FYI : yang bercetak miring itu kalo gak flashback , ya diary , ya renungan dalam hati hehehehhe makasihhhh …
Title : Nothing On YouAuthor : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )
Main Cast : Choi Sooyoung dan Choi Siwon ( Soowon Couple )
Other Cast :
- Cho Kyuhyun –> Cho Kyuhyun
- Shim Chang Min –> Cho Changmin
- Hwang Tifanny –> Tifanny
Type : Chapter
Genre : Romance, Sad Ending , Family
Rating : PG-18 ( All reader who Open mind )
Disclaimer : This story pure my
imagined and my fantasy. All the Cast just belong to God but the story
is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be
plagiator!
Chapter -4 B-
Author POV-
Aku begitu bodoh . Sesungguhnya aku
sudah tak memiliki kekuatan lagi . Hatiku sudah remuk redam dan jiwaku
sudah terbakar hangus . Aku merasa ketakutan yang semakin membuncah
perlahan mengiringku ke tepi jurang keputusasaan . Tapi ….tapi …tapi aku
tetap ingin bersamanya . Aku ingin makan bersamanya , tidur di
pelukannya , menghirup udara yang di hirupnya , dan tertawa bersamanya .
Aku juga ingin merasakan asa yang disimpan dalam hatinya , aku ingin
dia mendengar apa yang ku dengar , aku ingin mendengar omelan kecilnya
dan ….aku ingin hidup bersamanya . – Sooyoung
********************
Suara dencit troli yang didorong dengat
paksa beradu dengan licinnya tubin rumah sakit . Teriakan dan tangisan
mengiringi kegusaran para paramedis yang berusaha menyelamatkan jiwa
yang sedang terbaring lemas di atasnya .
Siwon berlari mengikuti kemana troli yang
membawa tubuh lemah Sooyoung . Jantungnya berdetak seiring denting jam
yang berlalu , air mata di pipinya belum tuntas juga . Harapan semakin
tipis di pikirannya saat melihat Sooyoung terbaring begitu pucat .
Tangannya ikut mendingin seiring hilangnya aura kehidupan dari tubuh
Sooyoung .
“ Maaf Tuan , silahkan tunggu di sini ! “ , larang seorang paramedis saat Siwon berusaha masuk ke ruang operasi .
Siwon ingin melawan tapi paramedis berpakaian serba putih itu segera menutup pintu kaca yang memisahkan Siwon dari Sooyoung .
“ Wae ? Wae ? Kenapa aku tak boleh masuk …
aku orang yang paling dekat denganya …. ! “ , teriak Siwon penuh rasa
frustasi . Air mata di pipinya mengalir semakin deras . Dia berteriak
seperti orang gila , tak memperdulikan orang-orang yang sedang
melihatnya dengan pandangan janggal .
“ Oppa ….. “ , ujar Tiffany dari balik
punggungnya . ” Hentikan , aku mohon ! ” , bujuknya seraya menepuk
lembut pundak Siwon yang berguncang .
” Wae ….. kenapa aku tak boleh masuk … dia
membutuhkanku ! ” , isak Siwon semakin melemah . Ada peluh menetes dari
hidungnya , dia terlihat begitu menyedihkan dalam penyesalan . ” Babo
…. aku begitu bodoh. “, ujarnya seraya memukul-mukul dadanya dengan
kepalan jemarinya.
Saat aku mengatakannya hal – hal yang
menyakitkan hatinya separuh hatiku turut sakit bersamanya , tapi aku
tak mampu menahan diriku dari perasaan ini . Aku melihatnya menangis dan
terluka tapi tak melakukan apapun . Aku tak ingin melemah di hadapannya
, tapi di dalam hatiku aku merasa hancur berkeping-keping . Dia adalah
wanita pertama yang bisa membuatku jatuh cinta … tapi juga wanita
pertama yang meremuk redamkan hatiku . Aku ingin berhenti dan mengakhiri
ini … tapi Tuhan sepertinya berbicara lain .
**************************
7 Maret 2006
Kyuhyun berjalan dalam diam . Tubuh dan
jiwanya tak lagi menjadi satu . Mata hitamnya hanya menerawang jauh ke
jalan seberang yang memisahkan dirinya dengan sosok itu . Sosok yang
sudah menghilang dari hidupnya selama seminggu ini . Sosok yang selalu
dirindukannya tapi selalu ditahannya dalam hati . Sooyoung . Dia ada di
sana , berdiri mematung dengan pakaian serba hitam . Dia mencengkram
rangkaian bunga Lili kesukaan Eommanya. Kyuhyun tahu , hari ini adalah
hari peringatan kematian kedua orangtuannya .
