Jumat, 12 Oktober 2012

[ FF ] Billionaire Next Door – Chapter 5 B-






Title              : Billionaire Next Door
Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )
Main Cast     : Choi Sooyoung–> himself, Choi Siwon–> Kwon Siwon , Im Yoona–> himself , Cho Kyuhyun–> Kwon Kyuhyun
Other Cast    :  Super Generation,  BoA –> Siwon and Kyuhyun Sister  , Kangta –> Sooyoung Brother , Kim Jaejoong JYJ –> sekertaris Kim.
Type              : Chapter
Genre           : Romance, Friendship, Family,

Rating          : PG- 19 ( All reader who Open mind )
 
Disclaimer : This story inspired from Protect The Boss , Style , Goong , and also Mars Drama . All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

Chapter -5 A-


Life is one big road with lots of signs . So when you riding through the ruts, don’t complicate your mind. Flee from hate , mischief and jelousy . Don’t bury your thoughts, put your vision to reality. Wake up and Live – Bob Marley .

*****************************
Yoona POV -

“ Lama tidak bertemu ! “ , ujar Changmin lirih .

Aku hanya terpaku di tempatku . Lidahku kelu saat menatap ke dalam mata setengah kantuk yang dulu pernah menjungkir balikkan hatiku . Aku mematung seperti batu saat senyum miring itu kembali terbayang di fikiranku . Seperti kenangan sepuluh tahun lalu kembali mencuat di depan mataku , Changmin Oppa berdiri di sana . Dia terlihat sama seperti dulu kecuali rambutnya yang dipangkas habis . Ada gurat dewasa yang mulai melukis sekitar mata dan dagunya .

“ Kau tak perlu menunjukkan wajah seperti itu . “ , ujarnya lirih . Aku baru sadar kalo aku hanya mematung di hadapannya .

“ Miane ... aku hanya sedikit ... “ ,

“ Terkejut ?” , sahutnya . Dia kembali tersenyum kecil padaku saat melihat kekakuan di wajahku . “ Bagaimana kabarmu ? Kau terlihat .....sehat .” , ujar Changmin Oppa lirih . Entah mengapa aku menangkap ada nada lelah dalam suaranya .

“ Baik.... bagaimana denganmu ? “ , jawabku akhirnya . Kami masih berdiri berjauhan dipisahkan jarak tak kasat mata yang membuat kami takut untuk mendekat satu sama lain .

Changmin Oppa tak menjawab pertannyanku , matanya menerawang ke awan yang menggantung di langit biru Seoul . Aku kebingungan memulai segalanya . Aku tak tahu harus bagaimana , keadaan canggung ini benar-benar menyiksaku . Perut laparku seolah kenyang dengan sendirinya , lidahku tak lagi berair saat memikirkan susu hangat yang akan aku pesan di caffetaria . Semua seperti menghilang bersama datangnya rasa janggal ini .

“ Sooyoung .... Choi Sooyoung . Apa kau masih berteman dengannya ?” , akhirnya pertannyaan itu muncul dari bibirnya . Ada kilat menakutkan yang sempat aku tangkap dari bola matanya , sebuah kebencian saat dia menyebut nama Sooyoung .

“ Kau tentu lebih tahu bagaimana hubungan kami . “ , jawabku dengan nada getir.

“ Aku tahu . Aku hanya ingin mendengarnya dari mulutmu sendiri Im Yoona . Aku ingin tahu apa persahabatan yang kau banggakan itu masih tetap bertahan ? “, kali ini Changmin Oppa mengalihkan tatapannya tepat di mataku . Pandangan kami bertemu , dan aku semakin yakin ada kebencian di mata hitam itu . “ Kau memilihnya ..... kau mencampakan aku karena dia . “ , lanjut Changmin Oppa . Perlahan dia menutup jarak diantara kami . “ Jangan halangi langkahku kali ini . Choi Sooyoung ..... yeoja itu akan menanggung segalanya . Berhentilah berkorban untuknya . Tunggu dan lihatlah !!! “ ,

**************************


Author POV –

Mozard , Mozard , Banch , Mozard lagi . Sooyoung sedang memandang bosan buku acara pertunjukan musikal Keluarga Seo . Kuku-kuku panjangnya menyusuri ujung –ujungnya dengan kasar hingga berubah menjadi kusam . Semua tampak sama seperti tahun lalu , kecuali para tamu undangan yang semakin bervariasi . Sooyoung menangkap sosok Tiffany dan tunangannya yang baru masuk daftar tamu undangan karena kerjasama keluarga Seo dengan keluarga Hwang . Di ujung kiri ceruk tempat Sooyoung berdiri terlihat Jung bersaudara yang sedang bercengkrama dengan beberapa namja yang juga sudah tak asing di mata Sooyoung .

