Title : Nothing On You
Disclaimer : This story pure my imagined and my fantasy. All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!
Author : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )
Main Cast : Choi Sooyoung dan Choi Siwon ( Soowon Couple )
Other Cast :
- Cho Kyuhyun --> Cho Kyuhyun
- Shim Chang Min --> Cho Changmin
- Hwang Tifanny --> Tifanny
- Victoria f(x) --> Victoria
Type : Chapter
Genre : Romance, Sad Ending , Family
Rating : PG-18 ( All reader who Open mind )
Disclaimer : This story pure my imagined and my fantasy. All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!
Happy Reading ...... ^__^
Chapter -3 B-
1 Juni 2006
Dia adalah yeoja tercantik yang
pernah kutemui dalam hidupku . Seperti cemara dalam terik , dia melindungiku
dengan segenap kasihnya yang tulus . Aku merasa takdir kami memang terjalin . Bibit
bunga di kebun hatiku sudah menguncup memenuhi ladang gersangku .
Tuhan jika pendosa sepertiku bisa
memohon padamu , aku mohon jangan biarkan dia jatuh hati padaku .
CK-
********************
Author POV -
10 Februari 2009
Namja itu terduduk lemas di lantai . Tangan kirinya menggengam ponsel dengan gontai . Setetes air mata mulai menitik dari matanya . Suara - suara gaduh dari luar pintu kamarnya membuat kepalanya ingin meledak . Ini adalah akhirnya . Akhir dari segalanya .....
" Miane Soo ... Miane ........"
Perlahan namja itu menaiki bangku yang sudah disiapkannya . Tangannya memegang tali tampar yang menggantung di balok kamarnya . Suara berisik dari arah pintu kamarnya membuatnya harus bergegas mengakhiri semua ini . Senyum sedih sekali lagi tergambar di bibirnya sebelum namja itu mengakhiri hidupnya .
" Selamat tinggal Soo !",
************************
" Kau terlihat gelisah ? Apa terjadi sesuatu ?", ujar seorang namja di sisi Sooyoung .
Sooyoung menggeleng kecil ke arah namja itu . " Gwencana !", jawabnya singkat . Siwon tak percaya dengan jawaban Sooyoung . Siapapun di sini bisa melihat bahwa Sooyoung sedikit pucat . Jiwanya seperti ada di tempat lain saat ini .
" Kau tak bisa membohongiku !", ujar Siwon seraya menggengam tangan Sooyoung yang terbalut sarung tangan satin . " Katakan , apa yang menggangumu hingga kau terlihat tak bahagia di hari pernikahan kita !", bujuk Siwon lirih .
Sooyoung ingin menceritakan segalanya . Kekahwatirannya terhadap Kyuhyun . Rasa frustasinya karena pesan misterius Kyuhyun .Sooyoung ingin menceritakan segalanya pada suaminya tapi ini tak tepat untuk saat ini . Dia tak bisa menunjukkan wajah sedih disaat jamuan makan siang digelar untuk merayakan pernikahan mereka. Selain itu saat dia berbicara satu masalah hal lain akan terungkap , sesuatu yang hanya boleh diketahui Sooyoung dan Tuhan tentang Kyuhyun . Sesuatu yang akan dijaganya hingga ajal menjemput. " Oppa , miane .....aku ...", Sooyoung menghentikan ucapannya saat melihat sosok dua polisi dikawal memasuki rumah utamanya . " Ya Tuhan !", ujarnya lirih .
Sooyoung melihat Pak Kim yang berlari kecil dari rumah utama menuju taman tempat pesta pernikahannya digelar . Ada gurat khawatir di wajahnya saat menuju ke arah Sooyoung . " Nona ... sesuatu telah terjadi ! Tuan Kyuhyun ....." ,
Sooyoung tahu kelanjutan dari ucapan Pak Kim . Dia tahu bahkan sebelum mendengarnya . Walau begitu hatinya masih belum siap . Segurat luka di hatinya telah terbuka , semakin lebar hingga dia merasa begitu sakit . Dia merasa bersalah pada Siwon karena tak bisa menutupi luka itu di hari bahagia mereka . Kyuhyun telah tiada .............
Sooyoung ingin menceritakan segalanya . Kekahwatirannya terhadap Kyuhyun . Rasa frustasinya karena pesan misterius Kyuhyun .Sooyoung ingin menceritakan segalanya pada suaminya tapi ini tak tepat untuk saat ini . Dia tak bisa menunjukkan wajah sedih disaat jamuan makan siang digelar untuk merayakan pernikahan mereka. Selain itu saat dia berbicara satu masalah hal lain akan terungkap , sesuatu yang hanya boleh diketahui Sooyoung dan Tuhan tentang Kyuhyun . Sesuatu yang akan dijaganya hingga ajal menjemput. " Oppa , miane .....aku ...", Sooyoung menghentikan ucapannya saat melihat sosok dua polisi dikawal memasuki rumah utamanya . " Ya Tuhan !", ujarnya lirih .
Sooyoung melihat Pak Kim yang berlari kecil dari rumah utama menuju taman tempat pesta pernikahannya digelar . Ada gurat khawatir di wajahnya saat menuju ke arah Sooyoung . " Nona ... sesuatu telah terjadi ! Tuan Kyuhyun ....." ,
Sooyoung tahu kelanjutan dari ucapan Pak Kim . Dia tahu bahkan sebelum mendengarnya . Walau begitu hatinya masih belum siap . Segurat luka di hatinya telah terbuka , semakin lebar hingga dia merasa begitu sakit . Dia merasa bersalah pada Siwon karena tak bisa menutupi luka itu di hari bahagia mereka . Kyuhyun telah tiada .............
