucat .... separuh jiwaku seperti turut pergi bersamanya . “ Siwon memandang mata lawan bicaranya sejenak sebelum melanjutkan , “ Aku tak pernah tahu kenapa banyak orang diluar sana mau memaafkan orang yang menyakiti mereka , tapi sekarang aku mengerti .... hanya dengan menerima bahwa segalanya sudah berlalu dan masih ada harapan di masa depan , semua beban menyakitkan di hatimu seakan terobati . Aku ingin memaafkannya karena aku juga ingin memaafkan diriku sendiri yang terlalu bodoh . Aku menyakitinya berkali-kali , melihatnya menangis , dan membiarkannya sendiri dalam kepahitannya . Aku adalah satu-satunya keluarga yang dimilikinya saat ini , tapi aku mengabaikannya . Jika aku bertannya pada Tuhan siapa yang paling berdosa , aku yakin akulah orangnya . Aku mencintainya tapi aku menyakiti hatinya . Maafkan aku ....tapi aku ingin memafkannya . “ , Siwon berdiri dari duduknya , dia memberi hormat kecil sebelum berlalu pergi dari lawan bicaranya yang terlihat tidak puas .

“ Cih ,,,, memafkannya ..... “ , geram seorang yeoja yang menjadi lawan bicara Siwon . Dia meremas remas jemarinya dengan kesal . Ada kemarahan di matanya . “ Kau malah semakin membuatku membencinya Choi Siwon . Tapi aku berterimakasih padamu , karena dengan tindakan BODOH mu ini aku bisa melaju dengan kakiku sendiri . “ , Yeoja itu berdiri perlahan , dilangkahkan kakinya mengikuti Choi Siwon secara diam-diam .
******************
Sooyoung POV –

“ Miane Soo ... miane .... “ ,

Tuhan .... apa telingaku sudah rusak karena benturan itu . Atau otakku menggila karena luka di kepalaku . Kenapa aku bisa mendengar kata maaf dari mulut Namja itu . Ini seperti perasaan ketika kau mengetahui Neraka telah membeku . Aku ingin berkata sesuatu tapi hanya air mata yang bisa menggambarkan kebingungan hatiku . Aku tak mengerti perasaanku saat ini , ada ketakutan yang tak terpatri karena semua ini mungkin hanya mimpi . Tapi ada harapan yang selalu ku simpan dalam kotak pandora jiwaku tumbuh menjadi tunas yang membuatku ingin menangis bahagia . Mungkin kalimat 'Maaf' darinya bukan kalimat yang paling ingin aku dengar , tapi aku tahu kalimat itu hanya awal dari segalanya .
****************
Authro POV –

Sooyoung mematung dalam rengkuhan Siwon . Dia kehabisan kata-kata , otak dan lidahnya membeku . Semua makian dan hinaanya seakan tertelan kembali .

“ Kembalikan .... kembalikan air mataku . “ , bisik Sooyoung pada akhirnya .

Siwon merengkuhnya semakin dalam , dibenamkan wajahnya di leher Sooyoung . “ Miane .... aku akan menggantinya , semua air mata yang telah kau tumpahkan untukku dengan hidupku Soo ... “ ,
Entah kenapa perkataan itu malah semakin membuat tangisan Sooyoung menjadi , tapi melihat Sooyoung melingkarkan tangannya membalas pelukan Siwon , membuat Siwon tahu tangisan itu bukan kepedihan .

“ Aku akan membunuhmu .... aku akan membunuhmu jika kau mengingkarinya . “ , isak Sooyoung disela tangisannya .

Siwon tersenyum tipis di pundak Sooyoung . Ada beban yang seakan menghilang dengan sendirinya , semua keganjalan dan jarak itu seperti menghilang ditelan harapan yang mulai muncul diantara mereka .

Ingin mengerti hatinya mungkin terdengar egois bagiku , tapi pada akhirnya itulah yang paling kuinginkan . Berjalan perlahan , sedikit demi sedikit , itu bukan masalah bagiku . Aku ingin belajar tentangnya . Aku juga ingin menjadi seseorang yang bisa menerima dirinya dengan apa adanya . Memaafkan seseorang yang menyakiti kita berkali-kali mungkin terdengar bodoh ditelinga kebanyakan orang , tapi memaafkan merupakan sebuah pertanda adanya harapan bagi masa depan diantara aku dan dia . Bukan karena aku mencintainya lantas aku buta , tapi karena aku percaya di setiap badai selalu ada mentari yang akan menyertainya . Aku bisa merasakan tangan Tuhan turut bekerja .– Sooyoung
********************