Suara alunan cello dari panggung pertunjukkan membuat para tamu undangan terdiam sesaat memusatkan perhatiannya ke arah panggung megah itu . Di samping gorden merah maroon berdiri seorang yeoja seumuran dirinya terlihat sedang gugup dengan Flute yang dibawanya . Sepertinya dia adalah yeoja baru yang ditemukan keluarga Seo di suatu tempat .

Sooyoung memutar bosan gelas limun yang dibawannya . Dia bahkan tak mencoba untuk ikut bersimpati dengan para gadis gugup yang sedang memainkan orkestra dengan nada sumbang . Hanya Seohyun yang bisa mengendalikan jemarinya dengan apik di atas tuts piano .

Tatapan Sooyoung beralih ke cahaya yang datang dari arah taman . Seperti ada bisikan nakal yang menyuruhnya untuk kabur dari ruangan itu . Seperti ada tarikan yang membuat lampu taman itu begitu menarik baginya , Sooyoung pada akhirnya mengikuti hasratnya . Dia meletakkan gelas limun setengah penuhnya di meja terdekat . Diangkatnya rok muslin jingga yang membalut tubuhnya . Dia berjalan dengan kehati-hatian agar tak menggangu kosentrasi para penikmat orkestra keluarga Seo .

“ Huft ..... “ , desah Sooyoung setelah melewati beberapa baris pasangan yang berdiri di depan balkon . Suara deru angin membuat Sooyoung tersenyum kecil . Seperti merasakan sebuah kebebasan yang menerpa wajahnya , Sooyoung mencoba untuk menghirup udara malam yang jarang dinikmatinya di Seoul .

“ Miane .... apa aku menggangumu ? “ ,

Oh Sial . Siapa .....

Sooyoung berbalik dan merasakan perutnya bergolak . Dan menyadari tamu tak diundang itu adalah Kwon Siwon . Dia bahkan lebih tampan di malam hari .  Tuxedo hitamnya membalut tubuh tegapnya . Menimbulkan efek sensual yang biasa dimiliki namja seusiannya . Tak banyak pria yang menimbulkan efek seperti itu saat mengenakan Tuxedo .

Sooyoung meruntuk dalam hati . Dia lupa bahwa keluarga Kwon juga pasti diundang . Pipi Sooyoung serasa memanas karena Siwon menangkap basah dia kabur dari pesta . “Maaf , apa kita saling mengenal? “ , kata Sooyoung dengan nada bergetar . Karena Sooyoung tak ingin tertangkap basah oleh calon tunangannya dia mencoba sebisa mungkin menyembunyikan identitasnnya di bayangan pohon Mapple yang rantingnya menggantu melewati balkon .

“ Tuhan semoga dia tak mengenaliku ... Pliss Pliss ..... Situasi ini sangat memalukan bagi kalanganku . Aku tak ingin dia mengiraku anti sosial ..... well walau itu mungkin ada benarnnya . Tapi bagaimanapun kejadian di restoran itu sudah terlalu memalukan bagiku“ ,
Siwon memincingkan sebelah alis tebal melihat tingkah lucu Sooyoung yang mencoba menyembunyikan identitasnnya dengan kegelapan . “ Maaf . Kwon Siwon “, ujarnya seraya mendekatkan langkahnya ke tempat Sooyoung bersembunyi .

Sooyoung menangkap kilatan jahil di mata Siwon . “ Ya Tuhan dia sudah tahu ..... “, batin Sooyoung lelah bersembunnyi .

“ Selamat malam Miss Choi ?”, sapa Siwon dengan tatapan lucu . “ Aku rasa kau tak benar-benar bermaksud menghindari tunanganmu . “ , goda Siwon yang melihat pipi Sooyoung memerah .

“ Miane ...aku hanya tak ingin kau mengiraku anti sosial . “ , gerutu Sooyoung sambil menundukkan wajahnya .

Jemari Siwon mencoba menyentuh dagu Sooyoung yang terkulai . Di dekatkan wajahnya ke arah Sooyoung . “ Kau sangat cantik hari ini . “ , bisiknya menggoda yang membuat Sooyoung menggigil aneh .
“ Yaaaa.... aku selalu cantik ! “, kilah Sooyoung seraya menepis tangan Siwon yang ada di dagunya . Dia mencoba melangkah mundur hingga membentur pagar pembatas balkon .

