Annyeong Reader :)
Aduh
ini pertama kalinya Adaya nulis di WP Pribadi Adaya ,,,,,,,, Ne
sehubung mood Adaya yang lagi suka dengan karakter congkak jadi Adaya
mau melanjutkan BND Chapter 5 , bagi penikmat WP SAC mungkin belom tahu
FF ini , jadi silahkan dinikmati dari awal ya .....
FYI : Jika ada yang bercetak miring itu bearti flashback ya ....
Sekalian
Adaya juga ingin minta maaf karena belum bisa nepatin janji lanjutin
NOY , bukan bearti belum di tulis , sudah di tulis hanya saja kurang
gereget , masih perluh perbaikan sana sini , jadi sebagai gantinya FF
ini dulu saja di nikmati ,,,miane ,,,(bow)
Happy Reading .........
Title : Billionaire Next Door
Author : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )
Main Cast : Choi Sooyoung–> himself, Choi Siwon–> Kwon Siwon , Im Yoona–> himself , Cho Kyuhyun–> Kwon Kyuhyun
Other Cast : Super Generation, BoA –> Siwon and Kyuhyun Sister , Kangta –> Sooyoung Brother , Kim Jaejoong JYJ –> sekertaris Kim.
Type : Chapter
Genre : Romance, Friendship, Family,
Rating : PG- 19 ( All reader who Open mind )
Disclaimer
: This story inspired from Protect The Boss , Style , Goong , and also
Mars Drama . All the Cast just belong to God but the story is my own.
Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!
Chapter -5 A-
Author POV-
“
Setiap orang memiliki setidaknya satu rahasia yang ingin mereka simpan
dalam hidup mereka . Beberapa rahasia mungkin mengacu pada hasrat yang
membara yang memungkinkan seseorang memerah pipinya saat dia
mengatakannya . Atau cerita sederhana yang tak bisa terucap walau nyawa
taruhannya . Tapi rahasia semacam itu tidak akan menjadi masalah bagimu
jika kau mampu menutup mulutmu dan membarkannya tetap tertutup rapat
dalam hatimu . Tapi beberapa rahasia tak bisa kau sembunyikan tak peduli
seberapa keras kau mencobannya , sebuah rahasia yang membuatmu sadar
kau bukan orang yang pantas untuk ada di tempatmu saat ini . Sebuah
rahasia yang bahkan tak pernah ingin kau yakini . Rahasia yang membuatmu
jatuh tersimpuh walau dalam hari terbahagiamu .Ironinya , setiap kau
menatap wajah yang ada dalam pantulan cermin kamarmu kau akan merasa
takut dengan sedirinya , karena wajah itu , wajah yang terpantul itu
adalah penyebab rahasiamu tak lagi menjadi sebuah rahasia ..... “ ,
****************************
12 Januari 2014
Sooyoung
sedang disibukkan dengan tumpukan folder di hadapannya , kacamata merah
winenya menggantung cantik di telinga indahnya . Sudah hampir dua jam
dia terpekur di tempatnya saat ini . Sesekali Sooyoung mengintip ke
dalam layar komputer yang menampilkan serangkaian sample batu permata
dari hasil pertambangan keluarganya . Matanya terus mengikuti ke arah
deretan kalimat yang tertulis di tumpukan kertas putih yang dipegangnya .
Ada sedikit gurat kekecewaan di dahinya . Dia kembali melirik ke arah
kanan mejanya , cangkir kopinya sudah kembali kosong untuk kesekian kali
. Diedarkan pandangan ke sekeliling kubikel kantornya . Dari jendela
penghubung kantornya dia bisa melihat para pekerjanya sudah begitu
kelelahan . Ada beberapa di antara mereka yang masih berahan di depan
layar komputer yang menyilaukan walau mata mereka lebam karena kantuk .
“
Sudah selarut ini ?”, gumam Sooyoung saat dia melirik ke arah jam
dinding yang tergantung di tembok kantornya . Sooyoung meraih ponsel yang
diletakkan di dekat potret keluarganya . Dia menekan beberapa nomor
yang sudah di hafalnya di luar kepala .
“ Yaboseyo .....” , jawab seseorang namja di sebrang sana .