*******************************
Sooyoung memasuki lorong rumah sakit dengan wajah datar . Dia tak ingin menangis , belum ! . Siwon ada di sampingnya , menguatkannya . Tangan Siwon menggengam Sooyoung dengan mantab . Sooyoung bersyukur dia memiliki Siwon dan kakenya di dunia ini . Mereka selalu ada untuknya disaat seperti ini .
" Silahkan masuk !" , ujar Polisi yang mempersilahkan Sooyoung memasuki kamar mayat .
Siwon meremas kecil tangan Sooyoung , mencoba memberinya kekuatan untuk menghadapi kenyataan , " Masuklah !" , ujar Siwon . Sooyoung mengagguk sebelum melangkahkan ke ruang sunyi itu .
Sebuah tubuh yang terbujur kaku di atas dipan panjang menarik perhatian Sooyoung . Dari semua mayat yang berjajar Sooyoung tahu bahwa yang terbaring tiga baris di depannya adalah mayat Kyuhyun . Lutut Sooyoung terasa berat saat melangkahkan kakinya menuju tempat itu . Sekali pandang dia tahu itu Kyuhyun . Sooyoung tak bisa melihatnya wajah tubuh itu karena masih tertutup oleh kain putih , tapi dia tahu itu adalah tubuh sahabatnya .
" Oppa ....", Sooyoung tak bisa lagi menahan tangisannya . " Benarkah ini kau ? Benarkah ini kau ?", ujar Sooyoung terbata . Dia menyentuh kaki dingin yang ada di hadapannya . " Oppa .....Oppa...." , Sooyoung mencoba mengguncang tubuh kaku dihadapannya , seolah tubuh itu hanya tertidur sementara . " Bangun Oppa .... bangun ! Bagaimana kau bisa meninggalkanku sendiri .... Ottokhe ?", Polisi mencoba menenangkan Sooyoung yang mulai histeris dengan keadaan ini.
" Lepaskan .... aku harus membangunkannya . Dia hanya tertidur ....", isak Sooyoung . Siwon yang baru memasuki kamar mayat mengambil alih Sooyoung dari polisi itu . Dia menekan lembut pundak Sooyoung , mencoba membalikkan tubuhnya untuk bisa direngkuh . " Dia tak boleh meninggal seperti ini .....", rintih Sooyoung di pelukan Siwon .
Siwon meremas kecil tangan Sooyoung , mencoba memberinya kekuatan untuk menghadapi kenyataan , " Masuklah !" , ujar Siwon . Sooyoung mengagguk sebelum melangkahkan ke ruang sunyi itu .
Sebuah tubuh yang terbujur kaku di atas dipan panjang menarik perhatian Sooyoung . Dari semua mayat yang berjajar Sooyoung tahu bahwa yang terbaring tiga baris di depannya adalah mayat Kyuhyun . Lutut Sooyoung terasa berat saat melangkahkan kakinya menuju tempat itu . Sekali pandang dia tahu itu Kyuhyun . Sooyoung tak bisa melihatnya wajah tubuh itu karena masih tertutup oleh kain putih , tapi dia tahu itu adalah tubuh sahabatnya .
" Oppa ....", Sooyoung tak bisa lagi menahan tangisannya . " Benarkah ini kau ? Benarkah ini kau ?", ujar Sooyoung terbata . Dia menyentuh kaki dingin yang ada di hadapannya . " Oppa .....Oppa...." , Sooyoung mencoba mengguncang tubuh kaku dihadapannya , seolah tubuh itu hanya tertidur sementara . " Bangun Oppa .... bangun ! Bagaimana kau bisa meninggalkanku sendiri .... Ottokhe ?", Polisi mencoba menenangkan Sooyoung yang mulai histeris dengan keadaan ini.
" Lepaskan .... aku harus membangunkannya . Dia hanya tertidur ....", isak Sooyoung . Siwon yang baru memasuki kamar mayat mengambil alih Sooyoung dari polisi itu . Dia menekan lembut pundak Sooyoung , mencoba membalikkan tubuhnya untuk bisa direngkuh . " Dia tak boleh meninggal seperti ini .....", rintih Sooyoung di pelukan Siwon .
****************************
8 Februari 2009
Mungkin kematian yang bisa membuatku tetap hidup dalam jiwamu . Miane Soo aku sengaja melakukannya , aku ingin kau terus memikirkanku .
CK-
******************************
Siwon mencoba membujuk Sooyoung untuk beristirahat . Hari ini begitu melelahkan bagi mereka . Pesta pernikahan dan pemakaman sekaligus dalam sehari . Siwon tak tahu seperti apa hubungan Sooyoung dan Kyuhyun , tapi Siwon tahu hubungan itu terhubung dengan tambang kasat mata yang kekal . Walau sedikit merasa tak nyaman melihat Sooyoung begitu sedih untuk namja lain tapi Siwon mencoba untuk bisa menoleransinya . Cemburu hanya dilakukan para pecinta klasik .