Gelisah . Semalaman Sooyoung merasa gelisah . Sooyoung tahu Siwon mencermatinya . Mata itu tak pernah melepaskan pandangannya dari Sooyoung . Walau terdengar konyol tapi berpura-pura tidur adalah cara yang tepat untuk menghindari kegelisahan Sooyoung . Jam di tembok kamar inapnya sudah mendentingkan tanda tengah malam , tapi suara desah nafas Siwon yang belum terserang kantuk sedikitpun membuat Sooyoung gelisah dalam tidur pura-puranya .
Hari ini mungkin akan menjadi sejarah bagi Sooyoung , hari dimana akhirnya dirinya dan Siwon memutuskan menyerah dengan hati mereka . Walaupun begitu jarak yang memisahkan mereka selama dua tahun ini masih menyiksakan kecanggungan bagi Sooyoung saat kulit Siwon menyentuh kulitnya . Tatatapan tajam mata Siwon seolah menelanjangi Sooyoung yang terbari di hadapannya .

“ Gwencana .... “ , ujar Siwon saat melihat Sooyoung menggeliat dalam tubuhnya . “ Apa kau merasa sakit ... “ , lanjut Siwon dengan nada khawatir .

Sooyoung membuka matannya perlahan , “ Aku mohon hentiakan itu !” , ujar Sooyoung pada akhirnya .

“ Hentikan apa ?”, jawab Siwon bingung .

“ Menatapku seperti itu !” ,

Siwon tersenyum kecil saat tau maksud Sooyoung , tapi jiwanya tergelitik untuk menggoda Sooyoung sedikit lagi . “ Seperti apa ? “ ,

“ Seperti kau ingin menyantapku sekarang juga ! “,

Siwon meledak tertwa sebelum menyadari ini sudah tengah malam , “ Miane .... Aku sudah lama tak tertawa selepas ini . Apa kau tak suka aku menatapmu ?”,

Sooyoung berkedip kecil , mencoba memikirkan jawaban yang paling tepat . “ Aku ... suka . “, jawabnya perlahan , “ Tapi itu ..... aku tak terbiasa dengan itu . “ , lanjut Sooyoung .

“ Hah.... “, desah Siwon lelah . Ada begitu banyak penyesalan di hatinya . “ Miane .... “, ujar Siwon akhirnya . Dia telah membuat Sooyoung merasa janggal dengan sentuhan dan kasih sayang . Semua salahnya sehingga semua menjadi sejauh ini .

“ Berhentilah meminta maaf . “ ujar Sooyoung seraya bangkit dari tidurnya . Siwon membantu membuat sandaran dari bantal tidur untuk punggung Sooyoung . “ Gumawo . “ Sooyoung menyuruh Siwon untuk tidak duduk terlalu jauh darinya , jemarinya disisirkan pada rambut coklat tebal Siwon . “ Kau terlihat lelah , tidurlah. “ , ujarnya perlahan .

Siwon menangkap tangan Sooyoung yang ada di kepalannya , membuatnya tetap ada di sana untuk sesaat sebelum memberinya ciuman kecil pada pangkal tangannya . “ Gwencana , aku bisa terjaga seharian .... “ ,

“ Kalau begitu mendekatlah .... “ , pinta Sooyoung . Siwon berdiri dari duduknya , dia sedikit membungkukkan tubuhnya untuk menyetarakan tingginya dengan tubuh Sooyoung yang ada di atas tempat tidurnya . “ Tetaplah sedekat ini . “, ujar Sooyoung seraya merangkulkan tangannya di leher Siwon . “ Kita sudah berjauhan begitu lama ....aku merindukanmu Oppa  ! “ ,

Siwon membalas pelukan Sooyoung . Dia mengutuk dalam hati , kenapa dia menunggu begitu lama untuk meminta maaf . Berada di pelukan Sooyoung seperti kembali ke rumah . Dia merasa damai dan bahagia . Mungkin ini hanya sebuah awal dari kebahagiaan mereka . Tapi Siwon tetap saja tak mampu membendung rasa bahagiannya . Perlahan dia mengangkat dagu Sooyoung yang tertunduk di hadapannya . “ Kau ingin tahu sebesar apa rasa rinduku padamu ? “ , ujar Siwon seraya tersenyum menggoda . Siwon menatap bibir mungil Sooyoung , itu adalah bibir terindah yang pernah dilihat Siwon selama ini . Seperti pita merah yang sedikit membuka dan melihatkan deret gigi yang putih.