Sooyoung tersenyum sejenak sebelum menjawab dengan nada lembut , “ Apa kau menungguku ?”,
“
Seperti biasa . Bukankah kau selalu datang terlambat ..... “, jawab
Namja dari sebrang telepon . Sooyoung tersenyum karena tahu namja itu
hanya menggodanya . Dia tahu karena mereka sudah hidup bersama dua tahun
terakhir .
“ Miane .... aku harus mengerjakan sedikit pekerjaan di kantor . Apa Jinri sudah tidur ?”,
“ Dia mencarimu ... selalu ! Dia merindukanmu , sesekali pulanglah lebih awal , dia ingin kau membacakan ceria untuknya . “
“ Akan aku usahakan . Gumawo .” , jawab Sooyoung perlahan .
“ Aku suamimu Soo , untuk apa kau berterimakasih . “ ,
Sooyoung
kembali tersenyum , dia bersyukur bahwa namja itu yang menjadi suaminya
. Dia bersyukur karena mereka saling mencintai . Dia bersyukur karena
dia adalah segala yang dibutuhkan olehnya .
“
Aku akan segera pulang , jangan lupa nyalakan lampu nakas . Aku tak
ingin terkantuk meja kerjamu lagi . Kakiku sudah cukup dengan tiga bekas
lebam kemarin . “ , ujarnya dengan nada yang hanya bisa diftasirkan
sebagai cinta .
“ Ne . Apa aku perluh menjemputmu ? “,
“ Ani . “ , tolak Sooyoung perlahan , dia tahu suaminya juga lelah dengan jadwalnya hari ini . " Aku akan pulang sendiri . "
“ Baiklah ,,, hati-hati di jalan . Bye ... “,
“
Bye .. “, klik . Sooyoung meletakkan ponselnya kembali di tempatnya .
Senyum kembali terkembang di wajahnya saat dia melihat potret
keluarganya . “ Aku merindukanmu Oppa ... “, bisik Sooyoung seraya
mengelus lembut wajah Kangta yang tersenyum di potret itu . Boa ada di
sampingnya berdiri dengan pakaian kasual bersama suaminya . Semua
tersenyum bahagia di potret itu . Sooyoung puas menatap ke wajahnya yang
bisa menunjukkan senyum yang tak pernah dia bayangkan akan di milikinya
di masa lalu . Suaminya sedang memapah anaknya yang masih berusia 5
bulan saat itu . “ Yoona .... “ , bisiknya saat melihat saudara ipar dan
sahabatnya yang merangkulkan sebelah tangannya ke pinggang Sooyoung .
Yoona terlihat cantik dengan gaun satin hijau hazzelnya . Suami Yoona
juga ada di sana terlihat sama bahagianya dengan yang lain .
Sooyoung
puas dengan hidupnya saat ini . Walau di masa lalu ada tangis mendera
tapi hari ini hanya ada senyuman di wajahnya . Pengalaman pahit dan
kekecewaan di masa lampau telah memberinya jalan untuk bahagia di masa
kini . “ Aku mencintai kalian .....” , ujarnya pada potret di tangannya .
**************************
2 Mei 2012
Sooyoung
sedang menggerutu kesal pada dirinya sendiri . Cangkir coffe di
hadapannya sudah kosong untuk kedua kalinya . Jemarinya mengetuk-ngetuk
meja dengan kesal . Dia begitu benci menunggu . “ Aish ...... Kwon
Kyuhyun . “, gerutu Sooyoung seraya membanting kesal tas jinjing yang
dibawanya . Cardigan yang ada di dalamnya mengintip keluar di lantai
kayu caffetaria .
“
Ya ! Apa yang kau lakukan ?”, ujar suara dari balik punggung Sooyoung .
“ Ck ck ck kau tak pernah berubah . “ , keluh Kyuhyun sebelum
menempatkan dirinya di samping Sooyoung.
Sooyoung
mendengus kesal saat melihat sikap Kyuhyun yang tak acuh . Kemarin
malam memang hanya ilusi . Iya Ilusi dengan I besar . Kwon Kyuhyun yang
sempat dianggap Sooyoung sebagai pahlawan ternyata hanya bocah kurang
ajar yang sama seperti yang ditemuinya dua jam sebelum tindakan
heronisme itu . Tidak ! Jika Sooyoung mau memutar balik ingatannya
kemarin malam dia akan tahu Kwon Kyuhyun tak melakukan apa-apa untuknya .