Siwon mencoba merapikan selimut yang melingkupi tubuh Sooyoung . Bahkan dalam tidurnya dia masih menangis . Ibu jari Siwon perlahan menghapus air mata yang mengalir di pipi Sooyoung . " Gadis kecilku , berhentilah menangis !" , bisik Siwon di telinga Sooyoung . Ada sesuatu dalam diri Sooyoung yang selalu bisa menarik hati keras Siwon . Sedikit demi sedikit pikirannya tentang pernikahan berubah bukan hanya soal bisnis . Tapi gadis ceria yang meluluhkan hatinya saat ini tengah bersembunyi di balik segala kesedihan ini .
" Aku harus pergi . Ada sesuatu yang harus aku diskusikan dengan Kakek . Tidurlah dengan tenang !", bisik Siwon seraya mengecup puncak kepala Sooyoung . Siwon berbalik memunggungi Sooyoung , tangannya akan menjangkau pintu saat suara Sooyoung memanggilnya .
" Jangan pergi ! Oppa jangan pergi !", Siwon berbalik ke arah Sooyoung . Dia kembali duduk di sofa yang sudah dipindahkannya di samping tempat tidur . Siwon sadar Sooyoung tak memanggil namanya . Dia bicara dalam tidur .
Siwon mengelus lembut rambut Sooyoung ." Apa sebenarnya yang ada dalam mimpimu ?", ujar Siwon pada Sooyoung . Siwon beranjak dari duduknya dan menempatkan dirinya di samping Sooyoung , tangannya perlahan menggantikan bantal yang menyangga kepala Sooyoung . Dia ingin terbaring sebentar memeluk Sooyoung tapi dering ponsel di sakunya mengurungkan niatnya . " Yaboseyo ,,,,, ",
" Siwon-shi ?", jawab seorang yeoja dari sebrang sana .
Siwon terkejut dengan aksen China yang terdapat dalam suara yeoja itu . Dia tak pernah mengenal sesorang yang beraksen demikian dalam hidupnya . " Siapa kau ?", tanya Siwon dengan nada dingin . Sesuatu dari cara yeoja itu menyebut namanya memperingatkan Siwon untuk waspada.
" Temui aku di Late Coffe besok pukul 10 pagi . Aku akan menunggumu . " jawab Yeoja itu masih dengan aksen China yang kental . " Dan ....." , lanjut yeoja itu sebelum Siwon sempat mengucapkan penolakannya . " Jangan coba-coba menolakku . Kau akan menyesal !" , ancam yeoja itu .
" Siapa kau sebenarnya ? ",
" Temui aku dan aku akan memberitahumu segalanya . ", ujar yeoja itu sebelum mengakhiri panggilannya .
Siwon memandang ke arah Sooyoung yang tertidur . Siwon beranjak dari tempatnya merebahkan diri , dia melangkahkan kakinya perlahan menjauh dari tempat tidur tapi tak sengaja tanganya menyentuh kotak kayu yang berada di atas nakas lampu . Semua barang yang ada dalam kotak itu berhambur ke lantai menimbulkan suara nyaring yang menggangu .
Sebuah buku tipis yang berasal dari kotak itu terbuka pada bagian yang terganjal sebuah amplop putih yang sedikit kumal . Siwon mengenali tulisan di amlpop itu sebagai tulisan Sooyoung ....
" To : Kyuhyun ", baca Siwon perlahan . Entah kenapa ada setan kecil dalam diri Siwon yang membuatnya ingin mengintip ke dalam amplop itu . Dia tahu ini tak tepat , tapi rasa penasaran sudah memakan sifat rasional dalam hatinya . Perlahan Siwon membuka amplop itu .....
1 Maret 2006
Di dunia ini tak ada yang lebih indah dari senyummu , tak ada suara yang lebih manis dari suara tawamu , dan tak ada kebahagiaan yang lebih indah dibanding dengan menggenggam tanganmu bertautan dengan jemariku . Hari ini aku sadar bahwa aku tak bisa hidup tanpamu. Hari ini dan di kehidupan yang akan datang kau adalah harapanku dari sebuah kebahagiaan . Katakan Oppa , bagaimana kau bisa mencapai begitu jauh dalam hatiku? Jika kata tak mampu mengungkap segalanya itu karena pena pun malu menuliskan rasa ini di kertas . Oppa Sarange ......
Happy White Day .....
Yoounggie ......
Siwon menatap tak percaya surat yang dipegangnya . Kelebatan wajah Sooyoung saat menyatakan cinta padanya mengabur secara perlahan . Dia kembali melihat pada Sooyoung yang masih terbaring . " Apa kau sesedih itu karena kehilangan orang yang kau cintai ? ", ujar Siwon merasa sakit hati . Dengan kenyataan surat itu dibuat tiga tahun lalu tak merubah pemikiran Siwon . Tidak ini bukan sakit hati karena cinta Sooyoung palsu , tapi lebih kepada harga diri yang merasa terluka . Dia adalah casanova yang telah dibodohi oleh gadis kecil .
Siwon terbangun dari tidurnya . Dia sedikit terperanjat saat melihat tubuh Sooyoung memeluknya . Dia baru ingat semalam dia ingin memberi sedikit pelajaran pada Sooyoung tapi ternyata Siwon terbangun lebih dulu dari Sooyoung . Wajah sooyoung saat tertidur benar-benar cantik . Tanpa make up dan kulit yang sangat sehat membuat Sooyoung terlihat seperti seorang malaikat kecil dalam tidurnya . Ada senyum jahil di wajah Siwon saat memikirkan untuk menggoda Sooyoung dengan memberinya ciuman selamat pagi tapi Siwon tak ingin menggangu tidur lelap Sooyoung . Perlahan Siwon menggerakkan tubuhnya menjauhi Sooyoung , dia kembali meletakkan kepala Sooyoung ke bantal empuknya .
