Author : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )
Main Cast : Choi Sooyoung dan Choi Siwon ( Soowon Couple )
Other Cast :
- Cho Kyuhyun --> Cho Kyuhyun
- Shim Chang Min --> Cho Changmin
- Hwang Tifanny --> Tifanny
- Victoria f(x) --> Victoria
Type : Chapter
Genre : Romance, Sad Ending , Family
Rating : PG-18 ( All reader who Open mind )
Disclaimer : This story pure my imagined and my fantasy. All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!
Happy Reading ...... ^__^
Chapter -3 A-
Untuk sahabatku terkasih , yang selalu menjadi Sweeat Pea bagiku .
Miane .... Jeonmal Miane ....
Ada saat dimana kesendirian ini tak bisa terobati . Ada saat dimana
rasa putus asa ini menggerogoti kewarasanku . Cemara yang menaungiku dalam
terik ini sudah pergi terbawa cinta pada hati yang lain . Miane karena
keegoisanku ingin kau tetap ada di sampingku . Dengan semua keterbatasan dan
kekuranganku aromamu bahkan masih mau singgah di hidupku .
Sweat pea dalam hidupku yang perlahan bermekaran menghidupkan ladang di
jiwaku . Kau adalah segalanya yang selalu membuatku merasa aku tak berbeda
dengan yang lain . Gumawo , karena memperlakukanku dengan begitu baik selama
ini . Ada kalanya aku harus berhenti bergantung padamu dan membabat habis
ladang yang tumbuh ini . Itu lebih baik dibanding melihatnya layu dan mengering.
Gumawo sudah penah ada di hidupku ......
Selamat tinggal ......
Kyuhyun .
*********************
Author POV-
Sooyoung terbaring lemas dalam tidurnya . Air mata perlahan menetes dari matanya yang terpejam.Sebuah bisikan lembut mengalun di kepalanya . Suara yang selalu dia rindukan , suara yang selalu mempertahankan kewarasannya menghadapi kegilaan ini . “ Kyu..h..Oppa ...” , Sooyoung menggeliat dalam tidurnya . Tangannya mulai mencengkram selimut yang melepisi tubuhnya . “ Jangan pergi .... “, Sooyoung berbicara dalam tidurnya .
“ Selamat !” , Kyuhyun tersenyum pada Sooyoung . Dia menyerahkan
setangkai bungan Sweat Pea berwarna Pink pada Sooyoung . “ Aku menanamnya
sendiri di beranda kamar , itu adalah bunga yang pertama mekar . “.
“ Gumawo . “, ujar Sooyoung seraya menghirup wangi bunga itu . Senyum terkembang dari balik tudung pengantinnya . “ Ini cantik sekali .”
Kyuhyun menatap Sooyoung dalam tatapan sayu . Dalam balutan gaun pengantin mewah itu Sooyoung terlihat begitu cantik . Gambaran hidup dari angan Kyuhyun selama ini ada di hadapannya. “ Bolehkan aku memelukmu ?”, tanya Kyuhyun perlahan .
Sooyoung tersenyum heran pada sahabatnya . “ Kenapa kau bertanya seolah kau tak pernah memelukku . “, ujar Sooyoung seraya memeluk Kyuhyun dengan erat . “ Kau pasti tersenyum saat ini . “ , tebak Sooyoung yang tak bisa melihat wajah Kyuhyun .
“ Ne .” , jawab Kyuhyun serak .Tak ada senyum sama sekali di wajahnya . “ Peluk aku lebih erat lagi , Soo . “ , pinta Kyuhyun yang juga mulai melingkarkan tanganya di tubuh Sooyoung . Sooyoung menuruti permintaan Kyuhyun tanpa tahu Kyuhyun sedang menangis di pundaknya .
“ Setelah ini kita tak bisa sering bertemu . Aku akan ikut Siwon Oppa ke Seoul . “, ujar Sooyoung perlahan . “ Berjanjilah padaku , kau harus sering mengunjungiku !”,
Kyuhyun mengagguk perlahan . “ Kau juga harus berjanji , walau kau tak bisa melihatku , kau harus percaya aku selalu bersamamu !”,
Sooyoung terdiam sejenak mencoba memahami makna ganda di dalam ucapan Kyuhyun . Sooyoung ingin melepaskan pelukannya untuk melihat langsung ke mata Kyuhyun tapi Kyuhyun menahan Sooyoung , “ Kumohon ... tetaplah seperti ini . Hanya untuk beberapa saat lagi . “ , Sooyoung sadar pundaknya basah .