Dia hanya berdiri di sana dan mengeluarkan kata-kata menyengat di
telinga .
“ Ada keperluan apa kau
memanggilku ke seni ?” , jawab Kyuhyun dengan nada malas . Kyuhyun
melirik ke lantai , tempat tas jinjing coklat Sooyoung tergeletak tak
berdaya . Dia menaikkan sebelah alisnya saat melihat cadigan miliknya
mengintip keluar dari tas .
“ Aku
hanya ingin mengembalikan apa yang bukan milikku . Huh !”, jawab
Sooyoung sebal seraya memangutkan kepalanya ke arah tas jinjingnya yang
tergeletak di lantai . Dia bahkan tak mau merepotkan dirinya untuk
mengambil tas jinjing itu.
“ Kau bisa
membuangnya kalau kau mau . Kau cukup tahu keuanganku bisa memenuhi
kebutuhan berpakaianku . Walau kau tak mengembalikan cardigan itu jelas
kau tahu aku tak akan kekurangan pakaian dalam lemariku . “ , jawab
Kyuhyun dengan nada jahil . “ Jadi , katakan padaku ! Apa tujuanmu
sebenarnya ? Merindukanku ?”, sindir Kyuhyun dengan kilat jahil di
matanya .
“ Ya ! “ , teriak Sooyoung yang mengundang tawa Kyuhyun .
“ Baiklah , miane , aku hanya bercanda . “
, ujar Kyuhyun tak tulus . “ Hanya memikirkan kau mulai menyukaiku
sudah membuat bulu kuduku berdiri . “ , godanya lagi .
Sooyoung meremas tanganya dengan erat di
bawah meja , dia berusaha dengan sekuat tenaga untuk tak menyiram
Kyuhyun dengan kopi yang masih tersisa di cangkirnya . “ Syukurlah , kau
segera sadar dari delusimu. Memikirkan aku menyukaimu membuatku ingin
memuntahkan seluruh isi perutku saat ini . “ sindir Sooyoung .
“ Aku ingin berterimakasih padamu …. “ ,
ujar Sooyoung . “ Tapi aku berubah pikiran ! “, lanjut Sooyoung . “
Mengingat kau adalah lelaki besar kepala yang tak bisa menjaga mulutmu
dengan kesombongan sebesar sepatu bootku , aku rasa ucapan terima kasih
terlalu berharga bagimu . “
Jika namja di hadapan Sooyoung bukan
Kyuhyun , namja itu pasti sudah melangkahkan kakinya keluar dari
caffetaria karena merasa kesal dan terhina oleh ucapan Sooyoung . Tapi
dia Kyuhyun . Orang yang sudah mulai mengerti hati Sooyoung . Dia tak
marah sedikitpun , dia merasa hal ini lucu . Yeoja di hadapannya
bertampang cantik dan bermulut setajam pisau . Tapi Kyuhyun mulai merasa
jikalau Sooyoung tak seburuk seperti yang dikatakan orang . “ Baikalah
terserah kau saja ! “ , jawab Kyuhyun sekenanya .
Sooyoung mulai merasa sedikit aneh dengan sikap Kyuhyun . Dia sedikit terkejut karena Kyuhyun tak membalas hinaan Sooyoung . “ Kau ... ada apa denganmu ? Kau tidak marah dengan hinaanku ? “ ,
Kyuhyun menatap Sooyoung dengan senyum di matanya . “ Entahlah ... sepertinya aku mulai tahu bahwa kau tak benar-benar serius saat mengucapkannya . “ , jawab Kyuhyun .
Sooyoung terdiam sesaat . Dia terpaku pada senyum yang terlukis di bibir Kyuhyun . “ Ada apa denganku . Kenapa hatiku berdetak seperti ini . “ batin Sooyoung yang merasakan ada getaran aneh di hatinya saat melihat senyum Kyuhyun . “ Aku tak mungkin .... ini tak mungkin perasaan itu .... “,
Sooyoung mulai merasa sedikit aneh dengan sikap Kyuhyun . Dia sedikit terkejut karena Kyuhyun tak membalas hinaan Sooyoung . “ Kau ... ada apa denganmu ? Kau tidak marah dengan hinaanku ? “ ,
Kyuhyun menatap Sooyoung dengan senyum di matanya . “ Entahlah ... sepertinya aku mulai tahu bahwa kau tak benar-benar serius saat mengucapkannya . “ , jawab Kyuhyun .