Suara ketukan di pintu membuat Siwon bergegas mengambil jas tidurnya dan mengenakan sekenanya . Dia menutup tubuh Sooyoung dengan selimut hingga ke dagu agar pelayan yang mengantar kopi tak bisa melihat tubuh Sooyoung dibalik baju tidur peachnya .
Siwon membukakan pintu kamar dan seorang pelayan masuk membawa troli berisi kopi dan surat kabar . Dia sedikir terbelalak kaget saat melihat Sooyoung sedang tidur di tempat tidur Siwon. Pelayan itu secara mendadak terbatuk dengan canggung , Siwon tertawa lirih melihat respon pelayan itu , sesuatu yang sudah bisa diduganya sejak awal .
" Mulai besok , siapkan kopi dan koran di meja makan . Kau tak perluh lagi mengantarkannya ke kamar . " , perintah Siwon pada pelayan itu . Siwon memaklumi keterkejutan pelayannya . Sudah setahun Sooyoung dan Siwon tinggal berpisah , bahkan sebelum itu mereka sudah cukup lama tak berbagi kamar . Semua orang di rumah ini sepertinya belum tahu kalau Sooyoung sudah kembali ke Silent Hill . " Ah satu lagi .... apa yang kau pikirkan sama sekali tak benar ! " , tembak Siwon yang membuat wajah pelayan itu semakin merah .
Sekepergian pelayan itu Siwon menghitung sampai enampuluh . " Gosip pelayan pasti sudah tersebar ke suluruh penjuru rumah . ", Siwon mengambil koran pagi di troli dan menuangkan secangkir kopi pada cangkirnya . Dia menelisik tajuk yang ada di koran , beberapa media masih membahas masalah Merry Joshep sebagai isu hangat . Banyak spekulasi beredar soal kelangsungan perusahaan Siwon . Ada beberapa media yang masih menyebut-nyebut soal Fanny dalam pemberitaan yang ada. " Aku harus meminta maaf pada Fanny setelah ini . Aku menempakannya di posisi yang sulit !",
" Jadi nama yeoja itu Fanny ?", Siwon terkejut dengan suara Sooyoung yang ternyata sudah terbangun lengkap dengan baju perawan sucinya .
" Kapan kau memakainya ?", tanya Siwon takjub Sooyoung bisa mengancingkan ratusan kancing gaunnya dengan cepat .
" Aku bertanya padamu Choi Siwon ? Apa yeoja itu bernama Fanny ?", tegas Sooyoung dengan wajah mengantuk yang marah .
Siwon tersenyum mendengar nada cemburu pada suara Sooyoung . " Ada apa dengan Choi Sooyoung di pagi yang indah ini ? Dia terdengar seperti wanita yang sedang cemburu .", ejek Siwon .
" Jawab aku !", ancam Sooyoung dengan mata melebar .
" Iya namanya Fanny , Hwang Stefanny . Apa kau puas ?", jawab Siwon dengan nada ketus . " Apa kau ingin aku perkenalkan padanya ? Bilang saja padaku , dengan senang hati aku akan memperkenalkanmu padanya . Dia wanita yang menyenangkan , sekali mengenalnya kau tak akan bisa berhenti ingin menemuinya . Gadis berparas cantik dan kepribadian modern , sesuatu yang selalu diimpikan pria di seluruh dunia untuk memberinya kenyamanan . Dia memiliki bibir indah yang sangat enak untuk dicium..... ",
" Hentikan !", Sooyoung ingin sekali menghilang dari kamarnya .
" Kenapa ? Bukankah kau begitu penasaran tentangnya? Dengan senang hati aku akan menjelaskanya padamu . Apa lagi yang ingin kau tahu ? Bagaimana kami menghabiskan malam ? Atau betapa ..... ",
Plak .....
Suasana mendadak menjadi sangat dingin . Siwon menatap Sooyoung dengan kemarahan di matanya . Dia melihat tangan Sooyoung yang masih melayang di udara . " Tangan kecil itu sepertinya punya kekuatan yang tak terduga .", ujar Siwon dengan kemarahan pada suaranya .
Sooyoung mematung di tempatnya dia telah berbuat sesuatu yang bodoh . Dia membangkitkan hewan buas yang tertidur dalam diri Siwon . Namja di hadapannya saat ini bukan Siwon yang menggodanya semalam . Saat ini Sooyoung sedang berhadapan dengan namja yang selalu memperlakukannya sangat dingin selama ini.
" Aku peringatkan padamu Choi Sooyoung , jangan sampai aku meremukkan sesuatu yang indah seperti ini. Gunakan tangan ini sebagaimana mestinya . ", ujar Siwon seraya mengelus tangan Sooyoung yang masih gemetar . " Sudah ku peringatkan agar jangan membuatku marah !", bisik Siwon lirih pada telinga Sooyoung seraya mencampakan tangan Sooyoung dengan kasar .