Kyuhyun hanya terdiam dan memperhatikan
Sooyoung dari kejauhan . Lampu jalan sudah memberi kesempatan untuknya
menyebrangi jalan , tapi kakinya seperti terpaku dengan tanah yang
diinjaknya . Matanya seperti tak mau berkedip saat Sooyoung semakin
mendekat ke arahnya . Selangkah demi selangkah Sooyoung menyebrangi
bentangan jalan yang memisahkan mereka .
” Tuhan ….. kenapa kau menghukumku seperti ini . “ , batin Kyuhyun dalam hati . Hanya kurang selangkah lagi sampai mereka bertatapan .
Ada kesedihan yang terpancar di mata Kyuhyun saat Sooyoung melewatinya. ” Apa yang kau harapkan Cho Kyuhyun ? Dia menyapamu dengan senyum hangatnya ? Kau membuatnya menangis babo. “
, batin Kyuhyun saat Sooyoung hanya berlalu melewatinya . Wajahnya
begitu dingin , tatapannya hanya terkunci di depan . Dia tak melirik
Kyuhyun sedikitpun , dia hanya berjalan lurus dalam diam . Seolah mereka
hanya orang asing yang tak pernah saling mengenal selama sepuluh tahun
terakhir. ” Bukankah ini yang kau harapkan ? Dia menjauhimu ? Harusnya kau berterimakasih pada Tuhan .”
************************
7 Maret 2006
Hari ini begitu dingin . Salju tak juga turun , tapi udara seperti membeku di sekitarku .
Kami bertemu , tapi dia hanya berlalu tanpa melihatku . Aku tak tahu kenapa tetap sakit dalam hatiku hanya
dengan membayangkan tatapan Sooyoung siang itu . Ini yang kuharapkan . Aku ingin dia menjauh dariku tapi kenapa
aku merasa lemah karena berjauhan darinya .
Aku ingin dia bahagia , tapi bukan denganku , karena aku bukan segala yang dia kira .
Tuhan jika pendosa sepertiku bisa terlahir kembali , jadikan aku sempurna hanya untuknya .
-CK
*******************
Author POV -
” Minumlah .” , ujar Fanny seraya menyerahkan satu cup kopi panas pada Siwon .
” Gomawo . ” , jawab Siwon singkat seraya
menerima cup kopi yang disodorkan Fanny . ” Mian karena aku sudah
merepotkanmu seharian ini . Kau pasti lelah . “
” Syukurlah kau menyadarinya . ” , jawab
Fanny dengan nada bercanda . Ditatapnya Siwon yang berantakan . Di
tangannya ada darah Sooyoung yang sudah mengering . Kemeja mahalnya juga
tak luput dari percikan darah yang menakutkan . ” Aku tak pernah
melihatmu seperti ini . ” , gumam Fanny seraya menerawang di
langit-langit lorong rumah sakit .
Siwon hanya terdiam di sampingnya . Fanny
menoleh sejenak ke arahnya sebelum melanjutkan ucapannya , ” Aku tak
ingin mengatakannya , tapi aku benar-benar penasaran …. kenapa kau
membuat seolah-olah kita punya hubungan yang melibatkan romansa di
dalamnya ? ” ,
Kali ini Siwon memberikan senyum kecil di bibirnya . ” Miane …. “, hanya itu .
” Cih …. menghabiskan malam bersama ? Demi
Tuhan , kita hanya main Tenis seharian bersama Donghae dan Yoona . ”
lanjut Fanny yang merasa lucu dengan keadaan mereka . ” Kau ingat saat
aku menolakmu ? “,
Siwon mengangguk mengiyakan . ” Tapi bukan
aku yang kalah . Kau yang menyerah . Kau menolakku karena menyerah . ” ,
jawab Siwon lirih .
” Aku tak pernah melihat tontonan ‘ oh – aku-bodoh-sekali-karena-menyembunyikan-cintaku-padamu’
ini sebelumnya , tapi aku bisa merasakan bahwa kau tak pernah serius
padaku . Setelah melihat ‘tontonan opera’ yang kau sajikan , aku
mengerti kenapa aku begitu lelah saat mencoba menakklukan hatimu . ”
keluh Tifanny dengan senyum lebar di bibirnya.