Sooyoung tak mengerti apa yang menyebabkan Siwon selalu tertawa saat melihatnya . Tapi saat ini sosok yang ada di bola mata Sooyoung itu sedang terkekeh lucu dengan pandangan yang tak lepas dari Sooyoung .

“ Ne . Kau memang selalu terlihat cantik , Soo . “ , jawab Siwon yang samar-samar terlihat geli melihat reaksi Sooyoung .

“ Apa yang kau lakukan ..... “ , tanya Sooyoung saat Siwon melangkah mendekat seraya melepaskan jas Tuxedonya . Dalam otak kecilnya Sooyoung sedang mengalami peperangan . “ Tunggu apa secepat ini? . Ini bukan gayaku . Di tempat UMUM ? Demi Tuhan , dia pasti gila . Apa yang merasukinnya . Aku harus beteriak . Anio . Dia tunanganku . Aku tak ingin menimbulkan skandal . Otthoke .... otthoke ..... “, batin Sooyoung seraya merangkulkan kedua tangannya di dada . Matannya di pejamkan terlalu erat seiring bau afterhave Siwon yang semakin menyekat hidungnya .

Sooyoung menggumamkan nama semua leluhurnya , kepalanya menghitung cepat hingga tiga . Suara langkah kaki Siwon sudah menghilang seiring jarak mereka yang saling dekat . “ Omona omona ..... 1 ... 2 ... 3 .... “ , Sooyoung mengintip dari sebelah matannya . Siwon ada di sana , tepat di depan wajahnya . Tersenyum . Lagi ?.

“ Apa yang kau pikirkan ? “ , tanya Siwon dengan nada lucu .
Sooyoung membuka kedua matanya perlahan dan merasakan bau afterhave Siwon melingkupi tubuhnya yang mulai menghangat karena jas Siwon disampirkan ke kulit terbukannya .

“ Udara malam sangat dingin . Aku tak ingin kau mati beku . “ , lanjut Siwon seraya membenahi letak jasnya yang menggantung di pundak ramping Sooyoung .

“ Tuhan .... ini benar – benar memalukan . “ , bisik Sooyoung . “ Jadi kau tak berencana menciumku ? “ , ujar Sooyoung tak sadar .

Siwon seketika meledak tertawa karena ucapan Sooyoung . Demi Tuhan yeoja di hadapannya saat ini bukan yeoja biasa . “ Kau terlalu banyak membaca Novel Klasik , Soo . Hanya di era Victoria seorang namja mengajak kekasihnya mengunjungi balkon untuk mencuri ciuman . “ , kekehnya .

Mereka terdiam sejenak hingga ide gila itu muncul di kepala Siwon . “ Tapi , bukankah kita sudah dalam suasana yang memungkinkan untuk melakukan .... “ ,

“ Tunggu ! Kau tak berfikir kau benar-benar ingin menciumku bukan ? “ , potong Sooyoung dengan nada berlebihan .

“ Kau ingin tahu bagaimana namja masa kini menggoda kekasihnya ? “ , goda Siwon dengan nada di tarik-tarik . “ Ikut aku !” , ajak Siwon seraya meraih sebelah tangan Sooyoung .

“ Tunggu ...apa yang kau lakukan ..... Oppa !!!” , jerit Sooyoung .

*********************

Author POV –
Dongdaemun
02.00 PM

“ Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..............” , Sooyoung ternganga melihat ke jalan Dongdaemun di malam hari . Ada ratusan , bukan ribuan lebih orang sedang memadati jalan itu di tengah malam .

“ Janji guksu , Stir-fried blood sausage , Twigim ...... Aigooo basta yo ..... “ , gumam Sooyoung dengan senag saat melewati berbagai kedai makanan malam yang disajikan di jalanan Dongdaemun .

“ Jadi ini cara mengambil hati kekasihmu ? “ , sindir Sooyoung dengan nada defensif . Tapi Siwon bisa melihat kebahagiaan dari mata Sooyoung yang membulat .

“ Memuaskan seseorang dengan mengisi perutnya bukan ide yang terlalu buruk . “ , jawab Siwon sekenanya . Dia mengajak Sooyoung berputar dari satu kedai ke kedai lain .

“ Kau ingin pesan apa ? “ , tanya Siwon saat mereka akhirnya memilih salah satu kedai yang cukup ramai .