" Ah ...aku hampir lupa . Fanny tak pernah tahan dengan wanita yang menyedihkan !", ejek Siwon sebelum dia pergi meninggalkan Sooyoung sendiri .
" Kau benar aku memang wanita yang menyedihkan ! ", ujar Sooyoung lirih .
Siwon mencoba merapikan selimut yang melingkupi tubuh Sooyoung . Bahkan dalam tidurnya dia masih menangis . Ibu jari Siwon perlahan menghapus air mata yang mengalir di pipi Sooyoung . " Gadis kecilku , berhentilah menangis !" , bisik Siwon di telinga Sooyoung . Ada sesuatu dalam diri Sooyoung yang selalu bisa menarik hati keras Siwon . Sedikit demi sedikit pikirannya tentang pernikahan berubah bukan hanya soal bisnis . Tapi gadis ceria yang meluluhkan hatinya saat ini tengah bersembunyi di balik segala kesedihan ini .
" Aku harus pergi . Ada sesuatu yang harus aku diskusikan dengan Kakek . Tidurlah dengan tenang !", bisik Siwon seraya mengecup puncak kepala Sooyoung . Siwon berbalik memunggungi Sooyoung , tangannya akan menjangkau pintu saat suara Sooyoung memanggilnya .
" Jangan pergi ! Oppa jangan pergi !", Siwon berbalik ke arah Sooyoung . Dia kembali duduk di sofa yang sudah dipindahkannya di samping tempat tidur . Siwon sadar Sooyoung tak memanggil namanya . Dia bicara dalam tidur .
Siwon mengelus lembut rambut Sooyoung ." Apa sebenarnya yang ada dalam mimpimu ?", ujar Siwon pada Sooyoung . Siwon beranjak dari duduknya dan menempatkan dirinya di samping Sooyoung , tangannya perlahan menggantikan bantal yang menyangga kepala Sooyoung . Dia ingin terbaring sebentar memeluk Sooyoung tapi dering ponsel di sakunya mengurungkan niatnya . " Yaboseyo ,,,,, ",
" Siwon-shi ?", jawab seorang yeoja dari sebrang sana .
Siwon terkejut dengan aksen China yang terdapat dalam suara yeoja itu . Dia tak pernah mengenal sesorang yang beraksen demikian dalam hidupnya . " Siapa kau ?", tanya Siwon dengan nada dingin . Sesuatu dari cara yeoja itu menyebut namanya memperingatkan Siwon untuk waspada.
" Temui aku di Late Coffe besok pukul 10 pagi . Aku akan menunggumu . " jawab Yeoja itu masih dengan aksen China yang kental . " Dan ....." , lanjut yeoja itu sebelum Siwon sempat mengucapkan penolakannya . " Jangan coba-coba menolakku . Kau akan menyesal !" , ancam yeoja itu .
" Siapa kau sebenarnya ? ",
" Temui aku dan aku akan memberitahumu segalanya . ", ujar yeoja itu sebelum mengakhiri panggilannya .
Siwon memandang ke arah Sooyoung yang tertidur . Siwon beranjak dari tempatnya merebahkan diri , dia melangkahkan kakinya perlahan menjauh dari tempat tidur tapi tak sengaja tanganya menyentuh kotak kayu yang berada di atas nakas lampu . Semua barang yang ada dalam kotak itu berhambur ke lantai menimbulkan suara nyaring yang menggangu .
Sebuah buku tipis yang berasal dari kotak itu terbuka pada bagian yang terganjal sebuah amplop putih yang sedikit kumal . Siwon mengenali tulisan di amlpop itu sebagai tulisan Sooyoung ....
" To : Kyuhyun ", baca Siwon perlahan . Entah kenapa ada setan kecil dalam diri Siwon yang membuatnya ingin mengintip ke dalam amplop itu . Dia tahu ini tak tepat , tapi rasa penasaran sudah memakan sifat rasional dalam hatinya . Perlahan Siwon membuka amplop itu .....
1 Maret 2006
Di dunia ini tak ada yang lebih indah dari senyummu , tak ada suara yang lebih manis dari suara tawamu , dan tak ada kebahagiaan yang lebih indah dibanding dengan menggenggam tanganmu bertautan dengan jemariku . Hari ini aku sadar bahwa aku tak bisa hidup tanpamu. Hari ini dan di kehidupan yang akan datang kau adalah harapanku dari sebuah kebahagiaan . Katakan Oppa , bagaimana kau bisa mencapai begitu jauh dalam hatiku? Jika kata tak mampu mengungkap segalanya itu karena pena pun malu menuliskan rasa ini di kertas . Oppa Sarange ......
Happy White Day .....
Yoounggie ......
Siwon menatap tak percaya surat yang dipegangnya . Kelebatan wajah Sooyoung saat menyatakan cinta padanya mengabur secara perlahan . Dia kembali melihat pada Sooyoung yang masih terbaring . " Apa kau sesedih itu karena kehilangan orang yang kau cintai ? ", ujar Siwon merasa sakit hati . Dengan kenyataan surat itu dibuat tiga tahun lalu tak merubah pemikiran Siwon . Tidak ini bukan sakit hati karena cinta Sooyoung palsu , tapi lebih kepada harga diri yang merasa terluka . Dia adalah casanova yang telah dibodohi oleh gadis kecil .