Tanpa sadar jemari Siwon yang bebas mencengkram lengan Sooyoung . “ Kemarilah ...”, bisiknya lembut . Ada nada parau dalam hembusan nafasnya . Kepalannya berputar-putar karena memikirkan sesuatu yang terlarang . Sooyoung masih belum pulih dari cideranya , dia tak ingin menyakitinya .
Siwon bisa merasakan tubuh Sooyoung mulai gemetar seiring jarak mereka yang semakin dekat , “ Apa kau ingin aku melanjutkannya ? “ ,

“ Melanjutkan apa ?” , jawab Sooyoung parau , bibirnya sedikit kering karena merasa ketegangan baru yang mencuat dari perutnya .

“ Melanjutkan ini ... “ , gumam Siwon seraya menundukkan kepalannya.

Sooyoung melihat senyum tipis di bibir Siwon ketika Siwon mulai menyatukan bibir mereka . Sooyoung bisa merasakan kehati-hatian Siwon agar tak menyentuh luka di kepalanya . Bibir Siwon menyentuh bibirnya dengan bisikan kecil yang manis . Ada perasaan bahagia yang membuat Sooyoung ingin menangis .

Perlahan Siwon mengangkat kepalanya , dia mencari-cari sesuatu dari mata Sooyoung yang berair . “ Apa aku menyakitimu ? “ , tanya Siwon khawatir .

Sooyoung menggeleng perlahan , disentuhnya dagu Siwon yang sudah mulai ditumbuhi jambang halus . “ Aku bahagia . “ , jawab Sooyoung . “ Aku ingin melanjutkannya ..... “ , bisik Sooyoung yang membuat Siwon tersenyum kecil sebelum kembali menyatukan bibir mereka untuk yang kedua kalinya .

**********************
Senyum masih menggantung di bibir Sooyoung walau pagi sudah menyapa . Ketakutannya akan rumah sakit dan obat-obatan seakan telah sirna oleh kasih sayang Siwon semalam . Dia menghabiskan sarapan paginya dan meminum obat dengan patuh . Dia bahkan mau disuntik walau matanya terpejam dengan erat . Tapi dia tetap berani menghadapinya .

Senyum itu masih ada hingga siang berganti malam . Siwon tak juga kunjung datang . Sooyoung menanti dan menanti , dia sedikit merasa ketakutan kalau kemarin malam hanya mimpi .

Suara kenop pintu yang diayun membuka membuat senyum Sooyoung kembali muncul di sudut bibirnya , tapi senyum itu segera sirna ketika mengetahui siapa yang datang . Yeoja itu berdiri di sana , tangan kananya membawa sebuket bunga Sweet Pea Pink kesukaan Sooyoung . Blus modisnya dibalut dengan jaket kulit elegan buatan perancang ternama , di lehernya tergantung kalung yang dibuat khusus oleh perancang perhiasan papan atas . Rok musilin lavendernya menggantung hingga lututnya membuat porposi kaki jenjangnya semakin indah . Yeoja itu memasuki kamar Sooyoung dengan langkah tegas . Dibuka kacamata yang senada dengan warna kukunya . “ Annyeong ! “ , sapanya perlahan .

Tanpa persetujuan Sooyoung yeoja itu meletakkan bunga Sweet Pea ke dalam vas bunga kosong yang ada di nakas samping tempat tidur Sooyoung . Dia meletakkan dua tas belanjaan besar di atas meja tamu dan mulai mengeluarkan isinya satu per satu . Ada beberapa buku kesukaan Sooyoung , baju ganti , dan pakaian dalam . Sooyoung membelalak lebar saat Fanny mengeluarkan wine dari dalam tas itu dan dua gelas wine , dia juga mengeluarkan keju Italia yang baunya langsung menyebar di seluruh ruangan . “ Hemmmmm .... semakin bau semakin enak ! “ , ujarnya pada diri sendiri . Dia membuaka bungkusnya perlahan dan mengiris beberapa potong .

Sooyoung terdiam di sana , dia bingung harus bersikap apa . Yeoja itu berjalan ke sana kemari meletakkan semua barang yang dibawannya ke tempat yang tepat . Akhirnya dia membuka tutup Wine yang dibawannya , menuangkannya cairan merah itu ke dalam gelas bening cantik di hadapannya .