Sooyoung terdiam sesaat . Dia terpaku pada senyum yang terlukis di bibir Kyuhyun . “ Ada apa denganku . Kenapa hatiku berdetak seperti ini . “ batin Sooyoung yang merasakan ada getaran aneh di hatinya saat melihat senyum Kyuhyun . “ Aku tak mungkin .... ini tak mungkin perasaan itu .... “,
******************
Sooyoung POV -
Kwon
Kyuhyun ? Ani . Tidak mungkin . Bagaimana seleraku terhadap pria bisa
terjun bebas seperti ini . Ini pasti hanya hasrat kilat yang muncul
karena pengaruh hormon diantara kami. Aku pasti sudah gila ? Bagaimana
jantungku bisa berdetak seperti ini . Dia hanya tersenyum padaku , tapi
bagaimana itu bisa membuat dentuman dasyat di jiwaku . Aku pasti sedang
bermimpi .
“ Ya ! Apa yang kau
lamunkan ? “ , tanya Kyuhyun padaku . Aku baru sadar sudah lebih dari
lima menit aku hanya terdiam memandangnya .
“
Ani ..... aku merasa kau sangat jelek ketika tersenyum !” , kilahku
seraya menyeruput cangkir kopiku yang sudah hampir kosong . Demi Tuhan
apapun akan kulakukan hanya untuk menghindari bertatap muka dengan
Kyuhyun kali ini .
“ Kau merasa aku menarik ? Aku yakin itu !” , aku hampir tersedak saat Kyuhyun melontarkan ucapan itu .
“ Ya ! Kau mulai lagi ....” ,
“
Jangan ! “ , potong Kyuhyun yang seketika membuatku kebingungan . “
Jangan tertarik padaku ! “, lanjutnya yang membuatku bungkam . “ Seperti
yang ku katakan padamu sebelumnya . Aku menyukai Yoona sejak pandangan
pertama . Aku sudah menetapkan hatiku padanya . Apapun yang terjadi
kelak , aku tetap akan memilihnya . Aku tak akan mudah goyah . “ , tegas
Kyuhyun . Aku ingin sekali memuntahkan keluhan karena dia terlalu
memandang tinggi dirinya .
Sekali lagi dalam hidupku , aku harus kembali melawan Yoona . Aku tak tahu apa yang direncanakan Tuhan untuk kami , tapi jika benar Kyuhyun sudah menetapkan hatinya aku harus kembali ke jalan awalku . Aku harus melakukan sesuatu untuk membunuh perasaan yang masih berupa ilusi ini . Aku harus membunuhnya dengan tanganku sendiri , atau aku akan menyesal kelak , karena membiarkan sesuatu yang bodoh telah tumbuh di hatiku untuk yang kedua kalinya . Aku tak mungkin lagi jatuh di tempat yang sama . Cukup sekali , hanya sekali , cukup Changmin Oppa yang menorehkan luka itu di hatiku . “ Baik . Aku akan menerima tawaranmu . “ , jawabku lirih . Pada akhirnya inilah caraku satu-satunya . “ Aku akan menjadi sekutumu . Jadikan Siwon Oppa milikku !” , lanjutku yang membuat Kyuhyun untuk sejenak kehilangan orientasinya .
Sekali lagi dalam hidupku , aku harus kembali melawan Yoona . Aku tak tahu apa yang direncanakan Tuhan untuk kami , tapi jika benar Kyuhyun sudah menetapkan hatinya aku harus kembali ke jalan awalku . Aku harus melakukan sesuatu untuk membunuh perasaan yang masih berupa ilusi ini . Aku harus membunuhnya dengan tanganku sendiri , atau aku akan menyesal kelak , karena membiarkan sesuatu yang bodoh telah tumbuh di hatiku untuk yang kedua kalinya . Aku tak mungkin lagi jatuh di tempat yang sama . Cukup sekali , hanya sekali , cukup Changmin Oppa yang menorehkan luka itu di hatiku . “ Baik . Aku akan menerima tawaranmu . “ , jawabku lirih . Pada akhirnya inilah caraku satu-satunya . “ Aku akan menjadi sekutumu . Jadikan Siwon Oppa milikku !” , lanjutku yang membuat Kyuhyun untuk sejenak kehilangan orientasinya .