“ Stir-fried blood sausage ..... Omonaaa lidahku sudah berair ..... “ , jawab Sooyoung lucu . Sooyoung tahu saat ini mereka sedang menjadi pusat perhatian para pengunjung yang datang . Pakaian yang mereka kenakan sepertinya bukan pakaian yang terlalu pantas untuk dikenakan berjalan-jalan malam . Kalung berlian Sooyoung yang bertahtakan safir biru membuat banyak pasangan di hadapannya berbisik aneh . Walau kulit Sooyoung hampir semuanya tertutupi oleh jas Siwon yang menggantung kebesaran tapi dari potongan panjang rok musilin jingga Sooyoung bisa terlihat mewahnya penampilannya saat ini .

Siwon menyadari satu hal . Sooyoung tak benar-benar nyaman karena tatapan ingin tahu orang –orang di sekitarnya . “ Tunggu di sini sebentar ..... “ , ujar Siwon yang tak menunggu persetujuan Sooyoung saat melangkah menjauh dari kedai .

Pada mulanya Sooyoung menggerutu kesal karena dia ditinggalkan sendiri oleh Siwon , “ Jinja .... Kwon bersaudara ... aish !!! “ , tapi tak lama setelah itu Siwon datang membawa tas karton hitam yang membawa dua kacamata dengan desain lucu .

“ Mwo ? Apa ini ? “ , tanya Sooyoung saat Siwon memberinya kacamata putih berhiaskan lilin tiruan di sepanjang ujungnya . “ Kau menyuruhku mengenakan ini ?”,

Siwon mengaguk sebelum dia memakai kacamata yang dibeli untuknya sendiri . “ Topi dan kacamata ini membantu kita menyamarkan diri ? Bukankah ini menarik ? Aku yakin diantara mereka ada yang mengenali kita .... “,

“ Ya ! Oppa .... dari melihat rok musilin panjangku saja mereka bisa tahu apa yang aku kenakan di balik jas ini . Shiro !!!”, tolak Sooyoung .

“ Kalu begitu bagaimana dengan ini .... “, Siwon berdiri dari kursinya . Dia menghampiri Sooyoung dan berjongkok di hadapnnya . Rok musilin sepanjang mata kaki yang dikenakan Sooyoung dirobek dengan tangan kosong oleh Siwon , memberlihatkan kaki jenjang Sooyoung  . “ Apa dengan begini semua masalah teratasi ? “ , ujar Siwon dengan senyum miring di wajahnya . Siwon memakaikan topi NY imitasi yang dibelinya untuk Sooyoung . Dia mengumpulkan dalam satu tangkup rambut ikal Sooyoung memasukkanya pada pengait topi yang membuat Sooyoung terlihat cantik dalam tatanan rambut ekor kuda . “ Jah .... !!! “ , ujar Siwon puas melihat penampilan baru Sooyoung .

Sooyoung kehabisan kata saat melihat pantulan dirinya dari cermin yang tergantung di tembok kusam kedai . “ Tidak buruk ! “ , bisiknya dengan nada malu .

Siwon tersenyum mendengar ada siratan rasa puas dalam suara Sooyoung . “Akhirnya pesanan datang !” , ujar Siwon saat ahjumma pemilik kedai mengantarkan pesanan mereka .

Lima menit berikutnya mereka makan dalam diam , sampai Sooyoung teringat akan satu hal . Sesuatu yang mirip seperti ini pernah terjadi padanya . Kedai kotor dan suasana malam yang sama . Seharian ini dia sudah hampir lupa soal Kyuhyun dan semua detak yang sempat menghinggapi dirinya .

“ Ani .... aku tak boleh mengigat itu lagi ! “ , bisik Sooyoung pada dirinya sendiri .

“ Apa kau sedang memikirkan kencanmu dengan Kyuhyun ? “ , tanya Siwon dengan nada yang tenang .

“ Mwo ? “ ,hampir saja Sooyoung tersedak lobak yang dimakannya . “ Kau tahu ? “,

“ Tentu . Dia menceritakan segalanya padaku . “ , jawab Siwon dengan nada jahil .

" Apa dia juga menceritakan soal ... well ..soju ...ehmmm dan sesuatu tentang menangis ? " , tanya Sooyoung terbata . Dia tak ingin terlalu gamblang mengutarakan rasa penasarannya , takut jika ternyata

Kyuhyun belum menceritakannya pada Siwon dan pertanyaanya akan membuka aibnya sendiri .
" Tentu . " , jawab Siwon singkat yang membuat Sooyoung secara tak sadar berdiri dari tempatnya saat ini .