***************************
Siwon terbangun dari tidurnya . Dia sedikit terperanjat saat melihat tubuh Sooyoung memeluknya . Dia baru ingat semalam dia ingin memberi sedikit pelajaran pada Sooyoung tapi ternyata Siwon terbangun lebih dulu dari Sooyoung . Wajah sooyoung saat tertidur benar-benar cantik . Tanpa make up dan kulit yang sangat sehat membuat Sooyoung terlihat seperti seorang malaikat kecil dalam tidurnya . Ada senyum jahil di wajah Siwon saat memikirkan untuk menggoda Sooyoung dengan memberinya ciuman selamat pagi tapi Siwon tak ingin menggangu tidur lelap Sooyoung . Perlahan Siwon menggerakkan tubuhnya menjauhi Sooyoung , dia kembali meletakkan kepala Sooyoung ke bantal empuknya .
Suara ketukan di pintu membuat Siwon bergegas mengambil jas tidurnya dan mengenakan sekenanya . Dia menutup tubuh Sooyoung dengan selimut hingga ke dagu agar pelayan yang mengantar kopi tak bisa melihat tubuh Sooyoung dibalik baju tidur peachnya .
Siwon membukakan pintu kamar dan seorang pelayan masuk membawa troli berisi kopi dan surat kabar . Dia sedikir terbelalak kaget saat melihat Sooyoung sedang tidur di tempat tidur Siwon. Pelayan itu secara mendadak terbatuk dengan canggung , Siwon tertawa lirih melihat respon pelayan itu , sesuatu yang sudah bisa diduganya sejak awal .
" Mulai besok , siapkan kopi dan koran di meja makan . Kau tak perluh lagi mengantarkannya ke kamar . " , perintah Siwon pada pelayan itu . Siwon memaklumi keterkejutan pelayannya . Sudah setahun Sooyoung dan Siwon tinggal berpisah , bahkan sebelum itu mereka sudah cukup lama tak berbagi kamar . Semua orang di rumah ini sepertinya belum tahu kalau Sooyoung sudah kembali ke Silent Hill . " Ah satu lagi .... apa yang kau pikirkan sama sekali tak benar ! " , tembak Siwon yang membuat wajah pelayan itu semakin merah .
Sekepergian pelayan itu Siwon menghitung sampai enampuluh . " Gosip pelayan pasti sudah tersebar ke suluruh penjuru rumah . ", Siwon mengambil koran pagi di troli dan menuangkan secangkir kopi pada cangkirnya . Dia menelisik tajuk yang ada di koran , beberapa media masih membahas masalah Merry Joshep sebagai isu hangat . Banyak spekulasi beredar soal kelangsungan perusahaan Siwon . Ada beberapa media yang masih menyebut-nyebut soal Fanny dalam pemberitaan yang ada. " Aku harus meminta maaf pada Fanny setelah ini . Aku menempakannya di posisi yang sulit !",
" Jadi nama yeoja itu Fanny ?", Siwon terkejut dengan suara Sooyoung yang ternyata sudah terbangun lengkap dengan baju perawan sucinya .
" Kapan kau memakainya ?", tanya Siwon takjub Sooyoung bisa mengancingkan ratusan kancing gaunnya dengan cepat .
" Aku bertanya padamu Choi Siwon ? Apa yeoja itu bernama Fanny ?", tegas Sooyoung dengan wajah mengantuk yang marah .
Siwon tersenyum mendengar nada cemburu pada suara Sooyoung . " Ada apa dengan Choi Sooyoung di pagi yang indah ini ? Dia terdengar seperti wanita yang sedang cemburu .", ejek Siwon .
" Jawab aku !", ancam Sooyoung dengan mata melebar .
" Iya namanya Fanny , Hwang Stefanny . Apa kau puas ?", jawab Siwon dengan nada ketus . " Apa kau ingin aku perkenalkan padanya ? Bilang saja padaku , dengan senang hati aku akan memperkenalkanmu padanya . Dia wanita yang menyenangkan , sekali mengenalnya kau tak akan bisa berhenti ingin menemuinya . Gadis berparas cantik dan kepribadian modern , sesuatu yang selalu diimpikan pria di seluruh dunia untuk memberinya kenyamanan . Dia memiliki bibir indah yang sangat enak untuk dicium..... ",
" Hentikan !", Sooyoung ingin sekali menghilang dari kamarnya .
" Kenapa ? Bukankah kau begitu penasaran tentangnya? Dengan senang hati aku akan menjelaskanya padamu . Apa lagi yang ingin kau tahu ? Bagaimana kami menghabiskan malam ? Atau betapa ..... ",
Plak .....
Suasana mendadak menjadi sangat dingin . Siwon menatap Sooyoung dengan kemarahan di matanya . Dia melihat tangan Sooyoung yang masih melayang di udara . " Tangan kecil itu sepertinya punya kekuatan yang tak terduga .", ujar Siwon dengan kemarahan pada suaranya .
Sooyoung mematung di tempatnya dia telah berbuat sesuatu yang bodoh . Dia membangkitkan hewan buas yang tertidur dalam diri Siwon . Namja di hadapannya saat ini bukan Siwon yang menggodanya semalam . Saat ini Sooyoung sedang berhadapan dengan namja yang selalu memperlakukannya sangat dingin selama ini.
" Aku peringatkan padamu Choi Sooyoung , jangan sampai aku meremukkan sesuatu yang indah seperti ini. Gunakan tangan ini sebagaimana mestinya . ", ujar Siwon seraya mengelus tangan Sooyoung yang masih gemetar . " Sudah ku peringatkan agar jangan membuatku marah !", bisik Siwon lirih pada telinga Sooyoung seraya mencampakan tangan Sooyoung dengan kasar .