“ Kau menangis ? “ , bisik Sooyoung seraya memeluk Kyuhyun semakin erat . Ikatan erat jiwa Sooyoung bisa membaca perasaan Kyuhyun saat ini . Hanya Sooyoung yang tahu betapa sedihnya Kyuhyun saat ini . Dia merasa bersalah karena tak bisa melakukan banyak hal untuk sahabatnya .
“ Selamat tinggal , Soo ....”,
Sooyoung terbangun dengan keringat bercucuran di dahinya . Kelebatan ingatan masa lalu mulai menyusun puzzel puzzel cerita yang rumpang di ingatan Sooyoung . Pertemuan terakhirnya dengan Kyuhyun terus membayangi mimpinya . Sooyoung menyisir rambut panjanganya dengan jemarinya yang berkeringat . Semua otot di pelipisnya seolah mengancang membuat Sooyoung merasakan pening di kepalanya .
“Selamat tinggal ... itukan haksudmu . “, bisik Sooyoung mengacu pada bunga Sweat Pea yang diterimanya dari Kyuhyun.
Note : Dalam bahasa bunga sweat pea bearti Selamat Tinggal atau
Terimakasih atas waktu yang indah .
Hari pertamanya bermalam di
Silent Hill setelah setahun tak menginjakkan kakinya di rumah ini benar-benar
melelahkan . Untungnya tak banyak yang harus dibenahi , setelah meletakkan
koper bepergiannya di lemari utama Sooyoung segera merebahkan dirinya di tempat
tidur yang setahun lalu menjadi tempatnya menghabiskan malam menunggu suaminya
. Jejak – jejak kenangan yang tersisa di sini membangkitkan ingatan buruk dari
alam bawah sadarnya.
" Selamat datang Nyonya Choi !",sebuah suara bariton membuyarkan lamunan Sooyoung . Dalam remangnya cahaya lampu di nakas , Sooyoung bisa menangkap sosok tegap suaminya yang sedang berdiri bersandar pada lemari pakaian .
Dengan langkah perlahan Siwon mendekatkan dirinya ke tempat tidur . Dia membiarkan cahaya remang lampu menerangi kerut marah di wajahnya . “ Kau tak pernah berubah Choi Sooyoung . Menangis dalam tidur. Apa mimpimu begitu menyedihkan ? Kau selalu hidup dalam mimpi ! " , ejek Siwon dengan nada sakratis.
“ Bagaimana aku hidup , tak ada urusannya denganmu . “ , jawab Sooyoung ketus . Dia melihat sekitar sebelum sadar kalo ini memang kamarnya . “ Kenapa kau ada di sini ? “,
Siwon tersenyum miring saat merasakan getaran gusar dari diri Sooyoung . “ Apa aku tak boleh berada di kamarku ?”,
Sooyoung terbelalak kaget . Dia kembali menyapukan pandanganya ke sekeliling ruangan yang remang . “ Ini kamarku !”, jawabnya yakin .
Siwon mengetuk lirih kepala Sooyoung tiga kali sebelum menjawab , “ Aku rasa kau masih setengah terbangun !”, Siwon menempatkan dirinya di samping Sooyoung , dia semakin mendekatkan wajahnya hanya untuk menggoda Sooyoung yang terlihat gugup bersentuhan dengannya . Senyum kemenangan terkembang di wajahnya saat melihat wajah Sooyoung memerah . Siwon semakin tergoda untuk melihat reaksi Sooyoung . Tanpa Sooyoung sadari Siwon meletakkan kedua tangannya untuk mengurung Sooyoung. " Apa kau sengaja ingin menggodaku dengan terbaring cantik di tempat tidurku ?", bisik Siwon ke telinga Sooyoung .
Sooyoung segera menjauh tapi tak bisa karena tertahan tangan Siwon , " Sepertinya kau yang hidup dalam mimpi !", maki Sooyoung . " Jauhkan tanganmu !", ancamnya dengan suara bergetar .