“ Kau menerima tawaranku ? “, ulang Kyuhyun mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri .“ Tapi kenapa kau tiba-tiba beubah pikiran ? “ ,
“ Hanya satu syarat yang ku ajukan . Jangan banyak bertanya soal alasanku menerimamu . Terima atau Batal ! “ , gerutuku sebal .
“ Ya ! “ , protes Kyuhyun yang entah kenapa terlihat kembali terlihat kekanakan .
Mungkin ini awal dari segalanya atau akhir dari segalanya . Aku tak akan pernah tahu ? . Aku bukan peramal yang bisa melihat ke masa depan . Tapi aku sungguh berharap jauh di lubuk hatiku agar siapapun yang berakhir denganku akan benar-benar mencintaiku di dalam hatinya. Siapapun kau , apa kau siap ? .
“ Hanya satu syarat yang ku ajukan . Jangan banyak bertanya soal alasanku menerimamu . Terima atau Batal ! “ , gerutuku sebal .
“ Ya ! “ , protes Kyuhyun yang entah kenapa terlihat kembali terlihat kekanakan .
Mungkin ini awal dari segalanya atau akhir dari segalanya . Aku tak akan pernah tahu ? . Aku bukan peramal yang bisa melihat ke masa depan . Tapi aku sungguh berharap jauh di lubuk hatiku agar siapapun yang berakhir denganku akan benar-benar mencintaiku di dalam hatinya. Siapapun kau , apa kau siap ? .
***************************
Author POV -
13 Januari 2014
00:06
Sooyoung
sampai di rumahnya dengan selamat . Setelah mengemudi lebih dari 28 Km
Sooyoung berusaha untuk merenggangkan otot-ototnya yang menegang . Dia
selalu bahagia saat berada di rumah . Setelah memarkirkan mobilnya di
garasi Sooyoung melewati pintu samping rumah yang menghubungkannya
dengan dapur . Dia sedikit merasa lapar . Seharian tadi Sooyoung hanya
sempat menyantap nasi kepal yang dibelikan asistennya di toko cepat saji
.
Sooyoung
meletakkan tas jinjingnya di meja dapur sebelum bersiap mencari makanan
di dalam lemari pendingin . Suara dentaman buku-buku yang menjadi isi
tasnya membuat kucing Sooyoug yang tertidur di samping meja sedikit
menggeliat kaget. “ Miane Jongin !” , ujar Sooyoung pada kucingnya . Dia
kembali membuka lemari pendingin di hadapannya .
“ Lihatlah dewi makanku yang selalu mencintai lemari pendingin dibanding suami dan anaknya ! “ , ujar sura bariton dari balik punggung Sooyoung .
Sooyoung berbalik sekilas dan memberikan namja itu senyuman kecil sebelum kembali menekuri isi lemari pendinginnya . “ Miane .... hatiku lebih mencintai kalian , tapi perutku berkata lain . Apa yang bisa aku lakukan ? “ , goda Sooyoung yang kemudian mengambil seiris Sachertorte dari dalam lemari pendinginya .” Kau mau ? “ , tawar Sooyoung pada suaminya .
Sooyoung menempatkan dirinya di samping meja bar yang membentang memisahkan ruang makan dan dapurnya . Suaminya berdiri bersebrangan denganya . Dia menuangkan susu putih ke dalam cangkir besar untuk mereka berdua . Ini sudah seperti tradisi bagi mereka . Berbagi makanan dan minuman .
“ Apa semuanya baik-baik saja ? Kau sudah hampir seminggu pulang larut . “ , tanya Suami Sooyoung seraya melahap irisan kue yang disuapkan Sooyoung padanya .
Sooyoung berbalik sekilas dan memberikan namja itu senyuman kecil sebelum kembali menekuri isi lemari pendinginnya . “ Miane .... hatiku lebih mencintai kalian , tapi perutku berkata lain . Apa yang bisa aku lakukan ? “ , goda Sooyoung yang kemudian mengambil seiris Sachertorte dari dalam lemari pendinginya .” Kau mau ? “ , tawar Sooyoung pada suaminya .
Sooyoung menempatkan dirinya di samping meja bar yang membentang memisahkan ruang makan dan dapurnya . Suaminya berdiri bersebrangan denganya . Dia menuangkan susu putih ke dalam cangkir besar untuk mereka berdua . Ini sudah seperti tradisi bagi mereka . Berbagi makanan dan minuman .
“ Apa semuanya baik-baik saja ? Kau sudah hampir seminggu pulang larut . “ , tanya Suami Sooyoung seraya melahap irisan kue yang disuapkan Sooyoung padanya .
“ Ani . Semuanya berjalan sesuai
tempatnya , hanya ada beberapa pekerjaan yang membutuhkan perhatian
ekstra ! “ , jawab Sooyoung .” Tapi Yaebo , apa sekarang kulitmu sedikip
menghitam ? Dan ahhh ,,,, jambang-jambang kesukaanku . Apa sekarang kau
berusaha menggodaku ?” . goda Sooyoung seraya menyentuh dagu suaminya .
“ Kau tampan sekali . “ , pujinya .
“ Tentu saja . Suamimu ini bisa membuat semua yeoja memalingkan muka setiap kali melewati mereka . “
“
Ya ! “ , gertak Sooyoung yang membuat suaminya tertawa renyah . “
Berhentilah bercanda ! Hibur aku ! “ , pinta Sooyoung kembali dengan
nada manja .
“ Baik ....tapi izinkan
aku membawa kita ke tempat yang lebih nyaman . “ , Sooyoung hanya
tersenyum saat Suaminya menyebrangi bar dan mulai memapah tubuhnya
menaiki tangga-tangga menuju kamar mereka .
“
Yaebo , Sharange .....” , ujar Sooyoung seraya merapatkan dirinya ke
dada suaminya . Mungkin ini bukan hidup yang paling menyenangkan baginya
, tapi bagi Sooyoung saat ini adalah saat yang paling berharga .
************************
2 Mei 2012
Yoona sedang duduk di depan meja
kerjanya . Sudah hampir seminggu dia menempati posisinya sebagai Dokter
Unit Gawat Darurat di RS Seoul . Sebagai pendatang baru posisinya saat
ini benar-benar memberatkan dia . Tak banyak bantuan dari dokter senior
ataupun rekan setimnya . Ada puluhan kasus yang selalu butuh penanganan
tepat dan cepat di unitnya saat ini . Dia menangani hampir semua kasus
kecelakaan yang selalu datang tiap jamnya . Tangan dan tubuhnya selalu
bergelimang darah dari pasien yang datang dan pergi dari unitnya .
“
Sungsaenim , ada pasien berusia 32 tahun sedang mengalami pendarahan di
kubikel tiga . “ , ujar seorang paramedis yang sedang diburu waktu . “
Saya harap anda segera melihatnya , dia terluka di bagian lutut kiri ,
sepertinya ada pecahan kaca yang masuk ke dalam lukanya. “
“ Apa kau sudah menyuntikkan Anestesi padanya ? “ ,
Paramedis itu hanya mengaguk perlahan
seraya mengikuti Yoona dari balik punggungnya . Mereka setengah berlari
untuk bergegas . Yoona segera memeriksa luka sepanjang 26 cm yang
membelah daging di sekitar lutut si pasien .
Yoona
menangani kasus demi kasus dengan begitu sigap hingga dia lupa menjaga
kesehatannya sendiri . Ini seperti ironi di dunia medis . Kau akan
terlarut dalam berbagai kasus yang ada di hadapanmu dan merasa kalau
dokter adalah robot penyembuh yang sudah kebal akan penyakit .
“
Selesai ....” , ujar Yoona setelah menjahit luka pasiennya . Ada peluh
di dahi mungilnya . “ Bawa dia ke bagian Ortopedi untuk penanganan lebih
lanjut . Hubungi Dr. Jisuk untuk menanganinya . “ , perintah Yoona pada
asisten perawatnya .
Yoona
memberikan senyum kecil pada pasien di hadapanya sebelum dia
meninggalkan kubikel si pasien . Wajah lelah Yoona membuat perawat di
sampingnya tersenyum prihatin padanya . Yoona melirik jam tangan
tembaganya , sudah satu jam berlalu sejak jam jaganya berakhir . Dia
baru sadar sejak jam istirahat tadi perutnya hanya diisi dengan kopi
hitam buatan asistennya . Dia tak pernah sempat makan dengan teratur
saat ditugaskan di UGD. “ Hah ..... “ , desah Yoona . Dia menyapukan
pandangan ke area unitnya sebelum memutuskan untuk memangil Dr. Sujin
untuk menggantinya berjaga .