“ Jah .... ini untukmu dan ini untukku . “ , ujarnya seraya memberikan segelas Bolero wine pada Sooyoung . Dia juga meletakkan irisan kecil keju yang dibawannya di samping vas bunga di nakas Sooyoung . “ Bersulang .... “ , ujarnya dengan ceria , sebelum meneguk winenya dalam sekali tegukan . “ Ahhhhh .... basta ! “,

“ Maaf apa yang kau lakukan di sini ! “ , ujar Sooyoung dengan nada datar .
Fanny tersenyum mendengar pertanyaan Sooyoung yang mengintimidasi . “ Kau pasti sangat membenciku ! “ , jawabnya perlahan . “ Miane ... tapi kau salah mengenaliku sebagai musuh ! “ ,

“ Mwo ? “,

“ Sepertinya pertemuan pertama kita tak terlalu menyenangkan . Aku harus meminta maaf karena kesalahanku kau jadi ada di sini. Hubunganku dengan Siwon Oppa tak seperti apa yang kau pikirkan . Terkadang saat emosi mengalahkan logika , semua yang ada di depan mata akan mengabur menjadi sesuatu yang menakutkan . Orang cenderung mengikuti ketakutan dalam hati mereka karena merasa putus asa untuk tetap berjuang .... tunggu kenapa aku jadi berkata sesuatu yang aneh ... “ , gerutu Fanny pada diri sendiri . Sooyoung tak bisa tak tertawa melihat kebingungan Fanny . Yeoja yang terlihat sangat fashionista di hadapannya ternyata juga bisa bersikap aneh . Sungguh kesalahan besar menilai seseorang dari penampilan luarnya .

“ Kau tahu , inti dari perkataanku adalah , aku dan Siwon Oppa hanya berkawan . Kita berakhir di dalam bar malam itu dengan pertengkaran karena dia membuatku merasa kalah . Kau tahu dia selalu memikirkanmu di kepalanya . Aku sempat membencimu waktu itu karena merasa tak pernah ada namja yang menolakku di dunia ini . “ ,

Sooyoung merasa aneh , yeoja di hadapannya adalah yeoja yang sama yang dilihatnya di meja makan mereka , tapi kenapa kesan yang timbul sungguh berbeda . “ Miane Unnie ..... “, bisik Sooyoung perlahan . 

“ Aku telah berbuat tak adil padamu . Aku menilaimu karena sesuatu yang belum tentu kebenarannya ..... miane ... karena aku mengikuti egoku dan memperlakukanmu dengan kejam .” , bisik Sooyoung saat mengingat perkataan kejamnya kemarin .

“ Aku belum menjelaskan segalanya padamu dan kau sudah memaafkanku ?” ,

“ Gwencana .... aku tahu maksudmu ..... “ ,

“ Jadi ... bisakah sekarang kita berteman ? “ , ujar Fanny perlahan . “ Aku tak pernah peduli dengan penilaian orang , karena aku memang lahir bukan untuk menghibur semua orang , tapi aku tak suka menyakiti orang lain . Maukah kau memaafkanku dan memulai segalanya dari awal ?”, pinta Fanny .

“ Ehmm .... “ , angguk Sooyoung .

Aku terlahir di dunia ini dengan hasrat keegoisan . Aku menghubungkan keegoisanku dengan orang lain . Aku yakin semua orang juga sama sepertiku , memiliki sifat egois dalam hatinya . Tapi sebuah kebaikan adalah sesuatu yang dibuat oleh seseorang dalam dirinya sendiri . Jadi terkadang akan sangat mudah salah paham dengan sebuah kebaikan yang akan aku terima dari orang lain , karena logika terkadang bisa termakan oleh emosi yang tertanam dalam hati . – Sooyoung

***************************
Author POV –

Kebetulan . Mungkin memang ada di dunia ini sesuatu yang disebut dengan kebetulan . Changmin memandang tumpukan board daftar pasiennya dan matanya terpaku pada satu nama . Choi Sooyoung . Changmin tersenyum kecil melihat nama itu . Entah kenapa dia merasa menarik . Semuanya seperti diarahkan padanya , seolah Tuhan menulis sekenario apik buat mereka . Kenapa harus Changmin yang merawat musuhnya . Dia tidak yakin pandangan objektifnya sebagai seorang dokter akan bisa dipertahankan .

Suara ketukan dari pintu membuat Changmin mengalihkan tatapannya ke arah pintu masuk ruangannya . " Masuk !" , ujarnya perlahan. Asisten pribadinya datang ke arahnya membawa beberapa file folder yang diminta Changmin . " Gumawo , kau bisa pergi . " , Changmin menelisik data yang dibawa asistennya perlahan , tatapannya berhenti ke sebuah data di kisaran tahun 2009-2010 , matanya membulat kaget saat mengetahuicatatan sejarah kesehatan Choi Sooyoung . " Itukah sebabnya kau begitu takut jarum suntik ?", gumamnya .

Changmin menutup folder tua itu dan menyingkirkannya ke dalam laci . Dia mendesah lelah . Tatapannya tertuju pada potret ganda yang ada di mejannya . " Kyu .... apa yang harus aku lakukan ...." , bisiknya lirih . Poteret itu adalah potret masa kecilnya dengan Kyuhyun . Diambil saat mereka masih menjadi penghuni pantiasuhan . Potret itu adalah potret terakhir yang diambil Kyuhyun bersama Changmin , sebelum tragedi itu terjadi , sebelum mereka terpisah untuk waktu yang lama .

**********************

Sooyoung duduk di atas kursi roda , seorang perawat sedang mendorong kursinya ke ruangan dokter yang akan menangani Sooyoung secara lanjut .

" Silahka tunggu sebentar . " , ujar perawat yang mengantarnya sebelum meninggalkan Sooyoung sendiri di ruangan itu . Ruangan itu kosong . Ada beberapa alat khusus medis yang berjajar di ruangan itu . Sooyoung melihat papan nama yang ada di meja sang dokter . " Max .... Sepertinya dia bukan orang Korea . " , ujar Sooyoung perlahan .

" Miss Choi .... lama tak berjumpa . " , ujar sebuah suara yang familiar di telinga Sooyoung . Changmin memasuki ruangnnya dengan board history pasien di tangannya . Dia tersenyum pada Sooyoung dan memandangnya dengan pandangan menggoda .

Pipi Sooyoung memerah mengingat pertemuan terakhirnya dengan Changmin , " Aku tidak tahu namamu adalah Max . " , ujar Sooyoung perlahan .

" Angkat kepalamu . Panggil aku sesuaka hatimu . Max atau Changmin keduanya tetaplah namaku . Atau Oppa juga tidak masalah . " ,

Sooyoung merasa sedikit tidak nyaman berada di ruangan Changmin . Ada sesuatu yang membuatnya merasa terancam atau sesuatu yang membuat syaraf pertahananya menegang .

Sooyoung berbaring di ranjang yang ada di ruangan itu sementara Changmin mempersiapkan alat medis yang akan digunakannya memeriksa keadaan Sooyoung , " Ini mungkin akan sedikit sakit , bertahanlah !" , ujar Changmin seraya menyuntikkan jarum ke permukaan kulit Sooyoung .

Sooyoung memejamkan matanya dengan rapat , digigit sebelah bibir bawahnya untuk mengurangi rasa sakit yang datang dari suntikan itu .

" Ini sungguh menyakitkan . Kau melakukannya dengan baik . " ,

" Aku memiliki pengalaman selama dua tahun . Ini hanya sebuah basic bagiku . "

" Aku benar-benar menyukainya . Wanita yang bisa bertahan dari rasa sakit . Tidakkah kau fikir kita berjodoh ?"

Sooyoung bangkit dari tidurnya , " Dengar dokter Max, Changmin , atau siapapun namamu . Aku berterimakasih karena kau menolongku kemarin , tapi aku adalah wanita bersuami . " jawab Sooyoung dengan nada tersinggung . Ada nada meremehkan dalam ucapan Changmin yang membuat Sooyoung merasa waspada.

" Jadi ? Pernikahan adalah sesuatu yang sangat lemah . Hanya hubungan dari dua individu yang disahkan oleh hukum di atas kertas ..... terdengar begitu rapuh .... bukan begitu ?",

" Mwo ?" , Sooyoung hanya merasakannya tapi semua itu sekarang ada di hadapannya , tatapan itu , tatapan yang membuat lututnya melemas . Sooyoung merasa bodoh karena menyamakan Changmin dengan Kyuhyun , tapi mereka memang benar - benar mirip satu sama lain .