Siwon tertawa lucu mendengar nada takut di suara Sooyoung . Dia semakin mendekat pada Sooyoung , dengan sekuat tenaga menahan tawa yang semakin menyembul di tenggorokannya . " Kau yang memulainya , terbaring di tempat tidurku dengan pakaian yang membuatku bisa melihat seluruh lekuk indah itu . ", goda Siwon . Dia semakin tak bisa menahan tawa melihat jemari Sooyoung bergetar hebat . Sudah lama dia tak merasa sesenang ini , " Kau juga menginginkannya Soo , aku bisa merasakannya ... ", Siwon menyentuk helai rambut yang jatuh di pundak Sooyoung yang tebuka . Perlahan hidungnya menghirup lembut aroma yang menguar dari leher Sooyoung , " Begitu manis .....", bisiknya .
" Aku ....akan membunuhmu !", ucap Sooyoung dengan nada terbata . " Jika kau tak segera menjauh , aku akan membunuhmu !",lanjutnya mencoba berbicara dengan mantab .
" Ancaman yang menakutkan !", ejek Siwon , dia mencengkram pundak dan dengan kekuatanya membaringkan Sooyoung di tempat tidur . Berat tubuhnya mengunci Sooyoung yang meronta di bawahnya.
Wajah Sooyoung memucat melihat kilatan di mata Siwon , " Jangan ... jangan .... berani mendekat !",ujarnya dengan keberanian yang tersisa. " Atau aku akan ....."
" Atau apa ?", sahut Siwon seraya mendekatkan bibirnya ke bibir Sooyoung . Mata Sooyoung terpejam kuat.
Bibirnya bergerak - gerak ingin meneriakkan sesuatu , " HARABEOJI ........!!!!!!!!!!!",teriak Sooyoung tak sadar . Siwon tertawa terbahak mendengar Sooyoung memanggil Kakeknya yang telah tiada . Dalam hati Siwon bersyukur bukan nama namja itu yang dipanggil Sooyoung . Seorang yeoja yang merasa terdesak akan meneriakkan orang yang selalu dipikirkannya secara tidak sadar .
Sooyoung membuka matanya saat merasakan tubuh Siwon tak lagi menghimpitnya .Dia memandang ke lantai tempat Siwon meringkuk terbahak . Dia merasa bodoh karena tertipu oleh godaan Siwon . Seharusnya dia sudah menyadarinya sejak awal , kalau Siwon hanya ingin menggodanya. Dia melayangkan pandangan tajam pada Siwon . " Lain kali aku akan benar-benar membunuhmu !", ancam Sooyoung dengan nada marah.
Siwon bangkit dengan sisa tawa di wajahnya . Dia memandang wajah Sooyoung yang menekuk marah . " Tenang saja , tak akan ada lain kali !", ejeknya seraya berlalu menuju kamar mandi . Di depan pintu kamar mandir langkah Siwon terhenti , dia berbalik menatap Sooyoung dengan wajah mengejek , " HARABEOJI ?", teriaknya meniru suara Sooyoung yang membuat dirinya sendiri tertawa .
" Yack !", teriak Sooyoung dengan spontan melempar bantal ke arah Siwon namun terlambat . Siwon sudah menutup pintu kamar mandi terlebih dahulu . " Babo ...." , maki Sooyoung pada dirinya sendiri .
**********************
Sementara itu di Hotel Sheraton Seoul D Cube City , seorang yeoja sedang meremas sebal dokumen di tangannya . " Kenapa kau membutuhkan waktu begitu lama untuk melakukan hal sepele seperti ini !", teriaknya pada namja paruh baya di hadapannya .
" Bagaimana dia bisa selamat dari kecelakaan itu . " , gerutunya marah . " Kau tahu akibatnya jika kali ini kau gagal ?", ancam yeoja itu dengan kemurkaan tersirat di suaranya ." Dia harus segera lenyap dari dunia ini!",
" Siapa yang kau maksud ?", suara namja dari balik punggung Victoria membuatnya sedikit terbata . Aura kemarahan di wajahnya secara mendadak digantikan dengan senyum palsu yang selalu dipasangnya saat berhadapan dengan namja di hadapannya .
Changmin memasuki kamar Victoria dengan langkah perlahan . Dia memandang curiga ke arah namja paruh baya yang duduk di sofa . " Siapa dia ?", tanya Changmin dengan nada dingin .
" Bukan siapa-siapa . Hanya kurir yang diperintahkan Appaku untuk mengantar dokumen . ", jawabnya dengan nada lembut . " Kau boleh pergi !", perintahnya pada namja paruh baya di hadapannya . Mereka terdiam hingga mendengar pintu tertutup sepeninggalan namja itu .
" Ada apa kau kemari selarut ini ?", tanya Victoria manis . " Tidak biasanya kau melakukan kunjungan tanpa pemberitahuan . "
Changmin menempatkan dirinya di sofa tempat namja paruh baya tadi duduk . Dia menyilangkan kakinya dengan sikap santai seraya menyapukan pandangan kesekeliling kamar hotel Victoria. " Aku ingin tahu kebenaran .", jawabnya perlahan . " Sebuah kebenaran yang kau sembunyikan dariku selama dua tahun ini !",
Victoria meremas jemarinya untuk meredam kemarahannya . Senyum palsu itu tetap tersungging di bibir manis Victoria . " Apa maksudmu ? ". ujarnya perlahan . Dia tak boleh kehilangan Changmin , dia adalah alat yang cocok untuk mencapai tujuannya . Selama ini dia sudah membantunya untuk lebih dekat ke tujuan utamanya . Jika Changmin tahu segala kebohongan yang dibuatnya semua usaha Victoria selama ini akan sia-sia . Dia harus besabar dihadapan namja cerdik ini . " Kau berbicara sesuatu yang tak masuk akal Changmin-ssi . Bagaimana bisa kau ...",
" Aku ingin melihatnya !", sahut Changmin dengan nada dingin . " Isi Diary itu ...Diary Kyuhyun yang selalu kau ceritakan . ", lanjutnya . Changmin berdiri dari duduknya , langkahnya perlahan mendekat ke arah Victoria yang sedang mematung di tempatnya . " Di dunia ini ada dua hal yang paling ku benci .... pertama adalah kebodohan . Kedua adalah ....", Changmin berhenti di hadapan Victoria . Dia merendahkan matanya sejajar dengan mata Victoria , " Kebohongan !" , lanjutnya .
Victoria mengeratkan giginya dengan sebal . Changmin sudah tak bisa diharapkan lagi . Dia harus segera mencari sekutu yang lain . Dalam hati dia memaki Sooyoung , yeoja yang selalu ingin dia lenyapkan dari dunia ini .
********************
Siwon POV -
Hari ini sungguh melelahkan bagiku . Masalah perusahaan belum juga terselesaikan tapi media masa sudah membuat segalanya semakin keruh . Pemberitaan perceraianku dan kedekatanku dengan Tiffany membuat spekulasi publik terhadap perusahaanku semakin menjadi . Hari ini aku harus berterimakasih pada Taeyon yang sudah menjawab ribuan telefon dari media masa dengan begitu sabar dan jeli .
Aku mengharapkan ketenangan saat pertama kali menginjakkan kakiku memasuki Silent Hill , tapi jantungku harus kembali berpacu saat melihat Sooyoung tertidur lelap di tempat tidurku . Aku berharap itu hanya ilusi yang selalu menghantuiku selama ini , sampai nama namja itu terucap dari mulut Sooyoung .
Demi Tuhan , aku tak tahu siapa Kyuhyun bagi Sooyoung . Tapi hanya dengan mendengar namanya disebut sudah membuat hatiku terbakar amarah . Mencintai seorang yeoja dan mendapat kenyamanan dari seorang yeoja adalah dua hal yang berbeda . Seumur hidupku aku telah mendapat kenyamanan dari banyak yeoja termasuk Fanny , tapi aku tak pernah mencintai mereka semua.
Sooyoung adalah yeoja pertama yang bisa merebut hatiku , tapi dia juga yeoja satu-satunya yang membuatku tak percaya lagi dengan eksistensi cinta . Bagi orang sepertiku yang memiliki label penakluk wanita , jatuh cinta adalah hal yang tabu . Sempat sekali dalam hidupku aku ingin melepaskan semua label ini dan mencintai Sooyoung dengan kegilaan . Memujanya seperti seorang ratu , dan memberinya satu-satunya hatiku . Hanya sekali tapi seperti debu tertiup angin segalanya seperti terbang entah kemana , hanya jejak-jejak tak bearti yang tersisa .
Air shower yang mengguyur kepalaku cukup menenangkan pikiran dan hatiku . Aku mengambil handuk mandi yang tersampir di dekat meja rias karena tahu ketelanjanganku akan membuat Sooyoung tak nyaman . Aku melangkahkan kakiku keluar dari kamar mandi . Hal pertama yang aku lakukan adalah mencari sosok Sooyoung di atas tempat tidur . Keremangan membuatku sulit melihat dengan jelas tapi aku tahu dia tak ada di sana . Aku sedikit kecewa Sooyoung memutuskan untuk meninggalkanku sendiri . Tapi aku juga merasa lega . Tak baik bagiku berada satu tempat tidur dengan Sooyoung . Aku lelah dan butuh istirahat , aku tak membutuhkan letupan hasrat yang bisa disulut Sooyoung kapan saja .
Aku melepaskan handuk mandiku dan menempatkan diriku di tempat tidur tapi suara pintu yang dibuka membuatku urung merebahkan diri . Aku memandang sosok yang berdiri diterangi lampu dari lorong di luar . Mendadak aku tertawa terbahak melihat Sooyoung terbalut pakaian biarawati , atau sesuatu yang mirip dengan pakaian yang dikenakan para perawan suci di luar sana .
" Wae ? Kenapa kau tertawa !", protesnya padaku . Aku memandanganya dengan lembut , aku bersyukur cahaya dari luar itu tak bisa menjangkau padaku . Aku tak ingin dia tahu aku memandangnya seperti ini .
" Apa kau kira dengan memakai pakaian perawan suci itu kau bisa aman dariku . " , ejekku . Aku melhat Sooyoung menutup pintu kamar sebelum melaju dalam kegelapan ke arahku .
Sekarang aku tahu dia mengenakan pakaian berbahan bludru tua bergaya victoria ( ini bukan victoria f(x) loh reader heheh gaun gaya victoria adalah gaun yang digunakan masyarakat inggris di era kepemimpinan ratu Victoria FYI aja :p ) dengan kancing yang berderat dari leher hingga ujung kaki . " Kau pasti tak nyaman mengenakan itu . Kenapa tak kau lepaskan saja . Aku lebih suka baju tidur peach yang kau kenakan tadi . " ,
Sooyoung menatap tajam ke arahku . Dia membangun pembatas dari bantal dan selimut diantara kami . " Diam dan tidurlah , sebelum aku menjahit mulutmu !" , gerutu Sooyoung yang masih sibuk dengan pembatas yang dibangunnya .
Aku terkekeh melihat keseriusan di wajahnya . Demi Tuhan ada apa denganku hari ini . " Kau kira pembatas itu bisa menghalangiku ? Jika aku mau tak ada satu hal di dunia ini yang bisa menghalangiku . ",
Sooyoung tak mengidahkan ejekanku . Dia menatap puas 'tembok' pembatas yang berhasil dibuatnya . Dia mematikan lampu di nakasnya sebelum tidur membelakangiku .
" Jika kau takut aku akan menyentuhmu , kenapa kau tak tidur di kamar lain . Ada lebih dari 20 kamar kosong di rumah ini !",
Sooyoung menghela nafas mendengar pertanyaan Siwon . " Aku tak ingin kau mengira aku takut padamu . Aku kembali ke sini untuk menyiksamu . Kau akan tidur tenang jika aku tidur di tempat lain , sesuatu yang sangat tak ku inginkan . Selain itu aku tak ingin membiarkanmu merasa menang dalam permainan ini . Jadi sekarang diam dan tidurlah !" ,
Sebuah senyum tersungging di wajahku ada sebuah humor yang tersirat dari perkataan Sooyoung . Aku mulai memejamkan mataku perlahan seiring dengan desahan nafas Sooyoung yang mulai melambat .