" Aish Kwon Kyuhyun !!! " , gerutu Sooyoung membuat semua pengunjung kedai menoleh padanya .
***************************

Sementara itu di kediaman keluarga Kwon , Kyuhyun sedang memandang bosan derik kolam yang bisa dilihatnya dari kamarnya . " Ahh ... bosannya !!! " , keluh Kyuhyun seraya merenggangkan otot-ototnya yang kaku karena bosan .

Ponsel Kyuhyun meneriakkan nada dering khusus yang sengaja diaturnya untuk Sooyoung . Dia berjalan dengan malas ke arah tempat tidurnya, diraihnya ponsel yang bergeletak di nakas , ada sebuah pesan penuh kedengkian menghinggapi inbox ponselnya . Matanya membelalak untuk sejenak sebelum dia meledak dalam tawa .

MATI KAU KWON KYUHYUN ..... BAGAIMANA BISA KAU MENCERITAKAN KEJADIAN MALAM ITU PADA SIWON OPPA . TUNGGU SAJA SAMPAI AKU MEMBALASMU . AKU AKAN MENGEJARMU SAMPAI KE LIANG LAHAT .....

" Jadi saat ini dia sedang bersama Siwon Hyung ? " , ujar Kyuhyun diwarnai nada iri . " Ada apa denganku ? Kenapa aku merasa iri dengan Hyung . Bukankah yeoja yang kuincar adalah Im Yoona ? Seharusnya aku gembira karena Hyung mempermudah jalanku untuk mendapatkan Yoona . " ,

Kyuhyun kembali meletakkan ponselnya di nakas , dia berusaha membunuh waktu dengan memejamkan matanya . Ada sebuah keganjalan yang menghinggapinya saat memikirkan Sooyoung dan Hyungnya . " Apa aku harus jujur pada Sooyoung ? Apa yang harus kulakukan ? Kenapa aku merasa kasihan padannya ? Bagaimanapun Hyung tak akan pernah jatuh cinta padannya ..... " ,
**************************

Sooyoung dan Siwon berjalan berdampingan di trotoar jalanan yang sudah hampir sepi . Mereka memarkirkan mobilnya jauh dari jalan Dongdaemun agar mereka bisa berbicara santai saat berjalan berdua .

Suara hak sepatu Sooyoung beradu dengan ubin beton trotoar yang keras . Sudah hampir pukul 5 pagi tapi Siwon dan Sooyoung tak bergegas untuk mencapai mobil mereka .

" Gumawo ." , ujar Sooyoung memecah kebisuan diantara mereka . " Aku merasakan banyak hal baru hari ini . "

Siwon hanya tersenyum miring mendengar ucapan Sooyoung , " Maaf masalah gaunmu . Aku akan menggantinya . "

" Gwencana .....gaun ini tak ada nilainya dibanding dengan kebahagiaan yang aku alami hari ini . "
Siwon menatap punggung Sooyoung yang berjalan lucu di depannya . Dia merasa gadis di hadapannya bukan gadis di restoran seminggu lalu . Atau gadis yang pernah datang kerumahnya sebelum itu . Ada kehidupan yang terpancar dari setiap sel tubuhnya , seperti sebuah semangat untuk memerangi kesedihan , tapi di sisi lain Siwon juga merasa ada kesedihan di titik mata Sooyoung .

"Ah ... udara pagi sungguh menyegarkan . Sayang .... ", ucapan Sooyoung terhenti . Siwon menangkap lengan kirinya , dia menghentikan langkah Sooyoung yang mendahuluinnya . " Wae ?",

" Apa kau kira ini sudah berakhir ? Aku bahkan belum menunjukkan tujuan sebenarnya aku mengajakmu ke sini . ",

Mata Sooyoung berkedip tak mengerti saat Siwon mendekatkan wajahnya ke wajah Sooyoung . Satu ...dua ... tiga .... saat seorang namja menatap tepat di matamu hingga tiga detik dan kau tak mengalihkan tatapanmu darinya , itu artinya kau memberikan izin padanya  untuk dia melakukan ......

" Ciuman yang kau dambakan .... " , bisik Siwon sebelum menyatukan bibirnya dengan bibir Sooyoung .

******************
-TBC-
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA IAN KALO JELEK DAN ANAEH DAN MEMBINGUNGKAN BYE .......

2 komentar:

  1. waa, itu akhirnya manis banget
    di sini ceritanya bikin penasaran soal pair terakhkirnya
    Siwon apa Kyu ya? Hehe
    oiya itu katakata 'trotoal' bukannya seharusnya 'trotoar'? :)
    chap selanjutnya ditunggu *fighting!

    BalasHapus
    Balasan
    1. kekkekek ne chingu makasih sudah diingatkan :)

      Hapus