Kesedihan Siwon sedikit berkurang mendengar cerita Fanny yang selalu bisa menghiburnya .
” Tapi kau tak pernah berhenti membuat
kejutan bagiku . Bagaimana bisa kau memperlakukan wanita yang kau cintai
sebagai seorang musuh ? ” ,
” Apa seorang Fanny yang tak pernah mau ikut campur urusan orang lain berubah menjadi the girl next door yang suka menyebar gosip ? “,
” Ya ! Lupakan … ” , kilah Fanny . Dia
melirik Siwon dengan ujung matannya . ” Ceritakan sedikit saja , pliss
…. ” , pintanya dengan nada kekanakan .
” Ada sesuatu yang hanya bisa kuceritakan pada Tuhan . Walau kau memohon sampai mati aku akan tetap menutup mulutku . ” ,
” Baiklah … akhir dari pembicaraan . ” , jawab Fanny .
Mereka terdiam untuk seperkian detik
sampai ponsel Siwon berdering . ” Yaboseyo …”, jawab Siwon dengan suara
baritonnya . ” Sekarang ? Dimana ? ” , Jawab Siwon setelah lebih dari
dua menit mendengarkan lawan bicaranya di ponsel .
” Siapa ? ” , tanya Fanny sedikit cemas saat melihat wajah Siwon memucat . ” Apa sesuatu terjadi ?” ,
” Aku harus pergi . ” , jawab Siwon
singkat , ada kebimbangan di matannya . ” Tapi aku ingin ada di samping
Sooyoung saat dia siuman . ” .
Fanny melihat lampu di atas pintu ruang
operasi yang masih menyala merah . ” Sepertinnya operasi masih akan
berjalan lama . Kau bisa pergi , aku akan menggantikanmu untuk sementara
. ” ,
Siwon mengepalkan kedua tangannya . Dia
ingin tetap ada di sini , menemani Sooyoung , memastikan dia baik-baik
saja dengan mata kepalanya sendiri . ” Apa yang harus ku lakuakan ? “,
gumamnya bimbang .
” Pergilah . Aku berjanji akan menjaganya
dengan baik sampai kau kembali . Aku akan menghubungimu segera setelah
operasi selesai. “,
Siwon berterimakasih pada Fanny sebelum bergegas berlalu dari Fanny .
Miane Soo …. aku harap kau mengerti . Ini demi kita , perusahaan kita , masa depan kita , dan impian kedua kakek kita .
*******************
Sooyoung POV -
Aku terbangun dalam kekacauan saat perawat
berusaha menyuntikkan cairan bening itu padaku . Sesuatu tentang jarum
dan bau rumah sakit selalu mengingatkanku pada masa terkelamku , aku tak
ingin lagi dianggap seperti orang gila . Aku tak ingin lagi direndahkan
oleh obat-obatan penenang itu . Aku ingin pergi dari sini secepatnya ,
sesegera mungkin . Salah satu dari mereka memanggil Siwon Oppa , aku tak
ingin bertemu dengannya saat ini . Aku tak ingin dia menganggapku lebih
rendah lagi . Aku berlari menerobos segalanya . Aku memecahkan segala
yang ku lewati , sampai akhirnya aku menyerah pada kebiasaan lamaku ,
mengancam untuk bunuh diri . Tapi namja itu , namja itu menghentikanku .
Bukan . Dia tidak pernah menghentikanku , dia mendorongku untuk mati .
Tapi entah kenapa dorongan itu malah semakin mengurungkan niatanku untuk
pergi .
” Dokter Changmin …” ,
Changmin . Itulah namannya . Dia berbalik
ke arah perawat di sampingku dengan senyum lebanya . Garis rahangnya
begitu tirus , berpadu apik dengan gigi putihnya . Aku selalu merasa
familiar dengan senyum itu , hidung yang tegas dan mata tajam yang
sedikit menyiratkan kebosanan pada dunia . Dan ya Tuhan …. senyum itu
miliknya …. bagaimana aku tak menyadarinya …. Kyuhyun Oppa .