******************
Author POV -
Sooyoung menunggu hingga Siwon tertidur . Dia merasakan kesuyian dan hela nafas yang sudah mulai teratur dari balik punggungnya . Perlahan Sooyoung terbangun dan melewati batas yang dibuatnya untuk memastikan Siwon benar-benar sudah tertidur. Tanganya digerak gerakkan dengan lucu untuk melihat respon Siwon . Tak ada respon , senyum terkembang di bibir Sooyoung .
" Aigoo ..baju ini membuat tubuhku gatal . Ahhh panas sekali .... ", ujarnya seraya melepaskan kancing - kancing berjajar gaun beludrunya. Dia membuang baju beludru itu ke lantai . " Aku harus bangun lebih pagi untuk mengenakanya lagi . ", gerutu Sooyoung sebelum kembali menempatkan kepalanya di atas bantal empuknya .
Lima menit berlalu dalam kesunyian sampai Siwon tak bisa lagi menahan tawanya . Dia ingin melihat apa yang dilakukan Sooyoung saat dia berpura-pura tertidur . Siwon melirik ke arah Sooyoung yang sudah terlelap hanya dalam waktu lima menit . Kulit mulus Sooyoung terpampang dibalik baju tidur peach tipis yang dikenakannya .Siwon tersenyum kecil saat memikirkan sebuah ide yang bisa membuat Sooyoung sebal besok pagi.
Siwon bekerja secara cekatan dan tanpa suara . Dia menyingkirkan semua pembatas yang dibangun Sooyoung . Siwon tersenyum geli sebelum menempatkan tangnya sebagai ganti bantal Sooyoung . Perlahan dia menyilangkan kakinya diantara Sooyoung , hal ini hampir membangunkan Sooyoung tapi Sooyoung malah membantu rencana Siwon dengan berpindah posisi menghadap Siwon . " Akan ada kejutan di pagi yang indah yeobo , bersiaplah !", bisiknya perlahan sebelum tidur merangkul Sooyoung .
Siwon bekerja secara cekatan dan tanpa suara . Dia menyingkirkan semua pembatas yang dibangun Sooyoung . Siwon tersenyum geli sebelum menempatkan tangnya sebagai ganti bantal Sooyoung . Perlahan dia menyilangkan kakinya diantara Sooyoung , hal ini hampir membangunkan Sooyoung tapi Sooyoung malah membantu rencana Siwon dengan berpindah posisi menghadap Siwon . " Akan ada kejutan di pagi yang indah yeobo , bersiaplah !", bisiknya perlahan sebelum tidur merangkul Sooyoung .
*****************
-TBC-
Annyeong Adaya Back dengan NOY heheheh . Ah reader mian ya Chapter 3 kali ini Adaya bagi 2 . Ini karena masih panjang sekali Chapter ini . Ini adalah Chapter 3 a , perkenalkan Victoria mulai muncul heheheh . Yang bertanya-tanya kenapa Fanny nyalon a.k.a ngilangnya lama sekali ada di chapter 3b . Besok Adaya Post yah ...mian karena habis sakit jadi gak boleh begadang heheheh , jadi lanjutanya besok ya rader .
FYI : Bagi reader yg bingung itu ada tulisan miring adalah flashback , tapi di cerita ini yang bercetak miring adalah mimpi Sooyoung . Jadi jangan bingung ya dengan gaya penulisan adaya yang aneh . Tapi yang diawal awal yang bercetak miring itu potongan Diary Kyuhyun yang sengaja Adaya tunjukkan buat nambah bumbu penasaran . ( Tapi reader gak penasaran yaa ? #plakkk heheheh ) .
Mian kalo banyak Taypo betertebaran dan Ceritanya jelek plus mbosenin . Semoga reader gak kecewa . byebye ....

wah ,,
BalasHapusaku terlambat beberapa hari nih ,, mian yah thor , aku bru bisa komen ,
oh ia , ternyata author sudah jadi author tetap di summerandrewchoi selamat yah thor *tebar bunga* :)
aku juga bca di WP itu , tpi nama aku itu Choi Je Kyung , hehe, itu nama korea aku ..
hehhehehe iya gumawo sudah comment dan baca di WP juga ...... ne saya sudah tahu heheheh karena kamu satu satunya komentator setia di BP heheheh
Hapus