Yoona mengemasi beberapa barangnya yang
ada di meja , diliriknya beberapa tumpukan dokumen rekapan perkembangan
pasien yang ditinggalkan oleh asistennya sejam lalu . Yoona ingin
meraihnya untuk menyelesaikan pekerjaan tertunda itu tapi suara keibuan
dari balik punggungnya mengehentikannya, “ Sudah tinggalkan saja . Ini
sudah waktunya kau pulang . Biarkan Dr. Sujin yang mengerjakannya . “ ,
ujar kepala perawat Oh yang sudah dianggap Yoona seperti eommanya
sendiri .“
Yoona tersenyum pada
wanita paruh baya itu . “ Perutku sudah menjerit untuk diisi . Jika
eommonim tak menghentikanku aku pasti akan berakhir kelaparan di meja
itu . “ , canda Yoona .
“ Kau terlalu
memaksakan dirimu . Pergilah ke caffetaria , aku akan mengendalikan
situasi di sini sampai Dr. Sujin datang ! “ , usir perawat Oh dengan
nada sayang .
“ Ne .... ! “, Yoona
membungkuk sopan sebelum melangkahkan kakinya menelusuri lorong rumah
sakit penghubung UGD dengan pintu keluar.
Dinikmatinya
hembusan angin yang menerpa kulitnya . Sudah lebih dari 24 jam dia
terkurung di dalam ruangan ber AC . Yoona sengaja membiarkan cahaya
matahari yang menembus lindungan menghangatkan tubunya . Dia butuh
asupan dari hangatnya matahari yang sedang bersahabat . Seperti orang
yang menikmati kebebasan Yoona merentangkan tanganya untuk merasakan
percikan air mancur yang ada di perempatan jalan menuju Caffetaria . Dia
berjalan dengan menutup matanya , mencoba menikmati musik sunyi dari
pepohonan di sekitarnya . Yoona terus melangkah hingga satu meter ke
depan , dia tak sadar ada sepasang mata yang sudah memperhatikannya
sejak semenit lalu .
“ Sepertinya kau menikmati waktumu Im Yoona ! “ , ujar suara itu dari balik punggung Yoona .
Yoona
terdiam seketika . Tubuhnya mengenali suara itu . Suara yang hampir
sepuluh tahun ini tak pernah didengarnya lagi . “ Tidak mungkin .... “ ,
perlahan Yoona membalikkan tubuhnya ke arah pemilik suara . “ Changmin
Oppa ?” , bisiknya lirih .
Changmin
berdiri di hadapannya dengan senyum miring yang sama . Wajahnya terlihat
lebih dewasa dibanding dengan wajah yang ada di ingatan Yoona . Ada
gurat umur yang sudah mulai terlihat di sepanjang garis matanya . Rambut
yang dulu dibiarkan terurai di bahunya dipangkas begitu pendek sehingga
mendekati potongan para pekerja militer .
“ Lama tidak bertemu ! “, ujar Changmin lirih .
“ Tuhan ... katakan aku salah ... tapi aku merasa bencana akan segera datang ...”
**********************
-TBC-
Heheheh mian ya reader ini sebenernya belom selesai ,,,, karena Adaya merasa kalo dilanjutkan kepanjangan , maka Adaya bagi dua aja . Yang B dilanjutkan setelah Adaya mengistirahatkan mata sejenak ya .... Nanti banyak SooWon di sana FYI aja heheheh .....
Jangan lupa tinggalkan jejak ya .....
Bye
Heheheh mian ya reader ini sebenernya belom selesai ,,,, karena Adaya merasa kalo dilanjutkan kepanjangan , maka Adaya bagi dua aja . Yang B dilanjutkan setelah Adaya mengistirahatkan mata sejenak ya .... Nanti banyak SooWon di sana FYI aja heheheh .....
Jangan lupa tinggalkan jejak ya .....
Bye
akhirnya ada lanjutannya juga :)
BalasHapusbagus eon..
tapi aku rada bingung.. soo eoni udah nikah tapi sama siapa? Siwon Oppa kah?
kamu gak bingung kok hye , emang ini belum aku ungkap siapa yang bakalan jadi suaminya Soo Unnie , tapi aku emang sengaja tunjukkan masa depannya kayak gt dia bahagia hehehe
Hapus