************************
Author POV -
Sooyoung terpaku di tempatnya . Kepalanya
yang berdenyut tak dapat lagi ditahannya . Sooyoung mengumpulakan sisa
kesadarannya untuk bertahan . Changmin kembali terduduk di hadapannya .
Dengan sebelah tangannya dia membenahi rambut Sooyoung yang menjuntai di
depan matanya .
” Kenapa kau begitu ingin mengakhiri
hidupmu ? Apa kau ingin aku membantumu ? ” , ujar Changmin dengan nada
santai. Dia mengambil pisau yang tergeletak di sampingnya dan mengambil
sebelah tangan Sooyoung yang tidak di perban . ” Kau ingin tahu bagian
mana yang harus di iris saat kau beanar-benar ingin mati …. ” , perlahan
Changmin mendekatkan pisau tajam itu ke nadi Sooyoung .
Sooyoung mencoba melawan kekuatan Changmin
tapi gagal , kondisinya sedang tidak memungkinkan untuknya melawan
kekuatan seorang namja sehat . ” Hentikan …aku mohon hentikan ! ” ,
” Kenapa ? Bukankah kau ingin mati …. ” ,
Ujung tajam pisau bedah itu sudah menyentuh nadi Sooyoung , semua orang
yang berkerumun di sekitar mereka berteriak tak setuju dengan tindakan
Changmin , tapi rentetan ancaman menakutkan terus dimantrakan olehnya .
” Selamatkan aku …aku mohon …. hentikan …aku masih ingin hidup . ” , pinta Sooyoung di sela air matanya .
Prang …. bunyi logam yang terjatuh menimbulkan dentum nyaring yang membius semua orang di sekitar mereka .
Changmin masih di sana , tanpa pisau di
tangannya . Dia tetap terlihat setenang sebelumnya , ” Akhirnya kau
mengatakannya . Kenapa kau mau menyia-nyiakan hidupmu hanya untuk
terlarut dalam kepedihan ? Apa luka di kepalamu membuatmu kehilangan
kewarasaan ? Hentikan sandiwara konyol bunuh diri ini . Kenapa kau tak
mencoba menghadapi kenyataan dibanding bersembunnyi dari kematian yang
tak berguna …. ” ,
Air mata Sooyoung sudah menetes sebelumnya
, tapi kali ini berbeda , namja di hadapannya memberinya sebuah
kekuatan untuk bertahan , walau tak sebanyak yang dia butuhkan tapi itu
cukup untuk Sooyoung tetap bernafas . ” Miane …. mianeyo …. Aku takut
…aku takut ,,,, aku takut menghadapinnya .,,,, “,
Air mata itu . Air mata yang sama yang
pernah dilihat Changmin dari kejauhan saat berada di pemakaman Kyuhyun .
Air mata yang membuatnya ragu sesaat untuk membalas dendam . Air mata
yang kali ini juga menggoyahkan pertahanannya untuk tak merengkuh gadis
di hadapannya . Tarikan itu semakin kuat , entah kegilaan apa yang
merasuki pikiran Changmin yang selalu tenang , yeoja di hadapannya
memiliki kekuatan yang membuat desir aneh di hati Changmin berdetak .
Perlahan ….. sesuatu itu ada dan mendekat …. perlahan jemari itu
menyentuh pundak lesu yang ada di hadapannya .
” Jangan menangis ! ” , ujar Changmin yang sudah merengkuh Sooyoung di pelukannya . ” Demi Tuhan aku memberi kenyamanan pada musuhku . Kegilaan apa yang merasukiku …” ,
***************************
Sooyoung POV -
Perasaan apa ini ? Kenapa aku begitu
tenang berada di pelukannya , seperti pulang ke rumah dari perjalanan
yang panjang . Dia berbau seperti kakek dan memiliki senyum seperti
Kyuhyun Oppa , tapi aku bisa merasakan ada nada ketus yang selalu
dilayangkan Siwon Oppa padaku . Namja ini , kenapa dia begitu
mempengaruhiku . Aku tahu ini salah tapi aku ingin sebentar saja berada
di sini . Sebentar saja ..hingga aku bisa percaya lagi pada diriku untuk
menatap dunia …..
**********************
Author POV -
Changmin merasakan tubuh di rengkuhannya
semakin melemas . ” Dia tertidur …. bawa dia kembali ke kamar !” ,
perintahnya pada paramedis yang sejak tadi berkumpul mengintari mereka .