" Ah ...aku hampir lupa . Fanny tak pernah tahan dengan wanita yang menyedihkan !", ejek Siwon sebelum dia pergi meninggalkan Sooyoung sendiri .
" Kau benar aku memang wanita yang menyedihkan ! ", ujar Sooyoung lirih .
*********************************
Victoria sedang menikmati sarapannya dengan muka murung . Dia hampir kehilangan Changmin dari sisisnya dan semua usahanya mencelakakan Sooyoung selalu gagal . Tapi head line berita hari ini membuat hatinya tersenyum lebar . Bahkan langit membantunya . Siapapun Fanny dia akan menjadikannya kawan yang menyenangkan . Victoria butuh sekutu baru untuk menjalankan rencananya .
Victoria menekan speed dial di ponselnya , " Cari informasi tentang yeoja bernama Fanny ! Secepatnya !", perintahnya pada orang yang dihubunginya . Dia memutus panggilan singkat itu dengan senyum lebar di wajahnya . " Secepatnya ...secepatnya aku akan membuat hidupmu seperti di dalam neraka . ",
*********************************
Sooyoung POV -
Aku masih termenung dalam kamar di tempat yang sama dan dengan posisi yang sama . Berdiri di tengah ruangan dan melamunkan masa lalu . Siwon selalu bisa membuatku seperti ini , terlihat menyedihkan . Sesuatu yang kelamaan membuatku yakin bahwa aku memang menyedihkan . " Apa ini sebuah karma ?", Aku tak tahu tapi aku merasa Kyuhyun sengaja melakukannya , menunjukkan perasaan yang selama ini dia rasakan . " Beginikah rasanya Oppa ? Kesendirian itu ....beginikah rasanya ? Apa ini yang selalu kau rasakan dalam hidupmu ? ", Aku menangis menangis dan menangis lagi . Bahkan diriku sendiri memandang remeh jiwa yang ada dalam hati ini . Aku benar -benar wanita menyedihkan . " Aku tahu sekarang kenapa kau selalu ingin mengakhiri hidupmu ...... karena ini begitu menyakitkan . " ,
Aku melangkahkan kakiku memasuki kamar mandi ada sebuah cermin yang memperlihatkan refleksi wajahku . Aku melihat pantulan bayangan yang tak ku kenal . Siapa yeoja di cermin itu , aku tak mengenalnya ? Wajah sayu dan mata sembab . Dia memang terlihat menyedihkan .
Suara ketukan di pintu membuatku kembali pada jejakanku . Suara seorang pelayan memanggilku untuk mengingatkanku soal sarapan . Aku tak terlalu lama menghabiskan waktuku di dalam kamar mandi . Setelah memercikkan beberapa tangkup air aku keluar kamar untuk menuju ruang makan .
Kemarin , saat aku tiba , aku tak terlalu memperhatikan sekitarku . Aku tak melihat banyak sekali lukisan yang sudah diganti dengan ornamen bergaya mediterania dan beberapa kelambu putih yang sangat disukai kakekku sudah diganti dengan permadani mewah dari Texas . Sofa dan guci -guci antik yang ada di ruang tamu dan jajaran buku di jalan menuju lantai satu membuatku merasa ini bukan tempatku lagi . Semuanya berubah menjadi lebih indah kecuali diriku .
Aku melihat Siwon Oppa sedang menikmati sarapan di hadapannya .Ada seorang yeoja berambut merah dan mata indah duduk di sampingnya . Ingatanku sedikit menangkap kelebatan wajah itu , aku tak sadar dia yeoja itu sampai dia tersenyum padaku . " Fanny ...", ujarku lirih .
" Bagaimana liburanmu ?", ujar Siwon yang menyambut Fanny dengan pelukan hangat . Dia mempersilahkan Fanny duduk untuk bergabung denganya dalam sarapan paginya .
Suara ketukan di pintu membuatku kembali pada jejakanku . Suara seorang pelayan memanggilku untuk mengingatkanku soal sarapan . Aku tak terlalu lama menghabiskan waktuku di dalam kamar mandi . Setelah memercikkan beberapa tangkup air aku keluar kamar untuk menuju ruang makan .
Kemarin , saat aku tiba , aku tak terlalu memperhatikan sekitarku . Aku tak melihat banyak sekali lukisan yang sudah diganti dengan ornamen bergaya mediterania dan beberapa kelambu putih yang sangat disukai kakekku sudah diganti dengan permadani mewah dari Texas . Sofa dan guci -guci antik yang ada di ruang tamu dan jajaran buku di jalan menuju lantai satu membuatku merasa ini bukan tempatku lagi . Semuanya berubah menjadi lebih indah kecuali diriku .
Aku melihat Siwon Oppa sedang menikmati sarapan di hadapannya .Ada seorang yeoja berambut merah dan mata indah duduk di sampingnya . Ingatanku sedikit menangkap kelebatan wajah itu , aku tak sadar dia yeoja itu sampai dia tersenyum padaku . " Fanny ...", ujarku lirih .
*******************************
Aithor POV -
Seorang yeoja melangkahkan kakinya menanjaki tangga kediaman keluarga Choi dengan langkah sempurna . Dentaman suara yang ditimbulkan dari stileto yang dikenakannya membuat Fanny menjadi gambaran hidup seorang wanita yang dinamis . Dia menghentikan langkahnya saat dia mencapai tangga tertinggi , dilepasnya kacamata berwarna wine yang senada dengan gaun pendeknya . Seorang pelayan berwajah ramah membukakan pintu untuk Fanny , dia mempersilahkan Fanny untuk mengikutinya ke tempat Siwon berada .
"Cukup menyenangkan . Akan lebih menyenangkan jika saja rumor di surat kabar itu tak menggangu mataku . " , jawab Fanny dengan nada bercanda . Siwon tersenyum puas pada Fanny . Seperti dugaanya Fanny bukan jenis wanita yang akan tumbang hanya dengan rumor yang beredar .
Mereka bercakap cakap dengan hangat hingga tak tahu ada orang lain yang sedang mengamati kedekatan mereka dengan kesedihan . " Fanny ...", bisik Sooyoung yang membuat perhatian Siwon beralih padanya .
Siwon tersenyum kecut melihat Sooyoung berdiri masih menggunakan gaun beludru perawan sucinya . Dia terlihat 20 tahun lebih tua dibanding dengan umurnya .
Fanny ikut memperhatikan Sooyoung , sebelah alisnya menaik tak setuju melihat selera fashion Sooyoung . " Kau tak ingin mengenalkanku pada istrimu ?" , ujar Fanny akhirnya . " rasanya tak adil jika hanya dia yang mengenalku . ", tambahnya dengan nada yang ditarik-tarik . Siwon tersenyum pada Fanny sebelum beralih pada Sooyoung .
" Bukankah kau begitu penasaran pada Fanny ? Seperti janjiku aku akan mengenalkanmu pada dia . ", jelas Siwon pada Sooyoung yang masih mematung di tengah ruangan . " Dia Fanny wanita yang selalu menemaniku menghabiskan malam , Istriku !", ujar Siwon dengan nada penekanan pada kata Istriku .
Sooyoung tahu dunianya sudah runtuh . Tempat dia selama ini merasa nyaman mendadak menjadi neraka baginya . " Kyuhyun Oppa kenapa kau tak mengajakku pergi bersamamu ..... atau kau menungguku menyusulmu .....",
*****************************
-TBC -
Bonus Note : Kyuhyun Diary
1 Maret 2006
Apa yang kutakutkan menjadi
kenyataan . Aku tak peduli orang membenciku karena aku lain dari mereka . Aku
tak peduli sabuk ayahku melecuti tubuhku hingga mati . Tapi aku takut dia pergi
......
Tuhan bukankah aku memintamu agar tak membuatnya jatuh hati padaku ?!
Aku tak ingin menyakitinya dengan keterbatasanku . Soo miane ......
CK-
Gimana reader semakin menggila ya ceritanya hahahahha ...bingung ya atau penasaran . Mian kalo Adaya suka bikin bingung reader dengan cerita geje ini . Semua hanya Fiktif belaka jadi no bashing ya ... Tunggu Chapter 4 karena 5 Tokoh utama akan muncul dalam satu set deg deg deg . Penasaran apa yang terjadi ? heheheheh
Mian ya kalo banyak taypo bertebaran :) .... Gumawo sudah meluangkan waktunya untuk terus membaca dan memberi semangat Adaya ...
Mian kalo ceritanya geje jelek dan membosankan .... Bye bye sampe ketemu di Chapter 4 :)
Ah ya adaya mau main tebak-tebakan ..di sini reader pasti bingung Sooyoung kan cinta Siwon kenapa dia nulis surat cinta ke kyuhyun ? Dan kenapa di diary kyuhyun dia meminta pada Tuhan agar Sooyoung tak jatuh hati padanya ? Nah lohh kenapa hayooooo ? Siapa yang bisa nebak ? Adaya penasaran juga soalnya bagaimana pola pikir reader terhadap cerita ini , buat bahan survei saja ...gumawo ....

Vic yah yang nelpon Siwon Oppa?
BalasHapusaduh makin penasaran nih Eon.. apa yang Vic omongin sampe Siwon Oppa sikapnya dingin ke Soo Eon?
aku komen di sini yah ? :)
hehehhehe iya , belum selesai masih panjang ini sayang hehehehe nanti aku PM ya kalo udah selesai di FB otthe :)
Hapusoo ,,
BalasHapusaku mengerti sekarang kenapa wonppa jadi dingin sama so eonnie ,,
Lanjut thor ,,
hwaiting yah ,,
hehhehehe gumawo indrhy udah baca di BP maupun WP hehhehe kamu reade yg baik deh ,,, ah yaa gak mau ikut nebak alasan kenapa kyuhyun gak mau nerima Sooyoung ?
Hapusmungkin karena kyuhyun oppa pernah berbuat suatu kesalahan yang fatal tetapi tidak diketahui sama soo eonnie ,, maka,x kyuppa tidak ingin klu sioo eonnie jadi jatuh cinta sma dia . atau mungkin karena orang tua kyuppa tidak menyetujui tentang hubungan mereka .. sampai akhirnya kyuppa tidak menerima soo eonnie ..
Hapusakh ,, otakku bleng thor .. klu soal tebak menebak aku gug terlalu jago .. jadi cuma itu saja yang bisa aku simpulkan .. hehe :D