" Aku bisa memilikimu jika aku mau ..... Bagaimana kedengarannya Soo ?" ,

" Benarkah namja di hadapannya saat ini adalah namja yang sama dengan yang menolongnya beberapa hari yang lalu ?" ,

Sooyoung gusar dengan tatapan Changmin , dia melepaskan jarum di kulitnya dengan kasar . Dia mencoba meninggalkan ruangan Changmin dengan tertatih.  Sebelum mencoba meraih pintu keluar Changmin menahan sebelah tangannya . " Kau ingin pergi ke mana ? Kau harus menyelesaikan Chekupmu sebelum kau meninggalkan ruangan ini . " ,

" Lupakan ! " , jawab Sooyoung seraya menghentakkan genggaman Changmin . Tapi Changmin memutar balikkan tangan Sooyoung sehingga tubuh Sooyoung membentur dadanya . Mereka begitu dekat . Wajah Sooyoung terlihat kaku dengan mata membulat takut , sementara Changmin merasa kejadian ini menarik untuknya . " Lepaskan aku ! " ,

" Diam dan dengarkan , duduklah sebelum aku memaksamu dengan cara yang tak berani kau bayangkan . " ,

" Lepaskan aku !" , ronta Sooyoung tak mau kalah saat Changmin menguncinya diantara meja kerja dan dirinya .

" Aku akan melepaskanmu kalau kau mau duduk ! " ,

" Shiro ! Aku akan berteriak jika kau tak melepaskanku ! " , ancam Sooyoung .

" Coba saja ! " , tantang Changmin dengan senyum kejam di wajahnya .

Sooyoung merasa gemetar dengan pandangan itu dia terus meronta hingga tangannya yang masih dalam balutan perban membentur potret yang ada di meja Changmin .

Pyarrrrr .... suara pecahan kaca yang tersebar di bawa lantai membuat Sooyoung mengerut menyesal . " Miane ..." , ujar Sooyoung yang kemudian melangkah untuk membenahi kekacauan yang dibuatnya . Dia mencoba meraih potret yang terbalik itu , dan dia merasa bahwa itu adalah tindakan yang akan disesalinya seumur hidup .....

" Bagaimana Soo .... sekarang kau tahu siapa aku ?",  bisik Changmin perlahan dari balik punggung Sooyoung .

" Tidak mungkin ...... " , ujar Sooyoung dengan nada bergetar . Potret yang dipegangnya membuatnya merasakan hantaman di hatinya . Kyuhyun , bagaimana bisa dia ada di potret itu . Itu adalah potret yang sama dengan yang dimiliki Kyuhyun di kamar sewanya . Bagaiman namja bernama Max itu bisa memiliki potret yang sama dengan potret yang dimiliki Kyuhyun . " Kau tidak mungkin .... kau tidak mungkin Cho Changmin .... " , bisik Sooyoung perlahan .

" Iya ini aku Soo ....... Akuilah ..... kau membunuhnya ... kau membunuh Cho Kyuhyun , adikku !" ,

*************************
-TBC-
[TEASER NEXT CHAPTER ]
KYUHYUN
" Miane Soo , miane .... aku tidak seperti yang kau bayangkan ... Aku ......" , suara deru mobil yang berlalu lalang di jalan itu meredam suara Kyuhyun tapi Sooyoung tahu dan jelas mendengar kata terakhir itu . Kata yang membuat Sooyoung terduduk lemas di hadapan Kyuhyun .
" Benci aku Soo ... benci aku ! " ,
Sooyoung terdiam di sana , memeluk dirinya sendiri , dia merasa iba dengan kondisi Kyuhyun . " Miane Oppa ..miane ..... " ,
SIWON
" Soo ..... " , ketika semua penghalang telah tersibak , dan deru nafas bercampur dengan keringat , mereka akhirnya bersatu seperti dulu . Utuh dengan bibit cinta yang akan tumbuh di perut Sooyoung .
VICTORIA
" Unnie ..." , bisik Sooyoung perlahan .
" Lama tidak berjumpa Soo " ,
NOY LAST CHAPTER
" Sooooooooooooooo Aniiii " ,
"Opppa ..... selamatkan bayiku .... selamatkan bayiku ! " ,
Victoria tertawa dari celah itu , tangannya masih penuh siraman darah dari orang yang selalu ingin dihancurkannya . Dia tertawa dan tertawa seperti orang gila ..... Pisau yang digunakannya untuk mencabik perut wanita itu ..... Semuanya perlahan menjadi miliknya .....
**************
Jangan lupa tinggalkan jejak yaaaa mian kalo jelek , flat , banyak taypo , dan bosenin ,,,,
Bye bye

2 komentar:

  1. mian kak baru komen di part ini *bow*
    ff nya bagus aku suka, kakak punya twitter gak? biar bisa kirim pass lewat dm

    -auryinzaa-

    BalasHapus
  2. ngga sengaja nemu ff ini. setelah dibaca wueeeehhh sip dah. ini nyampe brapa chapter min?

    BalasHapus