” Ya Tuhan apa yang terjadi ?!!!” , teriak
Fanny yang baru datang membawa dua tas belanja besar penuh peralatan
untuk Sooyoung . ” Siwon Oppa pasti akan membunuhku ! ” , gerutunya
dengan kesal .
********************
Sooyoung terbangun dengan kepala yang
masih terasa nyeri . Bibirnya terasa begitu kering dan tenggorokannya
serasa dipenuhi oleh pasir . Dia membutuhkan air , tapi tak ada orang di
sekitarnya . Dia mencoba menajamkan matannya saat melihat ke arah lain ,
sejauh yang dia bisa . Ada suara gaduh di depan pintu kamarnya seorang
namja masuk dengan hela nafas kelelahan , seperti dia sudah berlari
ribuan kilo meter . Sooyoung ingin berteriak air pada namja itu , tapi
suaranya tertelan oleh angin yang masuk melalui hidungnya .
Pintu kembali membuka kali ini seorang
yeoja bertubuh apik masuk ke dalam kamarnya , yeoja itu menepuk lirih
pundak namja yang masih kabur di pengelihatan Sooyoung . Mereka bertukar
kata , sesuatu mengenai kecerobohan dan penyesalan , telinga Sooyoung
juga tak mampu menangkap dengan benar apa yang mereka ucapkan . Sooyoung
kembali mencoba untuk berteriak meminta air tapi nihil .
Pengelihatan Sooyoung semakin membaik dia
mulai mengenali namja yang berdiri menjulang membelakanginya , dia masih
sibuk berbicara dengan yeoja di hadapannya . Sooyoung masih tak
mengenali yeoja itu karena tubuh Siwon menghalangi padangan Sooyoung .
” Oppa dia pasti akan baik-baik saja ….
kau tak perlu cemas . ” , ujar yeoja itu pada Siwon , detik berikutnya
mereka berpelukan dengan akrab , posisi itu membuat Sooyoung bisa
mengenali siapa yeoja yang bersama dengan Siwon Oppa .
” Fanny ….. “, bisik Sooyoung yang
akhirnya bisa di dengar oleh dua orang yang ada di ruangannya , ada
kekecewaan tergambar di mata Sooyoung . Dia kecewa karena Siwon begitu
kejam membawa wanita itu di kamar rawatnya .
Siwon berbalik ke arah Sooyoung , tatapan
mereka bertemu untuk sesaat . Siwon ingin sekali berlari merengkuh
Sooyoung saat ini . Tapi lagi lagi dan lagi , ada ego yang
menghentikannya , ego yang selalu mengalahkan rasa cintanya hingga
terlihat mirip kebodohan .
” Kau begitu membenciku ,,,,,,, kau sangat
membenciku hingga kau berbuat sesuatu sekejam ini ? “, ujar Sooyoung
mengacu pada keberadaan Fanny . ” Aku yang bodoh mengharapkan
kebahagiaan dari kebersamaan ini . Aku yang bodoh selalu merasa ada
harapan untuk kita , seharunya aku sudah menyerah dari dulu ….. ” ,
Siwon mendekatkan langkahnya seiring
hujatan Sooyoung padannya , entah kenapa keluh kesah Sooyoung seperti
mantra yang sedikit demi sedikit memecahkan dinding penghalang diantara
mereka .
” Aku begitu bodoh mencintaimu sepihak , kenapa aku begitu bodoh ….. ” ,
” Hentikan …… ” ,
” Shiro !!! Aku melukai diriku sendiri
seperti orang bodoh , terluka dan mengeluh seperti seorang wanita gila .
Aku terlihat bodoh dan menyedihkan bagimu , seperti wanita manja yang
hanya bisa mengeluh …… “
” Hentikan …….”, Siwon semakin mendekat ,,,,,
Sooyoung menutup wajahnya dengan kedua
tangan , dia tak ingin Siwon melihat air matanya . ” Shiro !!!! Kenapa
kau tak pergi ke neraka dan hidup tenang di sana bersama wanita itu
,,,,,, kenapa kau tak membiarkanku mati ……. “,
” Hentikan !!! “, Siwon mencengkram
perlahan tangan Sooyoung dan mencoba mengurainya , dilihatnya air mata
yang meniti dari kedua mata bulat itu . Dia tak pernah melihatnya dari
dekat , tapi itu adalah air mata yang selalu ingin dihapusnya ,,,,,, ”
Miane ….” , ujar Siwon akhirnya .
Sooyoung berhenti terisak . Matanya mengunci wajah Siwon di hadapannya . ” Ani … aku pasti salah dengar . “
” Mianeyo …. Miane Soo …. Aku adalah orang bodoh yang sebenarnya . “
” Ini pasti mimpi …… Ani …. Ini pasti
mimpi …. ” , rintih Sooyoung dalam ketakpercayaan . ” Aku peringatkan
padamu …. jangan pernah mempermainkanku ….. lagi !!!”,
Siwon tak menghiraukan ancaman Sooyoung .
Entah kenapa suasana ini menjadi lucu baginya , dia ingin suasana ini
menjadi haru biru dan penuh tangisan , tapi sisi jahilnya muncul entah
dari mana , dia tersenyum kecil sebelum memeluk Sooyoung dalam
pelukannya . Setahun dua tahun Tuhan …. ini sudah begitu lama sejak
mereka berpelukan secara benar . Siwon tak tahu Sooyoung semakin kurus ,
dia kembali merasa bersalah pada Sooyoung . Dia berjanji dalam hati tak
akan lagi berbuat bodoh seperti dulu , seumur hidupnya akan dihabiskan
untuk berada di sisi Sooyoung , mengganti kesedihan yang dibuatnya ,
mengganti kebodohan yang dilakukannya di masa lalu . ” Soo …. Miane …. ”
, untuk saat ini kata maaf lebih tepat dibanding ungkapan cinta yang
menggebu , hanya saat ini .
************************
Fanny ada di sana dengan senyum lebar dan
mata membulat konyol , ” Tuhan pasangan ini membuatku ingin muntah ….. ”
, ejeknya dengan nada senang . Dia memutar bola matannya dengan
berlebih sebelum meninggalkan Siwon dan Sooyoung berdua di dalam kamar .
Fanny membuka pintu perlahan dan mendapati
sosok yeoja setinggi dirinya sedang berdiri tepat di depan pintu , ”
Miane … apa kau terluka ?”, tanya Fanny dengan sopan .
Yeoja yang terlihat lebih tua beberapa
tahun darinya itu mendelik kesal padanya , ada tatapan mematikan yang
dilayangkan pada Fanny . ” Kau juga tak membantu sama sekali . ” ,
gerutu yeoja itu pada Fanny sebelum berbalik pergi dengan langkah lebar .
” Mwo ?”, bisik Fanny pada diri
*********************
Victoria membanting pintu mobilnya dengan
kesal . Kemarahan menguasai dirinya , dia ingin membuat Sooyoung
menderita hingga mencapai kegilaan yang tak sewajarnya . ” Changmin
….Siwon … Fanny ….. kalian …. BODOH !!!! Aku aku harus turun tangan
sendiri . Lihat saja Choi Sooyoung , ini belum berakhir …. ” ,
*********************
-TBC-
Jelek ah … Bosenin ah …Melelahkan banget
sih … Tuhan kapan sih selesainya … Sooyoung gak bahagia bahagia sih …
Apaan sih FF ini … Banyak Taypo deh ….Kepanjangan tau … Kurang panjang
ah …. ya Allah ini bener bener rumit …. ceritanya acakadul … bahasanya
jelek ….. ???? Apa reader merasa seperti itu ? MIAN YAAA
Ini Fase sedih ke bahagia jadi
pembelotannya mungkin agak aneh ya mian banget dehh ya d chapter
selanjutnya Adaya akan berusaha lebih keras lagi ,,,,,
ADAYA GAK TIDUR NULIS INI JADI MAAF KALO FLAAAAAAAAAT
Plisssss plisss jangan comment kurang
panjang di chapter ini , ini adalah chapter terpanjang dari semua seri
NOY bisa nangis saya kalo minta panjang lagi heheheheheh
Mian ya kalo jelek dan banyak Taypo , dan makasih udah yang baca dan sudah setia menunggu tulisan Adaya .
Ah ya sebenernya endingnya mau aku kasih
kissu tapiiiiiii jangan ah simpen buat chaptterrr selanjutnya …la la la
ala la ala alaallalalalala heheheh
BYEEEE ….
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YAAAA
GUMAWOOOO :*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar